Hmhmhm …. saya tidak pernah berpikir akan melihat pemandangan ini lagi, atau bahkan saya juga tidak pernah berpikir untuk memikirkan masa ini lagi. 12 tahun yang lalu, ya, 12 tahun, waktu yang sangat lama tentunya. Sebuah masa yang sangat berat untuk keluarga saya, tapi alhamdulillah kami berhasil melewatinya dengan sangat baik.
Bermula ketika kawan saya di cancer buster community ( CBC ) meminta aku memberikan video shoot untuk acara CBC di rumah sakit cipto mangunkusumo.
Saya : mba natarini, sudah saya kirim videonya, semoga bermanfaat
Natarini : makasih cup, bisa sekalian foto waktu lo sakit dulu gak ?
Saya : ( berpikir apakah masih ada foto itu ),, hmhmhm… okay okay, nanti aku tanya mama dulu
———————————-
Saya : ma, masih ada foto yang dulu gak ? pas iwan di chemo ?
Mama : ada, buat apa ?
Saya : ada acara gitu di RSCM, katanya ada film gt tentang iwan, masih ada gak ma ?
Mama : tapi harus mama scan dulu ya
Saya : okay ma, kalo uda di email yah , makasih ma
—————————-
Siang itu, saya membuka mail.Yahoo!. saya mengetik seperti biasa, mail.yahoo.com. lalu saya login seperti biasa,
name : yusuf_ahdian
password : ******
dan munculah tulisan 31 unread
saya lalu mencari, email yang saya ingin buka, dan ketemulah
mama foto 345kb
saya klik saja, dan klik lagi download all, save to disk, di RIDWANSYAH ( H: )
dan saya buka foto pertama, foto aku bersama dr.allen
foto kedua aku dalam keadaan masih di kemotrapi habis mandi
foto ketiga aku duduk di kursi roda dan sedang di infus
foto keempat aku sedang ditemani mama di kasur di rumah sakit
foto kelima aku tergeletak sehabis kemotrapi
foto keenam aku sedang disuapi papa makan
foto ketujuh aku sedang makan
foto kedelapan aku tertawa ketika pertama kali habis bone marrow
foto kesembilan aku dipeluk papa
foto kesepuluh aku sedang duduk di kursi roda ditemani mama ketika pertama kali ke singapur
———————
sekitar 15 menit berlalu, aku menatap foto foto itu berulang ulang, tak sadar air mata terurai dari kelopak mataku… selama 15 menit itu seperti ada film yang sudah aku simpan baik baik, dan tiba tiba terbuka begitu saja, film itu diputar tanpa disuruh.
Teringat aku bagaimana usaha mama dan papa mencari dokter yang tepat untuk diriku setelah 2 bulan tidak ditemukan penyakitku di jakarta, teringat betapa aku bahagia ketika prodia menelpon aku dan mengatakan aku terkena jouvenil reumatic arthistic, aku bahagia karena berpikir ketika penyakitku ketahuan maka aku akan sembuh.
Teringat ketika aku di opname di RSCM dan terjadi kerusuhan 27 juli, sehingga satu keluarga besarku tidak bisa pulang. Teringat ketika aku terjatuh di jalan, dan tidak bisa bangkit lagi, aku lumpuh, teringat ketika jari ini sudah tidak bisa mengepal. Teringat ketika papa memutuskan untuk membawa aku ke singapur untuk cari second oppinion. Teringat ketika aku berangkat dalam keadaan lumpuh, teringat ketika pertama kali tiba disana aku bertemu dengan profesor wong yang dimana beliau memberi obat , dan dua hari kemudian aku perlahan dapat berjalan.
Teringat aku ketika mama menangis saat aku mengatakan “mama, apa lebih baik aku mati aja, iwan sudah gak kuat ma”. Teringat aku ketika mama dan papa tidak kuasa menangis ketika aku divonis leukemia ( ALL ) oleh dokter Allen, teringat aku ketika aku tidak kuasa berteriak saat pertama kali diambil sampel sum sum tulang belakang.
Teringat ketika mama menemani aku berobat dalam keadaan mengandung. Teringat aku bagaimana papa cuti selama sebulan bekerja karena menemani aku berobat. Teringat aku pelukan mereka yang membuat aku tidak menangis. Teringat aku kasih sayang nenek yang selalu memasaki aku makanan yang aku suka. Teringat aku sosok abang yang selalu menjadi kakak yang bisa menjaga adiknya yang sedang sakit. Teringat aku sosok adik yang sabar menerima kenyataan bahwa hari pertama SD tidak ditemani kedua orang tua karena saya sedang sakit.
Teringat aku semua kisah bolak balik rumah sakit selama 4 tahun untuk chemotherapy. Entah berapa tusukan jarum, entah berapa ratus butir obat, entah sudah berapa liter obat infus, entah sudah berapa cc sumsum tulang belakang yang diambil, entah sudah berapa liter air mata yang jatuh melihat aku sakit.
Film ini terus bergulir setelah melihat foto-foto ini ( dan menurut mama masih banyak lagi foto yang discan, Cuma tidak di email ke saya ). Hingga saya tidak mampu menahan air mata ini.
12 tahun yang lalu, aku yang saat ini sudah seperti merasa tidak punya masa lalu seperti itu. Aku yang sekarang tampak baik baik aja. Aku yang juga hampir melupakan kisah lama ini. Alhamdulillah ya Allah Engkau telah memberikan mukjizatnya kepada hambamu ini. Aku akan membalas kesempatan hidup lebih lama ini ( nenek ku sering menyebutku anak balik dari kubur, karena nenek merasa aku sudah hampir mau meninggal saat itu ) untuk berjuang di jalanmu.
Melihat foto foto ini membuat saya semakin terpanggil untuk aktif di dunia cancer survivor, dimana saya bisa memberikan harapan kepada semua penderita kanker anak, bahwa mereka bisa sembuh, mereka bisa hidup normal, mereka akan baik baik saja.
Hmhmhm…. saya belum pernah menulis tentang ini sebelumnya, saya juga tidak pernah banyak bercerita bahwa ada sisi masa lalu saya ini. Tapi saya berpikir, semoga dengan tulisan ini, dengan blog saya, bisa menjadi inspirasi, bisa memberikan harapan kepada pasien dan orang tua pasien untuk mengobati anak anaknya. Yakinlah bahwa kanker itu bisa disembuhkan, tapi, memang butuh waktu, butuh kesabaran, butuh keyakinan.
Saya mencoba mengutip perkataan louis pasteur : keberuntungan hanya akan datang pada orang yang memiliki keyakinan. Tapi saya mencoba menerjemahkan dalam bahasa religi menjadi : pertolongan Allah hanya akan datang pada orang yang berusaha dan tawakal.
Last for this writing : terima kasih mama dan papa, yang membuat iwan seperti ini, yang buat iwan bisa sembuh bukanlah obat, tapi kasih sayang dan kerja keras mama papa yang dimudahkan oleh Allah. Terima kasih.
semoga mama dan papa selalu mendapat kasih sayang Allah


Mengharukan…. Kasih sayang ibu dan ayah pada anaknya….
Btw, baru tau kalau leukemia bisa disembuhkan :p
Subhanallah…perjalan hidup yang tidak pernah kita rencanakan…ternyata menghampiri kita dengan perlahan, namun PASTI.
Allah SWT tidak akan menguji seseorang melainkan Allah Maha Tahu bahwa hambaNya itu mampu mengemban ujian yang akan diberikanNya.
Tetap Smangat…
Salam
Mahasiswa Unand Padang
Satu lagi, sisi kehidupan kang ucup…
Ya, Allah ternyata kepala Gamaisku pernah sakit keras yah..
dikiranya pas tingkat satu aja…
subhanallah gak pernah nyangka yusuf pernah mengalami ujian demikian hebat dari Allah, afwan saya pernah berburuk sangka pada yusuf… semoga bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik untuk kedua orang tua…