Salam Ganesha !
Salam Cinta untuk Perdamaian dan Perjuangan !
Komisi Pemberantasan korupsi atau KPK, adalah satu produk reformasi yang menjadi karya nyata perjuangan reformasi yang diperjuangan 1 dekade silam. Terbukti sudah memang, KPK telah banyak memberikan hasil dalam pemberantasan korupsi dan perbaikan birokrasi di Republik ini. Banyak sekali langkah-langkah nyata yang telah ditorehkan, banyak koruptor telah di jebloskan ke penjara dan berbagai mafia korupsi juga telah terkuak.
Namun kini, KPK seakan dikerdilkan oleh berbagai pihak yang tidak begitu senang dengan kinerja sangat baik dari KPK. Dimulai dari pelemahan fungsi KPK oleh DPR dengan berbagai revisi UU terkait KPK, pelemahan opini positif tentang KPK bahkan oleh aparat hukum lain seperti Kepolisian dan Kejaksaan, hingga kini kriminalisasi Pimpinan KPK yang membuat KPK seakan semakin dikerdilkan.
Ungkapan petinggi Polri Susno Duadji yang menyatakan bahwa KPK adalah cicak dan Polisi adalah buaya menimbulkan satu pandangan publik bahwa memang KPK saat ini sedang dilemahkan. Bahkan Presiden Republik Indonesia yang saat masa kampanye menjanjikan pemberantasan korupsi di Indonesia hanya mampu diam dan hanya sekedar memberikan pandangan normatif yang seakan bermain aman dan tidak ingin terlibat dalam permasalahan ini. Presiden mengatakan tidak bisa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Sungguh kontras, padahal pada saat pimpinan KPK dijadikan tersangka oleh Kepolisian, Presiden Republik Indonesia “menggunakan” intervensinya dengan mengeluarkan Kepres dan Perppu terkait penunjukkan Plt Pimpinan KPK.
Sungguh tidak ada political will dari pemerintah Indonesia saat ini. DPR pun hanya diam dan tidak banyak bersuara. Kini, Indonesia dan masa depan pemberantasan korupsi sangat bergantung pada gerak mahasiswa yang kritis dan dinamis. Mahasiswa harus mampu menjadi garda terdepan dalam pendidikan, pencegahan dan membangun opini untuk Republik ini agar bebas korupsi.
Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus memiliki sikap yang tegas :
- Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendukung secara penuh KPK dengan menyelesaikan segala upaya sistematis yang melemahakan KPK sebagai agenda mendesak 100 hari pemerintahan
- Mendesak Presiden untuk membentuk Tim Independen yang terdiri dari pakar-pakar hukum untuk menginvestigasi kasus yang melibatkan KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan saat ini;
- Menuntut Kepolisan dan Kejaksaan memeriksa pejabat-pejabat yang diduga terlibat dalam kasus korupsi dan lebih memprioritaskan penyelesaian kasus korupsi yang menjadi pangkal permasalahan saat ini.
Kami ada disini untuk terus beraksi… Lawan, lawan perkara korupsi


sepakat cup, respekku kian pudar terhadap SBY.