Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

kunjungan ke rumah sakit kanker dharmais


21.jpg
11.jpg

20 maret 2008. Sekitar pukul 10.00 saya tiba di lobby RS Kanker Dharmais. Disana saya sudah berjanjian dengan seorang yang belum saya kenal. Natarini, yuph, saya kebetulan akan bertemu dengan beliau disana. Sesampainya disana saya diperkenalkan dengan beberapa orang lain, ada dua orang pria dan satu orang wanita, kemudian saya berekenalan, dan ternyata nama mereka, mufti, willi dan putri.

Perkenalan singkat memang, but mungkin karena kami datang dengan tujuan yang sama, “chemistry” tak lama untuk terbentuk. Lalu kami pergi ke sebuah tempat pertemuan. Di ruang ini kita berdiskusi sekitar 3 jam tentang sebuah komunitas yang bernama cancer buster community, sebuah komunitas yang peduli pada kanker anak. Kita berdiskusi tentang program apa yang tepat dan lain sebagainya.

Banyak sekali ide yang muncul, but kita dapat sebuah konsep global, yakni, memberikan harapan dan semangat kepada pasien dan keluarga pasien bahwa kanker dapat disembuhkan. Diskusi semakin ramai, ketika beberapa orang lain datang. Ada nanda, sapitra, devi dan eka. Kami juga mencoba membahas, kenapa sih orang yang sudah sembuh dari kanker harus malu ? padahal kalau sudah sembuh total, pasien kanker tak ada bedanya dengan manusia normal.

Masyarakat pun sepertinya juga mendapat informasi yang tidak valid, mengenai kanker, masyarakat lebih mengetahui kanker sebagai penyakit yang menakutkan dan identik dengan kematian. Padahal itu semua SALAH. Kanker saat ini sudah bisa disembuhkan, hanya memang butuh waktu dan kesabaran, dan ketika sudah sembuh total, maka ia sudah bisa beraktifitas dengan sangat sangat normal.

Identifikasi dini akan kanker lah yang seringkali membuat pasien terlambat untuk di obati. Padahal jika kanker bisa terdeteksi sejak dini, maka pengobatan medis akan bisa menyembuhkan pasien.

Di rumah sakit dharmais yang saat ini menjadi pusat kanker nasional, telah memiliki dokter dan fasilitas yang handal. Biaya pengobatan untuk keluarga miskin juga bisa gratis dengan beberapa persyaratan tertentu.

Sekitar jam 2 siang, saya berkesempatan untuk bertemu dengan pasien kanker anak, di lantai 4 rumah sakit. Sekitar 15 orang pasien sempat saya datangi bersama kawan-kawan yang lain. Kebanyakan dari mereka mengidap leukemia, ada yang kanker getah bening, kanker otak, dan sebagainya. Akan tetapi kondisi rumah sakit yang sangat friendly dan humble, dikemas dnegan nuansa playground dan penuh tawa, membuat pasien tidak merasa “sakit”, mereka bebas bermain dan berlari sambil menerima pengobatan.

Para pasien dan orang tua pasien sangat membutuhkan dukungan para “survivor” kanker, dan memberikan informasi serta semangat agar mereka punya keyakinan untuk sembuh. Tidak perlu malu, tapi buktikan bahwa anda sudah sembuh total dan bisa hidup seperti manusia pada umumnya.

Advertisements

4 comments on “kunjungan ke rumah sakit kanker dharmais

  1. Dwiputri
    June 9, 2008

    Dengan hormat,

    Bersama dengan ‘comment’ ini saya ingin menanyakan bagaimana caranya menghubungi teman-teman di Cancer Buster Community. Saat ini saya sedang melaksanakan suatu survey kecil-kecilan untuk mengangkat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pasien-pasien kanker di Indonesia, apakah itu akses terhadap pengobatan atau mungkin kurangnya edukasi kanker di masyarakat. Harapannya, hasil dari survey ini bisa diangkat pada acara Hari Kanker Sedunia di Indonesia tahun depan (2009).

    Mohon berikan nomor telephone yang bisa dihubungi di putri269@yahoo.com

    Terima kasih.

  2. suci
    September 15, 2009

    Assalamualaikum mbak
    Numpang tanya ya..
    kalau kita masyarakat umum (tidak tergabung dalam yayasan atau organisasi tertentu) dan ingin ikut serta berpartisipasi untuk Anak2 penderita kanker bagaimana caranya ya ?
    Atau mungkin ada RS lain (selain Dharmais) yang menerima bantuan dan kunjungan seperti itu
    Tolong infonya ya mbak..
    Terima kasih 🙂

  3. lasma
    March 12, 2010

    aku lagi mau terjun ke komunitas dunia kanker
    bisa ikut bergabung?
    slma ini ga tau harus melalui mana
    bs ke email ku
    lasmaria_rumapea@yahoo.com
    tq yahhhh

  4. ria
    April 29, 2011

    salam..
    saya ingin sekali bergabung dalam Cancer Buster Community, tapi bagaimana caranya??
    baksos yang saya ikuti belum ada yang mengenai kesehatan.
    saya sering sekali membaca buku yang berkaitan dengan kanker.
    saya selalu ingin ikut bergerak membantu mereka semua..
    tolong infonya yach?! 😀
    ria_atrya@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 21, 2008 by in Kanker Anak and tagged .

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,998 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: