Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

taujihat di merah saga


Kader GAMAIS ITB yang disayangi Allah, perjalanan hidup yang seiring berjalannya waktu semakin menuntut adanya peningkatan kapasitas dari diri kita semua. Allah senantiasa memberikan nikmat maupun ujian kepada kita untuk mendidik diri ini menjadi insan yang lebih baik dan tentunya lebih dekat dengan Allah.  Begitu pula dalam perjuangan dakwah kita di Jalan-Nya,terkadang kita menemui keberhasilan, akan tetapi seringkali kita menemukan kegagalan, kekecewaan, dan keputusasaan. 

Kader GAMAIS ITB yang diberkahi Allah, sesungguhnya segala hal yang terjadi dalam hidup kita ini merupakan bentuk komunikasi Allah dengan diri kita. Ketika nikmat datang, Allah sedang berbicara kepada kita, agar senantiasa bersyukur dan jangan takabur. Ketika ujian datang, Allah pun sedang berbicara kepada kita, agar dan sabar dan ikhlas.

Ikhlas, sebuah kata yang sangat sederhana, akan tetapi hanya sedikit orang yang bisa menerapkannya. Ikhlas merupakan sebuah bentuk kombinasi dari penghambaan-tawakal-ibadah-rendah hati. Sebuah bentuk perasaan positif yang dimiliki oleh seorang manusia yang menjalankan segala sesuatu hanya untuk Allah.

Dalam menjalankan aktifitas dakwah, perasaan keikhlasan ini sangat diperlukan, karena sejarah membuktikan kader yang meninggalkan jalan dakwah adalah kader yang memiliki orientasi lain, selain orientasi kepada Allah, dan kader dakwah yang bertahan adalah kader dakwah yang hanya berorientasi kepada ridho Allah, sehingga semua keberhasilan, kegagalan, kekecewaan, dan keputusasaan tidak menjadi alasan untuk meninggalkan dakwah.

Perlu kita ingat semua, bahwa keberhasilan sebuah agenda dakwah dinilai dari sejauh mana para pelaku dakwah semakin dekat dengan Allah. Bukan dari keberhasilan duniawi yang hanya bisa dilihat dari kasat mata. Tapi, lebih mendalam, yakni bagaimana perasaan bahagia bisa muncul karena para pelaku dakwah merasa dirinya lebih disayangi Allah. Kader GAMAIS ITB yang dirihoi Allah, perjalanan dakwah ini panjang dan melelahkan, tapi yakinlah perjalanan inilah yang akan memperpendek waktu kita menuju surga Allah.

Bila kamu merasa beban dakwah ini terlalu berat untuk kamu pikul, janganlah berdo’a agar beban ini lepas darimu, tetapi berdo’alah agar kamu diberikan punggung yang kuat. Jika kamu merasa kesepian di Jalan dakwah ini, bersyukurlah, karena yang sedikitlah yang akan masuk surga. Jika memang kamu sudah merasa lelah dijalan dakwah ini, ingatlah semua kasih sayang Allah dan ubahlah menjadi sebuah energi yang membuat kamu bangkit, hingga lelah, lelah mengejar kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 11, 2008 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,998 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: