Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

diri dan shalat


Manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kelebihan dan kemuliaannya. Manusia yang walau “hanya” diciptakan dari tanah ternyata menjadi makhluk yang bisa membuat perubahan kebaikan maupun kehancuran. Akan tetapi, pada dasarnya manusia telah diciptakan dengan default factory setting yang sama, atau manusia memiliki fitrah yang sama. Seseorang jika didekati api, maka ia akan berkata “panas”, dan seseorang jika didekatkan oleh es, maka ia akan berkata “dingin”. Pada dasarnya manusia memiliki karakteristik yang sama.

Semakin bertambah usia dari manusia, membuat ia semakin mengenal banyak orang dan lingkungan baru yang membuatnya memilki sebuah paradigma dan prespektif hidup yang berlainan. Pada perkembangannnya manusia menjadi semakin variatif, ada yang baik, ada yang jahat, ada yang rajin ibadah dan ada pula senang bermaksiat. Perubahan kultur ini disebabkan oleh pengaruh dari lingkungan terhadap seorang manusia.

Alhamdulillah, Allah maha mengetahui dan memahami apa tabiat dan pola pikir manusia. Allah telah menurunkan Al Qur’an yang bisa berfungsi sebagai manual book dari manusia, dimana di dalamnya terdapat segala hal yang bisa dilakukan ketika manusia mengalami error, dan tidak sampai disitu, Allah juga menurunkan Nabi Muhammad sebagai prototype dari sosok muslim ideal. Pada diri Nabi Muhammad lah kita bisa mencontoh bagaimana seorang muslim berkata, bersikap, berpikir dan beribadah kepada Allah.

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk menunaikan Shalat lima waktu, pertama kali perintah Shalat ini diberikan setelah Nabi ber-mi’raj ke sidratul muntaha dan Allah memberikan perintah ibadah Shalat lima waktu, yang kini kita kenal Shalat subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Kelima Shalat ini berperan penting bagi manusia dalam menjalankan kehidupan.

Shalat tidak hanya berperan sebagai sebuah ritual ibadah biasa, akan tetapi lebih dari itu, Shalat merupakan instrument komunikasi manusia kepada Allah. Shalat pula yang memberikan kesempatan kepada manusia untuk senantiasa mengingat Allah dalam aktifitas sehari-hari. Ulama sering menganalogikan Shalat dengan mandi. Jika seorang manusia mandi lima kali sehari, maka tentunya ia akan bersih, begitu pula dengan Shalat, jika manusia “membersihkan” dirinya lima kali sehari, tentu ia akan bersih dari noda noda khilaf dan niat yang tidak baik.

Peran shalat dalam kehidupan tidak sampai disitu saja, Shalat pun berperan sebagai media pemberi ketenangan, seorang ustadz seringkali menyarankan kepada seorang muslim,agar menunaikan Shalat ketika sedang gelisah atau sedang emosi, karena Shalat bisa memberikan ketenangan bagi seorang muslim setelah ia menjalankannya.

Prosesi Shalat dari awal kita wudhu, lalu berniat, lalu melakukan gerakan Shalat hingga salam mencirikan dan berhikmahkan sesuatu yang sangat berpengaruh kepada manusia. Setiap gerakan dalam Shalat tenyata telah dibuktikan oleh riset bermanfaat untuk mental dan fisik. Seperti contoh gerakan sujud yang baik untuk supply aliran darah ke otak, dan memberikan dampak kerendahan diri secara mental.

Berbagai manfaat Shalat terlah terbukti pada banyak umat muslim, dan komitmen kita semua dalam menjalankan ibadah Shalat secara benar, teratur dan khusyuk akan memberikan dampak yang sangat banyak untuk pribadi seorang muslim dalam menapaki lika-liku kehidupan yang berat. Shalat tidak hanya sebagai kewajiban, akan tetapi Shalat sebagai kebutuhan dan pendamping hidup manusia di kala senang maupun susah.

Semoga kita semua umat muslim di Kampus ITB bisa menuaikan Shalat lima waktu secara rutin dan mudah-mudahan dengan dekatnya umat muslim di Kampus ITB dengan ibadah Shalat. Kampus ITB senantiasa diberkahi Allah.

Advertisements

One comment on “diri dan shalat

  1. Landy
    April 19, 2008

    Sholat, sholat dan sholat 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 18, 2008 by in Uncategorized.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,120 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: