Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Protokol #21 Surat ku Untuk Badan Pengurus Harian GAMAIS 2007-2008


Protokol #21 Surat ku Untuk Badan Pengurus Harian GAMAIS 2007-2008

Ikhwan dan akhwat fillah BPH GAMAIS 2007 – 2008 yang saya cintai karena Allah. Ikhwan dan akhwat fillah BPH GAMAIS 2007-2008 yang telah berkontribusi banyak dalam dakwah khususnya di wajihah dakwah GAMAIS ini. Sekitar 2 tahun kita telah melakukan sebuah dan beberapa buah hal bersama dalam bingkai dakwah yang indah dan penuh kedamaian.

Mari sebelumnya kita mamanjatkan rasa syukur serta pujian dalam keadaan kerendahan diri dan penghambaan kepada Allah subhanahu ta’ala. Mari kita lantunkan shalawat terbaik kita kepada al qudwah al uswah al qiyadhah al murrobbi nabi Allah Muhammad . Mari kita haturkan do’a kepada para pejuang, para tabi’in, para mujahid dakwah, para ulama, para aktifis dakwah kampus yang tak pernah henti mengusung panji islam dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi. Tak lupa pula kita semua ucapkan rasa terima kasih kita kepada kedua orang tua kita yang telah membesarkan kita dan menjadi sumber motivasi, inspirasi dan kekuatan dalam menjalani kehidupan di kampus ini.

Ikhwan dan akhwat fillah, sebelumnya saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar besar nya kepada antum semua. Jujur dari dalam hati saya, kehadiran antum semua dalam BPH ini memberikan sebuah kekuatan dan ketenangan di diri saya. Karena saya merasa memiliki tim yang hebat dan memiliki daya inisiatif yang tinggi, sehingga roda dakwah ini dapat berjalan tiada henti. Kedekatan pribadi antar BPH yang saya rasakan saat ini membuat nuansa”keluarga” yang kita usung menjadi sangat terasa. Keterbukaan yang terjadi di antara kita semua, menjadikan roda wajihah ini menyenangkan dan penuh suka ria walau tak perlu dipungkiri bahwa amanah dakwah di GAMAIS memang berat dan tiada henti.

Ikhwan dan akhwat fillah, pada kesempatan ini saya ingin mengungkapkan sebuah pemikiran saya tentang GAMAIS , yang mungkin seharusnya saya utarakan sejak dini. Tapi karena berbagai macam pertimbangan dari saya, atas izin allah ide ini saya coba sampaikan pada tulisan ini.

Bismillahirahmanirahiim

GAMAIS di pandangan saya merupakan unit yang besar dan penuh potensi. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh unit ini dan tentunya juga banyak yang bisa dilakukan oleh para anggota GAMAIS dengan memanfaatkan sarana dakwah ini.

GAMAIS saat ini tengah mengalami banyak transisi dan perubahan yang insya Allah menuju ke arah sebuah perbaikan yang bisa mengakselerasi dakwah di kampus ITB pada khususnya dan indonesia pada umumnya.

GAMAIS ITB yang kabarnya dikenal dan sangat diharapkan oleh kampus lain di indonesia dalam membantu percepatan lembaga dakwah kampus. Sebuah ekspektasi yang seharusnya  bisa dijalankan oleh GAMAIS dengan baik.

GAMAIS ITB saat ini perlu di akui gagal dalam sentuhan syiar masif kepada masyarakat kampus ITB. Media yang digunakan kurang tepat dalam tema dan branding. Pelayanan terhadap masyarakat kampus juga tak tampak. Konsep  “give what they need”  kurang dilakukan di GAMAIS. Sehingga lagi-lagi agenda padat modal yang dilakukan tidak mempunyai efek yang optimal. Pure first class service, maksudnya adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada kader dan massa kampus. Konsep pelayanan inilah yang harus segera di lakukan, dan meninggalkan metode dakwah terdahulu yang telah terbukti kurang begitu efektif.

GAMAIS ITB saat ini mempunyai permasalahan dalam hal regenerasi kader. Perlu di perhatikan dan di evaluasi kembali dengan seksama tentang pola pembinaan kedepannya. Perlu di ingat juga GAMAIS bukanlah mahad tapi ini adalah lembaga eksekusi dakwah. Sehingga di wajihah ini perlu dibentuk sosok kader yang punya karakter eksekutor, inspirator, inisiator, dan komunikator. Walau memang perlu ditunjang dengan kekuatan ruhiyah yang kuat sebagai penopang. Kita adalah lembaga amal sehingga orientasi dakwah kita adalah beramal. Kaderisasi yang dibentuk haruslah menunjang hal tersebut. Teringat kisah perang khandak, dimana allah memberikan pertolongan kepada kaum muslimin. Memang saat itu kaum muslimin berada dalam keadaan ruhiyah terbaik, akan tetapi perlu di ingat juga bahwa kemengangan ini tak terlepas dari usaha dan taktik kaum muslim yang dengan daya eksekusi bisa membuat  sebuah metode perang yang handal, dan barulah pertolongan itu datang ( ar ra’du 11 ).

Keadaan umat muslim saat ini memang berbeda, para penghafal qur’an di zaman rasul adalah mereka yang menghafal dan mengamalkan satu persatu tiap ayat sebelum menghafal ayat selanjutnya. Tapi saat ini zaman sedikit berbeda. Perlu sebuah spesifikasi kader dan amal. Seorang khalid bin walid di pilih sebagai panglima tentu nya karena kemampuan beliau dalam berperang.

Karena GAMAIS haruslah bersentuhan dengan masa kampus, maka daya komunikasi kita ke masyarakat kampus menjadi modal utama. Karena GAMAIS haruslah bisa melayani segala kebutuhan masyarakat kampus, maka kedekatan dan kepekaan kita terhadap masyarakat kampus menjadi sebuah kebutuhan mutlak. Hal ini perlu diperhatikan lebih, sehingga dakwah yang kita lakukan menjadi efektif.

Mengkritisi agenda ramadhan yang dibuat oleh panitia ramadhan 1428 H. Saya melihat kegiatan-kegiatan yang di usulkan dan seperti nya akan di eksekusi ( mungkin usulan saya tak di follow up oleh panitia ) tampak sangat kuno dan busuk , maaf kalo bahasanya kurang sopan. Tapi itulah yang saya lihat dari kurang kepahaman SDM di syiar dalam merencanakan sebuah agenda. Sekilas  saja, agenda ramadhan yang di usulkan tampak seperti menggurui mahasiswa. Tampak seperti agenda satu arah yang sama sekali tidak melibatkan masa kampus. Bahkan untuk masa di LDF dan LDPS sekalipun. Tidak ada unsur pelayanan kepada umat dalam agenda ramadhan besok. Yang ada hanya event dan lagi-lagi event yang hanya menghabiskan uang dengan tujuan tidak jelas serta menghabiskan waktu kader dalam beribadah di bulan ramadhan. Kita perlu pahami bersama, gagalnya kita me-manage kepanitiaan ramadhan dengan baik membuat kepanitiaan ini menjadi perternakan ke futur an kader terbesar. Dilematis tapi mari kita berdo’a walau agenda ramadhan esok tidak terjadi hal yang sama.

GAMAIS saat ini merupakan unit dengan struktur terkompleks, adanya LDF dan LDPS yang sudah kita declare di bawah panji GAMAIS menjadi sebuah tanggung jawab tersendiri bagi kita semua dalam mensinergisasikannya. Alhamdulillah atas izin Allah saat ini 10 dari 11 LDF/LDS sudah terbentuk struktur nya akan tetapi saya memang belum melihat ada kemajuan yang signifikan dalam keterikatan antara wilayah dan pusat, agenda dakwah masih berjalan sendiri-sendiri, koordinasi pusat dan wilayah juga tampak belum berjalan, atau mungkin tampak malu-malu. Semoga kedepannya koordinasi tersebut dapat berjalan dengan baik.

Departemen FSLDK

Saya punya sebuah harapan bahwa keberjalanan pendampingan LDK di 50 LDK se bandung dapat terjalin dengan baik. Pola pendampingan dengan pertemuan rutin setiap 2 pekan sekali dapat di realisasikan. ( 2 pekan sekali dengan badan pekerja, 2 pekan sekali dengan LDK binaan ). Dengan pola mutabaah seperti ini ada harapan, sistem maintanance dan upgrading LDK di bandung dapat berjalan. Perubahan struktur di PUSKOMDA juga perlu di lakukan,  re-shuffle badan pekerja perlu dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang, serta pembentukan tim mentoring puskomda yang merupakan gabungan dari beberapa kampus yang punya stok kader yang berlebih. Saya sangat mengharapkan pembentukan tim mentoring di eksekusi dengan cepat agar percepatan LDK dapat terjadi. Melihat lebih luas ke level nasional, saat ini GAMAIS akan mendapatkan amanah nasional, yakni menjadi Badan pekerja khusus training manajemen dakwah kampus. Hasil pembicaraan saya dengan ketua puskomnas, menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa pada setiapa forum LDK daerah-saat musyawarah daerah harus di adakan sebuah sekolah LDK yang akan langsung di isi oleh GAMAIS ITB. Alhamdulillah di awal kepengurusan kita bisa menglaunching sebuah buku yang insya allah telah gunakan oleh lebih dari 200 kampus se-indonesia. Saya melihat ini sebagai sebuah amanah dan kesempatan untuk ekspansi dakwah ke kampus lain. Saatnya GAMAIS berpikir nasional dan memposisikan perannya sebaik mungkin dalam membantu percepatan LDK di indonesia.  Nilai FSLDK yang saya lihat sudah mulai terintenalisasi ke beberapa BPH. Walau memang ekspektasi saya lebih banyak lagi BPH yang bisa punya paradigma nasional.

Departemen Humas Ekstenal

Membangun jaringan hebat adalah keniscayaan bagi sebuah lembaga seperti GAMAIS. Kebutuhan akan jaringan yang kuat merupakan dampak dari tuntutan semua elemen yang ada di GAMAIS dalam memajukan bidang-bidang yang ada. Pembentukan hubungan yang saya harapkan adalah pembentukan sebuah hubungan pelanggan dengan penjual. Definisi pelanggan disini adalah, sebuah kebutuhan akibat terjadi hubungan yang saling menguntungkan. Dengan adanya pelanggan terhadap GAMAIS maka follow up dari hal-hal yang dirasa perlu untuk di follow up dapat terjalin. Dengan siapa saja kita bisa membuat sebuah hubungan, yang pertama dengan alumni tentu nya. Dimana alumni diharapkan dapat memberikan bantuan dana, link atau jaringan ke instansi lain, dan masukan yang bermanfaat tentunya. Hubungan dengan alumni tidak lah harus alumni yang pernah beraktifitas di GAMAIS, tapi kepada alumni yang beragama muslim. Alumni yang berasal dari angkatan 70an adalah alumni yang sudah mapan secara ekonomi dan biasanya sudah mulai memilki sebuah kedekatan religius yang baik. Selanjutnya hubungan dengan media, hubungan dengan media bertujuan banyak, seperti mempunyai sebuah media rutin yang siap memberikan kesempatan kepada GAMAIS dalam promosi kegiatannya atau pelatihan-pelatihan yang bisa mengupgrade potensi kader dalam menulis dan skill branding/media

Hubungan dengan LSM atau ormas masyarakat atau ormas islam bisa di jalin sebagai sebuah kesempatan dalam menambah khazanah keilmuan kita dan mempercerdas wawasan. Pendekatan ke tokoh lokal maupun nasional dilakukan dengan sebuah harapan bisa menjadi tarbiyah buat kita, sebagai tempat berdiskusi dan memanfaatkan pengaruhnya dalam menunjang aktifitas dakwah, dan tentunya juga bantuan pendanaan untuk kas GAMAIS. Dalam pendekatan ke beberapa elemen eksternal, kita pun diharapkan mampu memilki posisi yang tegas dan jelas dalam bersikap. Kekuatan sikap ini memberikan GAMAIS sebuah ruang gerak yang tidak bisa di ganggu gugat. Ada satu agenda yang sebetulnya saya ingin humas eksternal bisa jalankan, yakni gala dinner dan alumni gathering setiap tahunnya untuk promosi agenda GAMAIS dan sekalian penggalangan dana. Alumni yang di undang tidak harus alumni GAMAIS, yang penting dia muslim dan punya pandangan postif terhadap dakwah islam.

 

Sekretaris Jendral

Sebuah amanah yang sangat strategis dan alhamdulillah di emban oleh seorang yang sangat layak untuk jadi kepala GAMAIS. Posisi sekjen ini diharapkan bisa mengontrol LDF dengan sebaik-baiknya. Pemantauan yang baik dan dengan pertemuan evaluasi secara rutin ini diharapkan bisa merangsang LDF dalam percepatannya. Seperti yang sudah direncakan, januari 2008 kelak akan di adakan muktamar dakwah kampus ITB bersama seluruh stakeholder dakwah kampus dan semua lini dakwah GAMAIS. Dalam menunjang proses tersebut diharapkan LDF sudah bisa mempunyai struktur yang baik dan berjalan walau belum stabil. Harapan besar sangat diharapkan kepada sekjen dimana bisa menjadi kepala GAMAIS untuk para kader GAMAIS di semua lini.

Sekretaris umum

Perbaikan serta menyelamatkan data yang ada dan di zaman dahulu serta perangkat administrasi yang ada. Perlu kita pahami bersama bahwa organisasi ini sangat lemah dalam pendataan , sehingga tidak ada bukti atau hal-hal peninggalan sejarah yang bisa digunakan untuk perbaikan ke depannya. Sekum diharapkan dapat memulai mengumpulkan data-data pada kepengurusan kepengurusan sebelumnya dan di masa yang akan datang, data-data yang ada haruslah rapih dan terstruktur dengan baik. Data-data yang ada diharapkan ada dalam berbagai bentuk, seperti tulisan, foto, video, atau audio. Tidak bisa dipungkiri bahwa satu hal yang berbentuk fisik yang bisa ditinggal kan kepengurusan ini kepada generasi selanjutnya adalah data yang berguna. Maka saya sangat beharap sekum dapat memulai dengan tegas perangkuman data-data kepengurusan ini dengan baik.

Kajian strategis

Fungsi kajian strategis ini mungkin agak sedikit berbeda dengan sebelumnya. Tim kajstra ini saya harap bisa menjadi tim yang senantiasa berpikir dan menghasilkan sebuah keputusan yang bisa digunakan dalam pengambilan kebijakan di GAMAIS. Sebagai contoh jika ada ajakan aksi / demo oleh sebuah lembaga lain, maka tim kajstra lah yang menentukan sikap GAMAIS. Jika ada sebuah isu di kampus, kajstra lah yang membuat pernytaan sikap dan pola pandang GAMAIS terhadap isu tersebut. Tentunya juga kajstra juga melakukan kajian yang bersifat preventif. Tim di kajian strategis tidaklah harus banyak , karena kajstra diharapkan bisa merangkul semua kader dalam pembahasan agenda. Hal ini bertujuan agar kader bisa lebih cerdas dan budaya diskusi berkembang di GAMAIS.

Lingkar survei GAMAIS

Asumsi hanyalah sampah belaka di zaman ini. Hanyalah data yang bisa bebicara dan tentunya bisa dipertanggungjawabkan. Penggunaan data dalam setiap aktifitas GAMAIS haruslah dibiasakan sejak sekarang. Sudah saatnya kita mengukur keberhasilan syiar kita dengan data. Saatnya kita melakukan program kaderisasi dengan data sebagai acuan. Saatnya data berbicara, dan perlu dipahami bersama bahwa memang data itu mahal. Proses pengambilan data juga perlu dipertimbangkan dengan bijak dan dengan ilmu yang tepat. Banyak sekali data yang seharusnya GAMAIS punya untuk bekal dalam menyusun strategi dakwah dan saat ini tidak ada dengan sebuah alasan yang sangat tidak masuk akal. Seperti tidak mengerti cara mengambil data atau bahkan tidak ada orang bisa menganalisanya. Saya melihat kedepannya hal seperti ini harus ditinggalkan, dan mari kita memulai lembaran baru dakwah kampus ini dengan data sebagai pedoman menetukan gerak dakwah. Pada sesi ba’da momen ramadhan, LSG diharapkan dapat mencari dan menganalisa data-data yang dibutuhkan untuk pembahasan dalam muktamar dakwah kampus ITB januari 2008.

Force-T

Barisan ini punya fungsi khusus dan sangat flexibel. Force-T disini punya beberapa tugas yang rasanya perlu dijalankan dengan kapasitas SDM yang mumpuni. Tugas tersebut antara lain seperti bertugas dalam menjalankan pemasangan-pemasangan alat-alat penujang proses dakwah. Menjadi koordinator lapangan saat aksi, dan tugas yang sedianya mungkin sedikit butuh kemampuan dan keberanian yakni eksekusi akan tindakan kemaksiatan yang ada di kampus. Serta investigasi dan monitoring keadaan kampus terkait isu isu yang perlu di kaji dan moralitas kampus.

Internal

Peranan sektor internal sedianya berfungsi sebagai kepala bagi BPH pusat, dimana bisa mengondisikan keberlangsungan operasional di tingkat BPH pusat. Kepala internal juga sedianya bisa mengondisikan tim kaderisasi, mentoring, mushola dan kekeluargaan di seluruh fakultas. Dua potensi dan kesempatan besar ini diharapkan mampu untuk di jalankan oleh internal, dengan harapan stabilitas infrastruktur dan suprastruktur di LDF dan LDPS bisa berjalan dengan semestinya paling lambat pada bulan desember 2007. Perkembangan dakwah kita saat ini membutuhkan sebuah struktur kuat dan terdistribusi dengan merata untuk menunjang ultra struktur GAMAIS ITB. Ada sebuah harapan serta keinginan dengan baiknya keadaan di internal GAMAIS, yakni mencakup LDP, LDW, Ddan LDPS dakwah di tingkat yang lebih besar bisa dijalankan oleh GAMAIS dengan potensi dan kapasitasnya. Seorang dosen pernah mengatakan bahwa seorang mahasiswa seharusnya punya pola pandang yang besar. Saat tingkat satu berpikir tentang dakwah di kampus, saat tingkat dua berpikir tentang dakwah di kota , saat tingkat tiga berpikir dakwah di negara, saat tingkat empat berpikir dakwah secara internasional. Ada sebuah lintasan pikiran bagaimana jika dakwah di kampus ITB bisa berjalan hanya dengan sinergitas antara LDF saja, sehingga LDP bisa melakukan ekspansi dakwah ke luar kampus. Percepatan dakwah kampus saat ini tidak bisa dipungkiri menjadi sebuah kebutuhan dan tidak bisa dicegah. Dan GAMAIS haruslah berperan dalam pembangunan peradaban LDK di indonesia dengan karya dan suara.

Manajemen sumber daya anggota

Proses kaderisasi saat ini sejatinya sudah lebih baik ketimbang tahun – tahun sebelumnya. Tapi memang perlu di akui bahwa kita masih sangat lemah dalam penjagaan kader. Mekanisme memanusiakan manusia terasa sangat kurang terjalankan dnegan seksama. Kader kadang diperlakukan dengan metode yang sama, padahal tiap kader tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Perlakuan yang spesifik ini tentunya bisa menjadi sebuah cara baru dalam kaderisasi. Permentoringan yang ada kadang juga tak berjalan dengan optimal, tidak adanya sinkronisasi dengan syiar membuat kaderisasi sering di abaikan.

Sebuah cara pembinaan yang saya lihat sedikit baik dalam hal pengemasan dan juga menyentuh sisi pelayanan, adalah cara yang dilakukan oleh K-link internasional, sebuah perusahaan multilevel marketing dari malaysia. Perusahaan ini memberikan sebuah training untuk para anggota nya yang meliputi training emosional, teknis penjualan, pengembangan diri, tips dan trick dalam ber MLM, dll. Semua pembinaan tersebut dirangkum dalam sebuah buku saku yang terdiri dari jadwal tiap agenda pelatihan tersebut. Dengan waktu dan tempat serta pemateri yang akan tampil. Setiap anggota bebas memilih pelatihan yang akan dihadiri sesuai dengan kebutuhan.

Sentuhan kaderisasi yang dilakukan di GAMAIS tidak harus selalu berhubungan dengan masalah keislaman dasar dan pemahaman dakwah. MSDA seharusnya juga bisa memberikan sebuah pelayanan pembinaan yang strategis. Berbagai contoh bisa saya utarakan adalah training manajemen dakwah kampus, fund rising, sekolah syiar, personality training, motivasi dan emosi training, leadership, pelatihan yang bersifat fisik seperti olahraga, latihan shalat khusuk, shalat jenazah, memandikan jenazah, bimbingan akademik,bahasa arab dan inggris, training pasca kampus, dakwah fardiyah,  mindmaping kehidupan, cara mengendarai mobil dan motor, cara memasak,  konseling psikologis, dll.

Bentuk kaderisasi di GAMAIS seharusnya juga sudah mulai menjalankan variasi metode yang bisa dicerna dengan mudah, perlu kita cermati bahwa input kader yang masuk GAMAIS kian lebih majemuk dan massa ammah lebih banyak, ini adalah kesempatan tuk kita dalam memajukan GAMAIS dan menginklusifkan GAMAIS. Akan tetapi pola dan metode haruslah menyesuaikan. Pemberdayaan daurah kader terpusat II dan III yang idealnya adalah representatif dari semua wilayah sebisa mungki di galangkan sejak dini. Membuat sebuah sistem kaderisasi terpusat bagi semua LDF dan LDPS adalah sebuah hal yang akan dituju agar LDF dan LDPS bisa menjalankan fungsi syiar dengan optimal.

Pada hakekatnya pembentukan kader ini selalu bermula dari karakter yang ingin dibentuk di GAMAIS. Profil kader yang telah disepakati saat ini adalah intelek, qur’ani, profesional, inklusif, dinamis, dan sehat ( i-Qpids ), dengan mempunyai bagaimanan karakter itu kita bisa menurunkan ke hal-hal lain. GAMAIS juga punya prospek untuk mensuplai kader ke wajihah dakwah lain, seperti unit mahasiswa, himpunan atau kabinet dan kongres. Disinilah peran GAMAIS yang seharusnya bisa dijalankan, membuat sistem pembinaan selama tingkat satu dengan intens dan ditingkat selanjutnya dia bisa menjalankan aktifitas nya sesuai dengan keinginan mereka dan tentunya dengan sebuah frame berpikir yang sama tentang dakwah ini.

Badan rumah tangga dan kekeluargaan

Berpikir bukan bagaimana event bisa sukses. Akan tetapi berpikir bagaimana kader bisa bahagia dan nyaman beramal di GAMAIS. GAMAIS adalah lembaga syiar dan ekseskusi dan bukan lembaga mahad, saya sangat memahami dan mengakui bahwa kaderisasi di GAMAIS tidaklah sanggup untuk menangani semua permasalahan kader. Pembinaan kita dalam hal ruhiyah memang kurang. Tapi justru disanalah kelebihan kaderisasi GAMAIS. Bagaimana kita bisa membentuk kader yang punya hamasah yang istiqomah. Kunci nya ada pada kata “keluarga” . GAMAIS telah dan akan selalu menjadikan konsep kekeluargaan sebagai kunci utama penjagaan kader. BRTK punya fungsi disana. Pengadaan agenda-agenda kekeluargaan, fun day, atau mungkin jalan-jalan bareng dan sebagainya atau mungkin olahraga bareng menjadi sebuah hal yang perlu di jalankan dengan seksama.

Sekreku rumahku. Sekretariat GAMAIS yang saat ini di masjid salman, belum lah terfungsikan dengan semestinya. Fungsi sekre ibarat hanya tempat menyimpan barang ketimbang sebagai tempat merumuskan ide dan bersendau gurau. Optimalisasi fungsi sekre ini menjadi sebuah hal yang penting. Saya punya sebuah harapan sekre ini bisa jadi sebuah tempat transit dan halu halang para kader. Setiap kader wajib ke sekretariat minimal 1 kali dalam sehari. Walau memang sangat miris melihat jatah sekretariat kita yang kecil, apa perlu kita jadikan aksara sebagai sekre kita.

Rumah Allah di kampus atau sering dikenal dengan sebutan mushola tidak terberdayagunakan dengan baik. Bukan salah para mahasiswa yang tidak mau beribadah, akan tetapi memang tempat ibadah dan tempat wudhu yang ada tidaklah layak untuk digunakan. Dalam kasus ini GAMAIS lah yang seharusnya mempunyai tanggung jawab. Badan rumah tangga dan kekeluargaan juga mempunyai fungsi untuk mensejahterakan setiap mushola yang ada di kampus. Pada dasarnya dari hal pendanaan bukanlah hal yang sulit, karena bisa bekerja sama dengan pihak rektorat, tinggal bagaimana kita bisa bekerja sama dengan pihak yang bersangkutan.

Badan koordinasi mentoring

Sebuah karunia atas izin Allah semata. BKM yang dulu sangat jauh dari peredaran bph GAMAIS, sekarang sudah sangat dekat dan terjadi koordinasi yang mulai membaik. Keinginan saya terhadap BKM tidak lah muluk. Cuma satu hal, yaitu mengkoordinasikan dan memanajemen semua hal yang terkait dengan MENTORING di kampus ITB. Baik itu usroh kader GAMAIS, mentoring di LDF, mentoring di LDPS. Dengan satu pintu untuk mentoring, sinergisasi diantaranya dapat terjalin. Upgrading mentor juga tentunya menjadi tanggung jawab BKM. Besar harapan BKM bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Karena nama BKM-GAMAIS berarti anda menjadi badang yang mengkoordinis mentoring untuk anggota GAMAIS, dan perlu kita ingat bersama bahwa anggota GAMAIS adalah semua mahasiswa muslim.

Syiar dan pelayanan kampus

Dakwah dengan konsep pelayanan kepada masa kampus adalah sebuah pola dakwah yang akan kita mulai usung kedepannya. Full first class service, pelayanan utuh yang pelu dilakukan dengan konsep “give what they need”. Terkadang kita perlu menyadari bahwa agenda yang dilakukan oleh GAMAIS sangat lah ekslusif, memang eksklusif, bukan hanya kadernya yang eksklusif karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan masa kampus dan kurang mau berbaur dengan masa kampus. Kegiatan yang dilakukan pun memang terkesan dipaksakan dan menyedikan hal-hal yang dibutuhkan oleh para kader , bukan oleh para mahasiswa ammah yang butuh hal-hal yang lebih enjoyable dan ringan.

Konsep pelayanan dalam syiar ini bisa tetap menjadikan agenda syiar ini berbobot dan bermakna dengan tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan massa kampus. Sebagai contoh, tutorial akademik, ta’jil buka puasa, wake up sms, layanan bus mudik harga hemat, jaringan program magister, strategi pembuatan CV yang baik, sharing dengan alumni sebagai persiapan pasca kampus, dan lainnya tentunya.

Musyarokah saat ini menjadi sebuah kebutuhan dalam berdakwah. Pelibatan elemen-elemen yang ada di kampus seperti unit kegiatan mahasiswa, dosen ,himpunan, LPKM, Kabinet harus dimulai dari saat ini. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan melibatkan elemen tersebut, sebutlah festival film islam dengan LFM, kajian ekonomis syariah denge KSEP, penampilan unit angklung atau paduan suara dalam agenda-agenda GAMAIS, tarbiyah asykariah dengan menwa, outound dan tracking atau mungkin muqoyam dengan pecinta alam. Kajian diskusi panel dengan unit kajian, gerakan perbaikan akhlak kampus dengan unit keagamaan lain, program ITB bersih dengan u-green, sahur on the road dengan himpunan mahasiswa program studi, siaran on air menjelang berbuka puasa dengan radio kampus, pembuatan dan kerjasama programming produk terkait dakwah dengan HMIF, survei kampus dengan HMP atau HIMATIKA, tadabbur alam di boscha dengan HIMASTRON, media bersama dengan boulevard, aksi sosial dengan garda ganesha, pelatihan conversation bahasa inggris dengan SEF, dan banyak lagi tentunya. Pelibatan dosen dalam ta’lim di prodi atau wilayah sebisa mungkin lebih banyak jumlahnya, dosen disini berperan sebagai pemateri, ini bagian dari dakwah ke dosen dalam porsi yangs sesuai untuk GAMAIS. Sebuah pelibatan akan setiap agenda GAMAIS dengan masa kampus membuat GAMAIS memang untuk semua.

Kajian atau menyikapi isu-isu yang ada, salah satu tujuan syiar adalah mencerdaskan umat, dalam bentuk penyikapan isu yang beredar di kampus dan kita memberikan pola pandang islam terhadap kasus tersebut atau membawa isu yang kita nilai bisa dijadikan sebuah hal yang positf. Contoh reaktif terhadap isu , saat ini ITB sedang beredar isu tentang homoseksualitas dan atheisme, disini peran syiar dalam mencerdaskan kampus, contoh syiar yang bersifat membawa isu, di bulan mei akan ada hari pendidikan, GAMAIS bisa membuat program hormat kepada dosen, dan membuat semacam propaganda terkait penghormatan kita kepada dosen, bisa jadi kita membuat best lecture of the year di setiap program studi. Bentuk pencerdasan ini bisa dalam bentuk media-media tertulis maupun elektronik atau dengan kajian-kajian dengan medium class dilakukan.

Departemen syiar multimedia

Mesin propaganda GAMAIS terhadap objek dakwah. DSM disini menjalankan fungsinya sebagai pintu keluar branding GAMAIS di kampus. Adanya standarisasi publikasi yang dibuat menciptakan sebuah brand images untuk GAMAIS. Brand images ini bisa di manfaat dengan baik untuk pembentukan justifikasi publik terhadap GAMAIS.

Selanjutnya DSM diharapkan bisa membuat produk-produk multimedia yang handal dan bisa digunakan dalam berdakwah, sebagai contoh membuat sebuah company profil GAMAIS dalam bentuk macromedia flash dan film GAMAIS, mars GAMAIS, dan sebagainya sehingga bisa digunakan dalam berdakwah. DSM disini juga harus mempunyai sense marketing dan branding yang baik karena pada hakekatnya kita berurusan dengan manusia, maka bagaimana memarketisasi dengan baik GAMAIS haruslah di kuasai oleh tim ini.  Ada dua tips dalam membentuk branding, yang pertama dengan berulang-ulang dan yang kedua dengan emosi ( sentuhan hati ). Jika melakukan branding atau publikasi dengan di ulang-ulang maka akan ada konsekuensi dana yang besar akan tetapi jika di imbangi dengan sentuhan emosional yang menjamah sampai ke dalam kalbu bisa menjadi sebuah branding yang baik dan di terima oleh objek dakwah.

DSM juga diharapkan bisa menuansai kampus dengan tulisan dan kata-kata. Transformasi buletin lentera menjadi majalah seharusnya bisa dijalankan tahun ini. Pembuatan buletin saya rasa sudah bisa dijalankan oleh pihak LDPS dan LDF dan inilah saatnya kita mempunyai sebuah media pusat bersama yang lebih elegan dan berisikan hal hal yang dibutuhkan oleh objek dakwah dan hal hal yang dirasa perlu kita sampaikan.

Sebuah keinginan dari saya agar jiwa menulisa dari para aktifis dakwah GAMAIS bisa mulai di asah sejak saat ini, dengan memanfaatkan media yang kita buat seperti buletinm majalah, artikel atau sejenisnya. Saya punya harapan 90 % isi dari media yang akan di publish untuk dakwah baik dalam bentuk apapun adalah hasil tulisan para kader. Saya akui dengan penulisan sendiri, ruh yang terkandung lebih kental dan tadrib amal untuk kita juga terjadi. Walau memang perlu di akui tulisan ulama hebat lebih baik, tapi jika kita tidak bisa menulis dan menggagas ide, ulama-ulama kaliber bisa jadi terancam punah di masa yang akan datang. Karena tulisan lah saat ini jadi metode dakwah yang bertahan lama.

Humas internal kampus

Menjalin sebuah hubungan dengan pihak dan elemen kampus yang ada, atau dengan kata lain menjalin hubungan dengan semua stake holder yang ada di kampus. Humas internal kampus ( HIK ) berperan dalam ekspansi dan memperkenalkan islam dan GAMAIS ke masa kampus dengan pendekatan yang lebih personal kelembagaan maupun personal pemimpin. Pendekatan ke unit sebagai sebuah cara dalam menampung aspirasi warga unit dan mencoba mencari titik temu dalam rencana mengadakan agenda dakwah bersama. Pendekatan ke himpunan sebagai sebuah cara dalam menjalankan fungsi dakwah strategis , dimana himpunan harus di ubah kultur nya, disini pendekatan GAMAIS pusat dengan pemimpin lembaga sangat penting dan LDPS bisa melakukan sebuah pengenalan islam ke anggota himpunan. Pendekatan ke dosen atau ka.prodi dan dekan, pendekatan ini sebetulnya lebih efisien jika dilakukan oleh LDF dan LDPS, akan tetapi GAMAIS pusat juga bisa melakukan pendekatan untuk lebih meyakinkan. Besar harapan dari saya terhadap departemen ini bisa berkembang dan membentuk kader-kader yang sekaliber mushaf bin ummair yang bisa mensyiarkan islam di tempat yang jauh.

Annisaa

Berbicara tentang muslimah saya memang sedikit kurang paham bagaimana semestinya dan bagaimana seharusnya. Tapi sejauh saya memandang memang kemuslimahan di ITB adalah hal yang sangat penting, itulah mengapa saya juga menjadikan annisaa yang sebelum nya di bawah departemen syiar berubah menjadi sektor khusus annisaa. Muslimah punya pendekatan yang sangat lembut dan personal, dan muslimah punya sebuah kelebihan dalam berdakwah , yakni ketika terjadi sebuah keterikatan hati maka seorang muslimah akan sangat percaya dengan kader kita. Muslimah di kampus ITB memang sedikit sekitar 3000 muslimah jika saya tidak salah. 3000 muslimah ini sebenarnya bisa kita optimalkan dalam dakwah, sebuah tujuan mulia dalam pembinaan muslimah ini, karena perlu kita pahami kita tidak hanya menyelamatkan para muslimah tersebut akan tetapi kita juga menyelamatkan keturunan dari para calon ibu tersebut.

Satu hal lagi yang perlu dipahami oleh kita bersama bahwa mahasiswa yang masuk GAMAIS adalah mahasiswa yang ingin memperbaiki diri nya serta menyelamatkan masa depannya. Bagi saya pemanangan muslimah tidak berjilbab ketika agenda PMB atau kaderisasi anggota mula adalah hal yang membahagiakan, karena berarti GAMAIS memang untuk semua muslimah. Setelah mendapat pembinaan, barulah muslimah itu kita pahamkan tentang urgensi berhijab. Wallahu ‘alam. Saya tidak berani berkata banyak tentang annisaa karena saya yakin anda para kader muslimah lebih paham apa yang terjadi dan harus dilakukan di bumi anda.

Dana

Dakwah butuh jihad dan jihad butuh dana. Keberlangsungan dakwah ini tak bisa dipungkiri sangat bergantung pada dana. Kebebasan finansial di sebuah lembaga dakwah kampus menjadi sebuah kebutuhan. Saat ini GAMAIS masih punya hutang yang harus dilunasi, dan sejatinya hal ini bukanlah menjadi tanggung jawab departemen dana saja, karena kita semua keluarga maka sudah seharusnya ini jadi tanggung jawab satu keluarga.

Penggadaan dana di sebuah LDK saat ini perlu di akui agak sulit jika mengandalkan sponsorship. Pada kenyataannya untuk dana sposnsrship diatas rp.20.000.000, sangatlah sulit untuk didapat, label dakwah yang tertera pada GAMAIS biasanya menghambat hal ini, akan tetapi ini bukan lah sebuah masalah yang perlu disesalkan. Cara mennggalang dana saat ini mengalami perubahan, sebuah usaha mandiri dengan project yang masif dan bermodal sedikit besar perlu mulai dijalankan. Sebagai contoh penjualan pin hasil buatan sendiri, kita membuat pin bisa dengan harga 1200 rupiah dan bisa dijual dengan harga 3500 rupiah. Pembuatan buku, GAMAIS bulan lalu telah meluncurkan buku risalah manajemen dakwah kampus sebuah keuntungan yang sangat besar ( mencapai 8.000.000 ) dengan hanya mencetak 500 buah buku. Penyewaan infokus, pengadaan bimbingan belajar akademik, jualan makanan dengan jaringan satu kampus, jual voucher pulsa handphone, dan sebagainya. Adanya kekuatan berdagang ini bisa menjadikan sebuah lembaga dakwah kampus sehat secara finansial, dan ketika sebuah lembaga dakwah sudah sehat secara finansial maka tidak ada kekuatan ekonomi manapun yang bisa membatasi gerak dakwah ini.

Menjadikan setiap departemen yang ada di GAMAIS bisa juga mencari dana mandiri adalah sebuah visi untuk menjadikan lembaga ini sejahtera, sesuai dengan visi departemen eknonomi yakni “satu keluarga menuju GAMAIS sejahtera”. Dengan adanya kemandirian finansial di setiap departemen membuat sebuah departemen bertanggung jawab akan dana yang akan di anggarkan.

GAMAIS tahun ini memang sedikit punya jiwa “kapitalis” dalam menggalang dana, segala potensi dan peluang yang ada akan di manfaatkan dengan baik. Pola pandang bahwa GAMAIS adalah perusahaan bagi para pengurusnya adalah menjadi sebuah rasa yang ditanam sehingga, segala macam upaya dikerahkan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Ada sebuah ide yang masih saya coba usulkan ke sahabat-sahabat departemen ekonomi, tentang pembentukan GAMAIS member card dengan bekerjasama dengan bank syariah. Sehingga kita punya data yang valid akan kader dan bisa memudahkan penarikan infaq anggota. Proses auto debet rekening yang bisa kita coba teruskan ke para alumni atau mahasiswa yang punya kelebihan dana sebaiknya dijalankan. Karena pada kenyataanya kita memang jarang memanfaatkan donatur sebagai sebagai sumber keuangan. Dengan sistem auto debet ini, proses penarikan uang dapat lebih mudah dan kita bisa menganalisa berapa pemasukan GAMAIS setiap tahunnya dari donasi. Banyak sekali alumni kampus ini yang telah baik secara finansial dan biasanya alumni punya tanggung jawab terhadap almamtaternya.

Bendahara umum

Menjaga kas umat, sebuah amanah yang memang berat akan tetapi saya sangat yakin telah menempatkan orang terbaik di bidang ini di BPH GAMAIS. Proses auditing keuangan yang sehat dengan cara yang profesional membuat kader bertanggung jawab pada setiap rupiah yang dikeluarkan. Selanjutnya membuat sebuah sistem adiministrasi keuangan yang berbasis teknologi sehingga proses penarikan uang dan perhitungan menjadi lebih mudah. Selanjutnya bendahara diharapkan juga bisa me-maintain cash flow setiap departemen dan LDF/LDPS, dengan adanya pemantauan yang tegas, waste money yang terjadi di GAMAIS bisa terminimalkan. Saya terkadang melihat GAMAIS masih sering banyak waste dalam hal keuangan. Hal ini adalah hal tentunya sangat mubazir dan perlu dipertanggung jawabkan.

Akademik dan profesi

Sebuah departemen yang bau ada pertama kali saat ini, departemen yang saya nilai pada masa yang akan datang akan menjadi andalan GAMAIS dalam berdakwah, karena proses akademik dan profesi tidak akan usai di kampus tentunya. Sebuah harapan akan AkPro ini yang pertama tentunya bisa menjadi sarana dalam pemantauan dan peningkatan performasi kader di kelas dan saat ujian. Dengan berbagai metode, seperti tutorial untuk tingkat satu, pengadaan soal-soal tahun sebelumnya yang tentu di koordinir oleh LDPS, dan pengecekkan IPK agar perbandingan beban kuliah dan amanah bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya pola dakwah yang dilakukan oleh akpro tentunya dengan kerjasama dengan sektor syiar dan pelayanan kampus, seperti membuat expo advance degree, success interview, success buat CV, sharing dengan alumni, training pembuatan life plan, atau pembuatan university plan, sebuah proses perencanaan hidup, kelompok riset yang kabarnya akan diberi brand QORIS ( halaqoh riset ), sebuah proses pendampingan kelompok dengan penilitian sebagai bahasan utama.

Terkait pada teknologi dan profesi, sangat diharapkan sektor ini bisa menghasilkan kader-kader yang banyak mengikuti lomba-lomba akademik dan profesi, dengan bimbingan dari QORis dan kerjasama dengan semua stakeholder yang ada, akPro diharapkan bisa mensupport kader yang bergerak di bidang ini. Pembentukan produk-produk dakwah yang berbasis teknlogi, seperti sistem databse online, metode survei dan random sampling, sistem evaluasi mentoring terpadu, dan produk-produk yang bisa menunjang proses dakwah.

Lebih lanjut, akpro GAMAIS sudah seharusnya punya kontribusi terhadap kampus ITB, dengan basis akPro, seperti memasok banyak asisten dosen, atau bahkan berkontribusi dengan produk yang bisa digunakan di kampus, konsep smart building, untuk penghematan listrik, cara pemilahan sampah yang baik, dan lain-lain. Pada dasarnya ini adalah isu umat yang sangat umum, sehingga adanya GAMAIS di ranah ini adalah hal yang wajar.

Lembaga dakwah wilayah ( LDF/LDS dan LDPS )

Lembaga dakwah wilayah di masa yang akan datang akan jadi tulang punggung dan ujung tombak dakwah GAMAIS di ITB. GAMAIS pusat akan punya fungsi koordinatif, agenda-agenda syiar pun akan dicoba untuk di distribusi ke semua wilayah, pembentukan panitia dengan SDM dari wilayah atau  tender event terhadap wilayah. Optimalisasi fungsi wilayah ini akan jadi fokus kita semua sampai desember 2007. Diharapkan insfrastruktur dan suprastrukr LDW bisa berjalan dengan semestinya walau mungkin belum sepenuhnya ideal.

LDW di akan jadi mitra yang akan merajut dakwah bersama, dengan sinkronisasi yang baik diharapkan, dakwah ini bisa terasa setiap hari di kampus ini. Satu branding GAMAIS yang di usung oleh LDW juga menjadi sebuah cara agar GAMAIS bisa terasa di mana-mana. Karena perlu kita pahami dan akui bersama bahwa GAMAIS adalah wajihah formal di kampus., satu koordinasi ini pula yang bisa menjadikan LDPS dan LDF menjadi legal dan punya kekuatan hukum yang memungkinkan untuk ekspansi atau bekerjasama dengan lembaga ekstra kampus.

Mekanisme koordinasi dengan dipimpin langsung oleh sekjen yang akan memimpin para ketua LDW, kep. Sektor intenal yang akan memimpin para ketua kaderisasi,mushola dan ukhwah di LDW, kep.syiar dan pelayan yang akan mengakomodir tim syiar , media di LDW, Kep. Annisaa yang akan memimpin para kepala kemuslimahan di wilayah.kep.dana yang akan memantau dan membimbing ketua tim dana di wilayah dan kep.akPro yang akan membimbing apra ketua akpro di wilayah. Dengan cara seperti ini diharapkan percepatan pembangunan LDW bisa berjalan, sehingga sinergisasi dakwah kampus ITB dapat terjalin.

Muktamar Madani keluarga mahasiswa islam Januari 2008

Insya allah pada januari 2008, kita akan mengadakan sebuah mutamar madani untuk menyusun rancangan dakwah 2008-2012, sehingga keberlanjutan dakwah dapat berjalan. Untuk itu mari kita persiapkan bersama, setelah momen ramadhan, semua kader akan terfokus pada pembinaan dan agenda syiar dengan skala sedang, dan tentunya mempersiapkan segala hal untuk mensukseskan muktamar madani ini.

Dalam muktamar ini semua stakeholder GAMAIS [ pusat, wilayah/LDF/LDPS ] akan membahas bersama terkait rancangan dakwah kita untuk empat tahun kedepan dan pembentukan berbagai grand design dakwah, kaderisasi, dan syiar, serta-serta hal lain yang dianggap perlu dibahas untuk keberlangsungan dakwah ITB yang lebih sustainable.

Ikhwan dan akhwat fillah, sekiranya itu saja yang bisa saya ungkapkan . Saya sangat memohon agar tulisanini bisa di forward ke milis lain seperti milis LDPS dan LDF agar kita semua memahami apa yang akan kita lakukan. Tulisan ini bisa digunakan oleh semua kader di semua lini dan level wajihah, anda tinggal mengkoversikan ke keadaan yang ada di lembaga anda. Tulisan ini saya harap juga bisa di forward ke milis LDK lain agar bisa dijadikan sebuah inspirasi dalam menjalankan amanah dakwah di kampus masing-masing.

Akhir kata, semoga hal-hal yang di ungkapkan ini bisa menjadi trigger dan wawasan dalam berdakwah, walau ini hanya sebuah pemikiran seorang manusia saja. Saya mohon maaf untuk segala kekhilafan yang ada. Semoga dakwah ini bisa tetap pada asholahnya dan ke futuh-an kampus ini segera terwujud.

Advertisements

One comment on “Protokol #21 Surat ku Untuk Badan Pengurus Harian GAMAIS 2007-2008

  1. taufiq
    April 22, 2008

    kang minta kang… buat tahu gamais lebih dalam lagi..

    ok..ok..

    syukron jzk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 22, 2008 by in Dakwah Kampus.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,349 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: