Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

leukemia : antara hidupku dan matiku ( 1 )


hidup yang penuh misteri ini terkadang memang tidak pernah kita duga. seorang anak kecil yang tampak sehat dan tidak pernah mengalami masalah kesehatan sedikitpun. tiba-tiba mengalami demam tinggi, untuk waktu yang lama, sekitar 2 pekan mungkin. konsultasi ke dokter demi doketer pun dilalui. dimulai dari dokter umum, lalu dokter spesialis anak, lalu dokter penyakit dalam, lalu dokter saraf, hingga akhirnya tiba di dokter ahli hematologi.

tiba disana , di sebuah klinik di kawasan cipete, jakarta selatan, sebutlah ia bertemu dengan dokter M. ia tiba di klinik tersebut dalam keadaan tidak memiliki harapan , maklum anak kecil yang depresi karena hampir setiap pekan diambil darah ( a.k.a disuntik ), untung ia adalah anak yang kuat.

pengobatan-demi-pengobatan dilalui, hingga pada suatu malam ia menjerit karena pinggulnya seperti ditekan oleh gada besar. dalam keadaan darurat, orang tua nya membawa ia ke klinik biasa, dan ternyata anak ini divonis usus buntu, setelah menjalani perawatan yang sesuai, ia di inapkan di rumah sakit cipto mangunkusumo.

pemeriksaan berlanjut, dan ternyata ia tidak pula usus buntu, dokter meminta keluarga untuk meng-MRI sang anak kecil yang belum mengerti sama sekali tentang hidup ini.

“ma, kalau aku merepotkan, lebih baik aku mati saja, aku gak tega lihat keadaan ini”

“jangan ngomong gitu nak, kamu pasti sembuh, kamu harus sembuh”

pemeriksaan MRI tidak menghasilkan apa apa..

tidak lama setelah MRI, ia meninggalkan rumah sakit dalam keadaa yang sebetulnya tidak lebih baik.

hidup anak ini terus berlanjut untuk beberapa hari kedepan dengan datang dan pulang ke klinik Dr.M di cipete. obat demi obat , tes darah demi tes darah ia jalani dengan menahan rintihan sakit, yang ia tahan, karena tak tega melihat raut muka ibu yang senantiasa tegar menjaga dirinya.

tiba saat yang tidak diduga, ia tiba-tiba tersandung, dan ia tidak bisa bangkit kembali…

“ma, aku gak bisa berdiri”

Advertisements

One comment on “leukemia : antara hidupku dan matiku ( 1 )

  1. ikhlasul amal
    April 1, 2011

    Mas. Cerita tentang leukimia, itu mas, atau cerita dari esq ways? saya amal dari UNY!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 26, 2008 by in Kanker Anak, leukemia and tagged .

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,223,341 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: