Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

materi tarbawi : menepati janji


baru selese pertemuan rutin group melati yang telah mengumumkan nama internasionalnya,yakni J-clan ( jasmine clan). pertemuan tadi pagi seharusnya bermula pukul 06.00, akan tetapi karena anggota J-clan ini kebanyakan pejabat kampus, yah jadi pada telat-telat gitu deh.

bermula sekitar pukul 07.00 dengan tadarus dan dilanjutkan dengan sarapan dengan indomi rebus dan pisang goreng dan teh manis hangat. saya sendiri baru hadir pukul 7 lewat. sarapan ini terasa sangat hangat dan menyenangkan karena di iringi oleh pembicaraan santai yang berkisar seputar cerita pribadi selama 1 pekan terakhir dan isu isu strategis nasional. termasuk membicarakan tentang kemahasiswaan ITB yang makin gak jelas.

sekitar pukul 8, Mr.B menyampaikan materinya, dimulai dengan tausiyah singkat dari saya bertema istiqomah, saya bercerita sedikit tentang instrument penjaga ke-istiqomahan, yakni daya dukung eksternal berupa ukhwah islamiyah, dan daya dukung internal, yakni mahabatullah. selanjutanya Mr.B menyampaikan materi dari beliau, yakni tentang menepati janji.

cerita beliau bermula dari kisah hidup beliau di jepang yang serba displin dan menghargai waktu, memang disana banyak perangkat pendukung yang membuat seseorang bisa hidup tepat waktu dan selalu disiplin, seperti hal terkecil jadwal kereta yang setiap 3 menit, dan betul-betul on time. disinilah budaya yang perlu kita bangun bersama.

selanjutnya Mr. B menjelaskan apa urgensi dari menepati janji itu sendiri. menepati janji ternyata tidak sebatas hubungan manusia dengan manusia, akna tetapi juga merupakan hubungan manusia dengan Allah, bisa jadi seseorang mengikhlaskan ketidaktepatan janji kita, akan tetapi Allah belum tentu. selanjutnya menepati janji merupakan sifat para rasul, inilah mengapa nabi muhammad menjadi Al amin terlebih dahulu baru menjadi seorang Rasul.

menepati janji merupakan ciri peradaban yang maju

selain itu sebagai seorang da’i , menepati janji merupakan salah satu kunci kepercayaan dari umat kepada dirinya. oleh karena itu perlu kiranya kita meningkatkan kapasitas diri ini terutama dalam disiplin diri. seorang kader itu tampak bukan pada apa yang ia katakan, tapi kepada kebiasaan positifnya. inilah yang menjadi kelebihan dari kader dakwah.

yupz, thats the point of this week meeting.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 25, 2008 by in Aku dan Diri, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,349 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: