ternyata akhwat itu hanya rapih di luar


wah wah wah… pasti anda bertanya apa yang saya maksud… saya mohon jangan menganggap apa yang akan saya kemukakan adalah untuk menjustifikasi, tapi yang saya harapkan adanya perubahan. kehidupan yang saya alami dan segala aktifitasnya memungkinkan saya bertemu dengan banyak orang, termasuk akhwat berjilbab. dimana secara tampilan fisik, seringkali kita melihat akhwat dengan pakaian sangat rapih, dengan jilbab lebar dan dengan perpaduan warna yang indah antara atasan ( baju ) dan bawahan ( rok ), atau ada beberapa yang gemar memakai gamis. pakaian ini dipadankan juga dengan jilbab yang senada atau “match” dan ditambah ornamen yang mendukung seperti manset yang warnanya sama dengan pakaian atau bros yang cocok dan enak dilihat, hingga kaos kaki dan sepatu yang disesuaikan atau bahkan tas yang juga harus sesuai dengan pakaian. anyway, apa yang saya sampaiakan ini bukan bentuk penyalahan, justru menurut saya memang akhwat pun perlu “matching” dalam berpakaian agar “lookable”. terkadang saya justru mempertanyakan akhwat yang tidak pandai merangkai dan memadankan pakaian. ini terkadang memberi ekses negatif terhadap kader dakwah.

saya tidak akan membahas mengenai fiqih pakaian wanita, karena saya bukan ahlinya, akan tetapi saya akan menyinggung sisi lain akhwat. akhwat yang mungkin kita nilai sebagai sosok yang apik, telaten dan bersih serta rapih. beberapa pengamatan dan observasi saya ke tempat tinggal akhwat yang se-muhrim-tentunya-dengan-saya, menunjukkan bahwa kondisi tempat tingal a.k.a kost mereka tidak lebih baik dari ikhwan. atau dengan kata lain, akhwat pun berantakan kostnya, seperti gelas yang belum di cuci, pakaian yang belum di gosok, buku berserakan,sepatu yang asal tumpuk di rak sepatu,  seprai yang lusuh atau alat masak yang asal tumpuk, dan kamar mandi yang penuh dengan alat mandi.

saya mempunyai kekhawatiran akan kondisi ini, dan timbul sebuah pertanyaan, apakah akhwat ini tidak sempat untuk membersihkan tempat tinggalnya atau akhwat memang tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga ?

Advertisements

10 Comments

  1. Subhanalllah…antum jeli banget melihat akhwat sampai ke warna kaos kaki dan mansetnya, yang pasti memang selalu ada tahapan dalam perubahan akhwat, membina masyarakan muslimah perlu kesabaran. jadi tidak bisa langsung menuntut kesempurnaan. syukron tulisannya, insya Allah akan menjadi masukan

  2. pas antm sidak,mgkn akhwtx lg sibuk dgn tgs2x kulx mjelang ujian+ amanah2 dakwah kali.jd agak g sempat beres2 gitu. dan itu g blangsung trus2an,hanya kdg2 aja. an yakin, 98% akhw itu rapi,teratur & cnt keindahan. ^ ^
    hidup akhwat!

  3. Sang Murabbi

    Merangkum hati yang terserak
    Menggenggam yang terlepas
    Meretas gagasan menjadi kenyataan
    Menapak jejak tak tergoyahkan
    Menatap dengan kesejukan
    Menegur dalam cinta
    Bersemangat namun syahdu
    Diiring doa sunyi
    Kami rindu
    Haus dahaga tak terperi
    Pada sosoknya
    Sang murabbi yang dicintai
    Masihkah ada?…

    download thriller dalam format 3gp dan avi jg nasyid izzis:
    http://menantisyahid.blogspot.com

  4. aslmkum…
    salam kenal akhi..
    ana dari gunadarma…
    untuk tulisan yg ni…saat ini…
    ummm….no comment dulu deh
    =)

  5. hmm.. lagi sibuk itu akhwatnya kak.. salam kenal kak,, anak itb ya..kenal sama taufik suryo nugroho? itu temen saya.. (mulai ga penting..)

    tulisannya bagus2,, ^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s