Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

i’m nobody in no where


menjadi seseorang di tengah kerumunan mungkin menjadi hal yang biasa untukku, kebiasaan dan kesibukan di kota bandung, dari pagi hingga malam membuat waktu untuk pribadi berkurang. amanah dakwah atau konsekuensi dakwah yang Insya Allah akan dibalas di akhirat kelak ( amiiin ).

tapi satu pekan di kota padang, aku merasakan keindahan tersendiri, aku menjadi seorang yang bukan siapa siapa di tempat yang aku pun tak tahu harus kemana. disini, tidak ada yang mengenal ku sebagai seorang kepala GAMAIS, aku hanya mahasiswa dari bandung yang kerja praketk 2 bulan di kota padang.

terkadang aku berpikir untuk mematikan handphone, membuang jam tangan, menjatuhkan jam dinding dan pergi ke tempat dimana aku bisa sendiri, belajar dan mengenal lebih dalam siapa diriku. Ustdz Aidh Al Qarni menyebutnya dengan istilah uzlah atau menyendiri untuk perbaikan. aku berpikir kapan aku bisa seperti itu.

aku ingin menjadi manusia biasa yang tak dikenal dan tidak penting di masyarakat untuk sementara, di tempat yang dimana aku juga tak mengenalnya. dan aku rasa momen kerja praktek ini adalah kesempatan yang baik untuk menyendiri.

selama sepekan ini, aku banyak menatap laut dan matahari tenggelam sendirian di iringi desiran ombak yang indah. aku banyak belajar siklus hidup, aku mulai mengenal kembali kesederhanaan diri, aku melihat kepolosan tawa anak yang ikhlas menjalani takdir, aku juga memperhatikan bagaimana penjual makanan yang terus berusaha walau pengunjung sedikit, aku memahami bahwa hidup ini memang susah, hidup ini tidak bisa dilewati dengan berleha-leha saja.

hmhmhm…. kadang sendiri itu indah, bebas dari rutinitas yang menjenuhkan, semoga dua bulan disini aku bisa belajar dan belajar lebih, hingga ketika tiba saatnya aku harus kembali menjadi panglima dakwah di kampusku, aku telah siap untuk memberikan lebih baik ketimbang sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 15, 2008 by in Aku dan Diri.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,223,341 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: