Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Mencegah Penyebaran Virus Merah Jambu


Di kampus kami ada suatu trend baru diantara aktifis dakwah, yakni hubungan ikhwan dan akhwat yang melewati batas, masalah ini meresahkan sesama aktifis dakwah lain, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini ?

Sejatinya saya tidak begitu suka dengan istilah virus merah jambu,akan tetapi daripada saya membuat istilah lain dan belum tentu diterima, saya mencoba menerima bahwa virus itu memang bernama merah jambu. Terlepas dari namanya yang tidak enak didengar, saya melihat gejala ini mulai timbul pada era dimana kader dakwah semakin bertambah, sehingga kualitas pemahaman tidak merata. Sebetulnya ini bukan hal yang sangat salah, bisa jadi kita melihat dari sudut positif, bahwa ternyata dakwah kampus diterima oleh objek dakwah, bahkan objek dakwah yang belum begitu paham akan ajaran Islam secara menyeluruh. Ya, saya ingin mencoba mengingatkan Anda bahwa VMJ bukanlah hal yang buruk sekali. Kita perlu sedikit mengganti frame kita, jika ada kader yang terkena virus ini, maka ia adalah objek dakwah bagi kita. jadi pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan objek dakwah. Berkembangnya dakwah belakangan ini membuat berbagai metoda pendekatan dakwah dilakukan, apakah itu dengan cerpen, novel atau nasyid. Dan perlu kita ingat bahwa cerpen, novel atau nasyid yang berkembang banyak seputar kisah percintaan suci antara dua kekasih. Ini bisa menjadi salah satu penyebab berkembangnya pemikiran kader. Seharusnya media seperti itu diperuntukkan bagi objek dakwah yang masih awam, akan tetapi entah mengapa kader inti pun juga menyenangi media dakwah seperti itu. Pada dasarnya Virus ini mulai merebak biasanya disebabkan oleh 2 hal,

Pertama, longgarnya regulasi atau tata nilai tidak tertulis terkait hubungan ikhwan dan akhwat. Pengamatan saya menilai virus ini cepat merebak di perkotaan, untuk di daerah biasanya lebih sedikit, karena tata nilai hubungan ikhwan dan akhwat lebih rigit. Pencegahan yang bisa kita lakukan untuk virus ini adalah membentengi kader dengan dua kerentanan sebab diatas, yakni dengan tata nilai hubungan ikhwan akhwat serta ukhwah yang kuat. Terkait hubungan ikhwan akhwat, bisa dimulai dengan pembatasan waktu berkomunikasi, seperti tidak ada hubungan komunikasi ( kecuali darurat ) antara ikhwan dan akhwat diantara pukul 21.00 s.d subuh, atau terkait hijab saat bertemu dan rapat, atau pencegahan sms yang tidak penting ( bahkan sms berisikan tausiyah juga bisa menjadi masalah ). Memang diperlukan ketegasan di sisi pemimpin dakwah agar tata nilai ini bisa berjalan, akan tetapi untuk lembaga dakwah yang sangat terbuka dan heterogen memang perlu kebijakan khusus karena salah kebijakan dapat membuat kader antipati dengan dakwah itu sendiri.

Kedua, lemahnya ukhwah diantara kader. Mengapa saya mengatakan lemah ukhwah, karena virus ini biasanya bermula dari kurangnya perhatian dari sesama gender, maka ia mencari pelarian ke gender yang berbeda. Memang sudah fitrahnya saya rasa, kita lebih nyaman dengan bercerita dengan lawa jenis. Saya kurang tau mengapa, tapi memang begitu adanya. Selanjutnya sisi ukhwah diantara kader dakwah, coba bangun nuansa kekeluargaan, merajut budaya keterbukaan untuk berbagai kesusahan maupun kesedihan, berbagi senyum dan tangis di antara kader sesama gender. Ketika seseorang sudah nyaman untuk bercerita dengan sesama kader yang satu gender, ia tidak akan berpikir untuk bercerita kepada lawan jenis. Buadaya apresiasi perlu dibangun diantara kader dakwah, mulai dari hal yang sepele seperti mengungkapkan perasaan terima kasih, atau pujian atas keberhasilan, selalu berpikir positif sesama kader, dan budaya saling mendukung satu sama lain.

Jika ternyata sudah terjadi kasus ini maka diperlukan penanganan yang tepat dan sabar. Penangananvirus ini harus dengan kesabaran, dan mengutamakan emosi ketimbang logika. Karena seorang yang telah dilanda asmara biasanya sulit menggunakan logika dalam berpikir, emosi lebih berperan dalam hal ini. Maka pendekatan emosi perlu dilakukan agar solusi yang diberikan tidak melukai kedua belah pihak.

Mengenali siapa yang terjerat virus ini

Mengenal dengan baik, siapa yang terjangkit virus ini, apakah ia seorang yang memiliki ego tinggi, apakah ia seorang yang baru saja puber, ataukah ia seorang yang pendiam. Selain itu klasifikasikan ia pada sisi amanaha struktural. Apakah ia seorang staf, atau ketua departemen, atau lainnya. Hal ini untuk juga menyesuaikan solusi yang diberikan. Selain itu kenali juga sejauh mana virus ini berdampak pada dirinya, sejauh mana menganggu aktifitas akademik dan dakwahnya. Dengan mengetahui bagaimana kadar virus ini baru bisa kita menentukan langkah selanjutnya.

Pendekatan solusi

Metode pendekatan solusi yang dilakukan pada dasarnya ada 5 hal, yakni dengan ;

1. Diskusi rutin ( tidak terjadwal, tapi memiliki alur, untuk menyadarkan tanpa menghakimi )

2. Pembebanan amanah lebih agar ia lebih fokus pada kegiatan ketimbang urusan hatinya dengan lawan jenis

3. Menegaskan regulasi atau tata nilai

4. Mengingatkan melalui mentor yang bersangkutan

5. Membiarkan saja, akan tetapi tetap pastikan ia dalam lingkungan dakwah, selama ia masih dalam lingkungan dakwah ia akan lebih terjaga, dan mendoakan agar suatu hari sadar

Kesemua pendekatan solusi ini sebisa mungkin dilalukan oleh satu orang saja tidak perlu beramai-ramai, jika perlu virus ini tidak disebarluaskan untuk kepentingan menjaga perasaan saudara kita.

Menjalankan dengan sabar

Menyelesaikan virus ini butuh kesabaran yang besar, waktu yang diperlukan bisa lama bisa sebentar, tergantung sejauh mana kadar virus dan usaha kita untuk setia “menemani” saudara kita. Dalam proses penyembuhan virus ini, Anda juga tidak boleh menjustifikasi kader ketika diskusi, biarkan ia menyampaikan pendapatnya dan keluhannya, tunjukkan tekad kita bahwa kita bisa menjadi tempat berbagi, yakinlah pula bahwa jodoh selalu ada bagi kita. Meyakinkan dengan pendekatan emosional. Buat ia terbuka, buat ia bercerita, buat ia bisa nyaman dengan kader sesama gender.

Memang pada dasarnya tidak ada prosedur atau rumus baku untuk menyelesaikan virus ini, akan tetapi tips yang telah diberikan bisa dijadikan sebuah pegangan untuk menentukan langkah teknis untuk menyelasika virus ini.

Advertisements

19 comments on “Mencegah Penyebaran Virus Merah Jambu

  1. aisar
    July 7, 2008

    😀 ini sih dibuat dalam rangka jaim aja kekeke..

    santai cup, mari kita ubah frame berpikir bahwa :
    VMJ akan mengakselerasi kinerja dan performa kader dakwah

    ehehe..

  2. aisar
    July 7, 2008

    tambahin link-nya dah ini : http://pacaranislami.wordpress.com

  3. mas_adhi
    July 7, 2008

    hehehe

  4. ngadiyo
    July 7, 2008

    biasanya VMJ menyerang ikhwan-akhwat. Ada satu hal yang perlu menjadi wacana bagi yang benar-benar percaya akan batasan hubungan cewe-cowo. Adakah diantara mereka malah salah jalur orientasi menjadi benci cewe? mungkin ada mungkin tidak. Di sini saya ingin berbagi cerita, misal terjadi disorientasi, ikhwan malah suka dengan ikhwan atau sebaliknya, satu fenomena mairil misalnya. Kalo demikian bagaimana tanggapan antum? Jazakallah

  5. M Shodiq Mustika
    July 7, 2008

    Virus itu tidak terlalu berbahaya apabila (1) dayatahan orangnya kuat dan (2) virusnya dilemahkan, sehingga menjadi vaksin yang justru berguna.

    Jadi, kita dapat menerapkan dua macam strategi untuk menanggulangi merebaknya VMJ: (1) memperkuat dayatahan orangnya melalui penyediaan Panduan Pacaran Islami, dan (2) melemahkan virusnya dengan jalan pengawasan yang sebijak-bijaknya, sehingga Panduan Pacaran Islami itu berlaku sebagaimana mestinya.

  6. Pingback: Mengatasi Penyebaran Virus Merah Jambu « Salafi Liberal

  7. wahyu SF 07
    July 8, 2008

    kang,Gamais sendiri pernah gk mengadakan suatu pencegahan agar para kadernya gk terjangkit tu viruss??

    trus mw nanya klo di Gamais sendiri hubungan ikhwan akhwat gimana?? kalo dulu di rohis dulu, sama akhwat sering menundukan pandangan, kalo disini kykny gk tu

    wahyu ko widodo
    kader muda Gamais
    farmasi07itb.wordpress.com

  8. ridwansyahyusufachmad
    July 8, 2008

    @aisar

    iya juga ya , kadang VMJ memicu kinerja dakwah ( wah pengalaman kayaknya nih !! )

    @adhi
    jangan ketawa2 aja kow

    @wahyu
    aturannya memang tidak ditegaskan di gamais, melihat kondisi kader di gamais sangat varian, tapi nilai2 dasar ada di pedoman LDK GAMAIS

    @m shodiq
    thx for tambahannya,

    @ngadiyo
    disorientasi ? wah saya belum punya jwabannya , segera saya cari , syukron

  9. restya
    July 9, 2008

    @ K Aisar : jd nyesel ngasih tw link itu -_-

    @ K Yusuf : blogmu harimaumu :mrgreen:

  10. restya
    July 9, 2008

    ngomong2 soal virus…

    – kalau tubuh Anda terserang virus :
    minumlah obat sampai virusnya mati…karena klo virusnya belum mati, virus akan beradaptasi dan menjadi lebih kebal terhadap obat2an.
    makanya, obat antibiotik harus diminum smpe habis

    – kalau PC Anda terserang virus :
    gunakan antivirus atau berbagai cara agar virus ter-delete

    CMIIW :mrgreen:

  11. karafuruworld
    July 12, 2008

    @ Restya : Berarti kalo semakin hari si pembuat virus semakin huebat mbikin virusnya kita juga kudu ngupdate antivirusnya, ya??? Kalo update-annya clean sih OK… Kalo update-annya malah bervirus baru gimana, donk?

    @ Ka Ucup : Afwan, Ka, si karafuru san yang berasal dari karafuruworld ini belum bertaaruf di blog…
    Jadi, perkenalkan : Araf Pratamanaim EL 07 dari GP tea….

  12. Rachmad Vidya
    July 13, 2008

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    @ Mbak Restya : bagus mbak analoginya

    @ Araf : engkau jalan2 terus yah,, publikasi blog yah 🙂 (kamu ketahuan,,)

    @ Kang Ucup: Hmmm…

    @ Mas Aisar: Tuh link dah q ubek2, walau belum semua kebaca 🙂

    Yah,, memang tidak pernah sepi bahasan tentang yang satu ini.. Bahan bagus buat dijadikan special edition mentoring 🙂 terutama kalau bahasan mentoring lagi membosankan.. hehehe… pernah kucoba menerapkannya d OSIS soalnya pas SMA

    Rachavidya
    EL’07

  13. mas_adhi
    July 16, 2008

    masya Allah racun dunia..

  14. rina
    July 19, 2008

    He…he….aku ngga’ tau menau soal begituan. Eh…tapi klo misal di pacok2in / dicomblangin ma lawan jenis tu gimana ya?. Kadang aku sebel juga, takutnya klo zina hati. Tul ngga’?. Oh ya salam kenal, tapi aku blom jadi mahasiswa kaya’ kalian. Masih kecil,baru SMA. jadi belum paham2 amat yg kalian bicarakan. Meski org kalo ketemu ma aku kadang ngiranya aku dah kuliah (He…he..).

  15. ldkibadurrahman
    July 24, 2008

    ……….???????????!

  16. adnan
    January 4, 2009

    assalamualaikum

    subhanallah, analisis antum hebat juga akh

    akh, yusuf
    afwan ane izin minjem bahannya yah bwt tausiyah

    jazakallah khairan katsir

  17. icetea
    January 6, 2009

    assalamualaikum
    mungkin yang jadi permasalahan adalah ktika dri sendiri terkadang mengalami hal itu, banyak hal mungkinn yang patutnya kita sadari ketika dakwah sendiri haruslah kita jadikan amanah buat diri kita, insya allah niat untuk melirik ikhwan di balik hijab pun g selera walaupun maksudnya bukan karna mereka ga enak di pandang namun karna memang itulah penyebab dakwah bukan niat satu-satunya enat malah pas syuro’ eh,,, niat nya pengen ketemu ama akhwat atau ikhwan se org.
    makasih loh akh buat ilmunya
    tetep istiqomah ya…..

  18. Dhani
    January 7, 2009

    Ini sih kalo jaman SMA dikenal dengan

    CBSA (Cara Belajar Santri Aktif), loh! bukan..!

    CBSA = Cinta Bersemi Sesama Aktivis

    ahahahai…

    Request materi akh..

    “Fenomena Cinta dan Militansi Da’wah”

    kayaknya, seru tuh..

  19. Hikaru
    February 1, 2010

    Klo’ inget janji cnta Nya adl yg pling smpurna.. Ngpain di ganggu gugat sblm wktu nya.. Hoho2,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 7, 2008 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,223,341 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: