Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Kemerdekaan Beragama Sebagai Bentuk Mengisi Kemerdekaan Indonesia


 

Oleh Ridwansyah Yusuf Achmad*

Ditulis sebagai bahan untuk Pers Mahasiswa ITB edisi Agustus 2008

 

Kemerdekaan Indonesia

Sudah 63 tahun kemerdekaan Indonesia, usia yang panjang untuk seorang manusia, akan tetapi belum begitu panjang untuk usia sebuah Republik. Kemerdekaan Indonesia ini patut menjadi refleksi bagi kita seorang umat beragama, sejauh mana kita telah mengisi kemerdekaan ini dengan menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Sejauh mana kita mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang mendekatkan diri pada tuhan yang jelas-jelas telah tercantumkan dalam Pancasila.

Agama telah merekat sangat lama dalam budaya Indonesia, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Budha telah banyak berkiprah untuk menanamkan nilai-nilainya dalam budaya Indonesia, beberapa dari Agama ini juga telah mendirikan kerajaan dalam kurun waktu yang cukup lama sebagai bukti kekuasaan dan pengaruh mereka. Bahkan Agama saat ini juga telah menjadi bagian dari budaya Indonesia itu sendiri, seperti Pulau Bali dengan budaya Agama Hindu yang sangat kental, serta Sumatera Barat yang memiliki jargon nilai kehidupan “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”.

Kemerdekaan Beragama

UUD Pasal 28E menyatakan : tiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dan setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai nuraninya.

Dengan adanya Undang-undang Dasar ini maka dapat dipahami bahwa hak atas kebebasan berkeyakinan dan beragama, mencakup kebebasan menganut atau menetapkan agama atau kepercayaan atas pilihan sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama, di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama atau kepercayaan dalam kegiatan ibadah, ketaatan, dan pengajaran. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga mengurangi kebebasan untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaan sesuai pilihannya.

Karena ini merupakan hak dasar, maka sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk selalu menjaga dengan baik, hak setiap warganya untuk beragama sesuai dengan keyakinannya. Pertanyaan adalah bagaimana jika seseorang menganut agama yang tidak menjadi agama yang diakui oleh pemerintah ?

Pada dasarnya memang tidak ada larangan untuk meyakini Tuhan manapun yang diyakini, akan tetapi jangan sampai merusak nilai-nilai agama yang telah murni dan menganggu ketentraman bersosial di masyarakat. Seorang Muslim tentu akan sangat tersinggung jika ada sekelompok orang yang mengaku menjalankan agama Islam jenis baru akan tetapi ia tidak Sholat, puasa, zakat dan sebagainya, atau Ketika novel The Da Vinci Code karya Dan Brown keluar, banyak tokoh Kristen yang marah. Novel itu dianggap bisa merusak keyakinan umat Kristen. Kemudian sejumlah buku dirilis oleh kalangan Kristiani untuk menyelamatkan keyakinan mereka. Ini dilakukan karena memang dalam buku ini dituliskan hal yang bertentang dengan padangan umat Kristen pada umumnya tentang sejarah Yesus.

Kemerdekaan beragama bukan berarti seorang atau sebuah komunitas bebas menjalankan agama apapun dengan aplikasi yang bervariatif, akan tetapi kebebesan untuk memilih diantara agama yang diakui pemerintah sesuai dengan ketentuan dan tata nilai Agama yang dianut, jika ternyata keyakinan yang ia anut tidak relevan dengan Agama-agama yang diakui oleh pemerintah maka ia bebas menjalankannya untuk dirinya sendiri, atau jika memang komunitas Agama baru ini telah berkembang dan memiliki banyak pengikut, maka bisa saja diajukan ke pemerintah untuk mengesahkan Agama baru yang diakui oleh pemerintah, seperti Agama Konghucu beberapa tahun yang lalu.

Perlu kiranya kita bisa bijak memaknai kemerdekaan beragama ini, karena walau Agama adalah HAM yang mendasar, akan tetapi HAM juga perlu ditertibkan jika ternyata menganggu ketentraman masyarakat.

Sikap Kita sebagai mahasiswa !

Mahasiswa sebagai seorang yang mampu melihat secara subjektif tentang berbagai isu yang ada, diharapkan dapat menjadi guardian of value dari tata nilai Agama masing-masing. Perlu diingat bahwa sebelum kita berkomitmen untuk banyak hal di dunia ini, komitmen kita dengan Tuhan adalah menjadi hal yang utama dan pertama. Oleh karena itu, sebagai bentuk mengisi kemerdekaan bangsa dengan kemerdekaan beragama, maka akan sangat bijak jika kita bisa menjalankan nilai Agama kita dengan baik dan terus menjaga kemurnian Agama kita dari pihak yang ingin merusak kemurnian sebuah Agama.

 

*penulis adalah Mahasiswa Program Sarjana Teknik Planologi ITB Angkatan 2005 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Dakwah Kampus GAMAIS ITB

Advertisements

One comment on “Kemerdekaan Beragama Sebagai Bentuk Mengisi Kemerdekaan Indonesia

  1. iwan
    August 12, 2008

    Assalammu’alaikum
    Kemerdekaan beragama sudah selayaknya pemerintah merealisasikannya, tetapi bagaimana dengan agama-agama yang agak sedikit melenceng seperti Ahmadiyah. Apakah harus dimerdekakan juga Kang???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 11, 2008 by in Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,227,333 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: