Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Keseimbangan Antara Dakwah dan Kuliah


bagaimana caranya untuk menyeimbangkan antara dakwah dan kuliah ? agar aktifitas kuliah tetap baik dan kinerja dakwah tetap optimal.

Tugas utama seorang mahasiswa adalah belajar. Hal ini perlu kita pahami bersama sebagai sebuah kewajiban yang harus dituntaskan dengan predikat memuaskan. Sebagai seorang muslim yang berdedikasi terhadap pendidikan tentu kita perlu menjadikan hal ini sebagai prioritas. Akan tetapi sebagai seorang kader dakwah, menjaga kinerja dakwah agar tetap optimal dan konsisten juga merupakan tuntutan tersendiri, maka perlu juga perencanaan yang baik untuk menyeimbangkan kedua hal ini.

Ada hal yang unik dari keluhan yang terjadi diantara kader dakwah masa kini, adalah ketika nilai sedang menurun, maka kambing hitam yang paling mudah untuk di tunjuk adalah banyaknya aktifitas dakwah. Hal ini seakan-akan dakwah lah yang membuat nilai Anda jatuh. Hey Brother open up your eyes, apakah betul dakwah yang membuat nilai turun ? jika Anda percaya hal ini, maka Anda tidak percaya janji Allah akan balasan akan amal yang kita lakukan. atau mungkin Anda sudah cukup mengalami disorientasi dakwah sehingga Anda merasa tidak bermanfaat untuk menjalankan dakwah, justru dakwah membuat Anda terpuruk.

Saya bisa memahami pandangan seseorang tentang hal ini, lalu saya bertanya kembali, apakah Anda bisa menjamin tanpa aktifitas dakwah nilai Anda akan meningkat. Saya pernah menantang hal ini ke salah satu kader saya, dan ternyata hasilnya ia hanya mengalami peningkatan IP sebesar 0,1 saja. Kenaikan yang tidak banyak menurut saya, dan tidak sebanding dengan meninggalkan dakwah.

Hal lain yang sering muncul berlawanan dengan kasus diatas, yakni kader dakwah yang sudah cukup frustasi dengan nilainya sehingga ia berpikir untuk tidak begitu memperdulikan akademiknya dan hanya focus pada aktifitas dakwah. Saya melihat kader dengan pandangan seperti ini masih sepakat dengan motto kader dakwah 1 dekade silam, yakni kader yang IP nya 2,00 adalah mujahid, dan kader yang IP nya 3,50 adalah pengkhianat. sebuah pandangan yang jauh dari relevan untuk di aplikasikan saat ini.

(1) Life is about mindset. Jargon ini tampak sangat nyata dan benar adanya. Jika Anda berpikir bahwa Anda bisa berdakwah secara optimal dengan tetap meraih nilai memuaskan, maka Anda akan menjadikan hal tersebut kenyataan. Ini langkah penting dalam memulai keseimbangan ini, pikirkan lalu tuliskan atau lukiskan keinginan Anda ini dalam secarik kertas, lalu internalisasikan secara mendalam kepada hati dan pikiran Anda. salah satu kisah unik dari salah seorang mantan presiden Amerika Serikat, dimana ia menempelkan gambar white house di langit-langit kamarnya sejak ia berusia belasan tahun. Sehingga setiap pagi ketika bangun tidur ia bisa melihat gambar itu, dan beberapa tahun kemudian ia berhasil menjadi presiden. Saya mencoba hal ini pada semester ke-6 saya di ITB. Saya meniatkan dalam hati bahwa tidak boleh ada lagi nilai B dalam traskrip saya, saya membayangkan hanya nilai A di transkrip saya. Lalu saya tulisakan hal itu di buku catatan, dan saya buat gambar untuk di taruh di background desktop laptop saya. Selama satu semester mindset saya jaga, dan Alhamdulillah di akhir semester, hanya ada 1 nilai B dalam transkrip nilai semester 6 saya, IP 3,9 pun diraih.

(2) Fokus pada apa yang dikerjakan. Perjuangan melawan diri adalah ujian tersendiri bagi seorang manusia. termasuk berjuang untuk tetap fokus pada apa yang dikerjakan. Seringkali tantangan yang sering dihadapi adalah, ketika Anda sedang kuliah, pikiran Anda pada tanggung jawab dakwah kampus, dan ketika sedang rapat terkait dakwah kampus, pikiran Anda justru tentang tugas kuliah. Disinilah terjadi diskoneksi antara tubuh dan jiwa. atau separasi antara pikiran dan otak. Apa akibat jika hal ini dibiarkan ? akibat yang cukup sering ditemui adalah ketidakoptimalan Anda dalam melakukan segala hal. Oleh karena itu Anda bisa memulai dengan menyingkirkan hal-hal yang bisa menggangu fokus Anda. Seperti, ketika kuliah atau belajar, maka mobile phone bisa dinon-aktifkan atau catatan-catatan yang tidak berhubungan dengan kuliah bisa disingkirkan. Menghilangkan hal yang tidak berhubungan dari pandangan merupakan langkah yang snagat membantu. Setelah itu mungkin akan terjadi pergolakan batin pada diri Anda, akan tetapi jika Anda bisa melewati hal ini, maka akan lebih mudah kedepannya untuk manajemen fokus.

(3) Memperhatikan dan mencatat di kelas

Membiasakan diri untuk memperhatikan apa yang dosen ajarkan di kelas serta mencatat hal-hal yang perlu dicatat bisa memudahkan Anda memahami perkuliahan. Kadangkala dengan hanya memperhatikan dosen sudah cukup membuat kita untuk paham akan sebuah mata kuliah. Selain itu dengan mempunyai catatan pribadi terkait kuliah, maka akan lebih memudahkan ketika dibutuhkan untuk belajar, dan kita juga jadi tidak tergantung pada catatan orang lain.

Selain berdampak ada diri, dengan memperhatikan dosen juga berdampak pada citra diri seorang kader dakwah. Dosen akan melihat bahwa ternyata kader dakwah adalah seorang mahasiswa yang rajin dan bisa menjadi teladan dalam hal akademik untuk sekitar. Sesekali bertanya jika ada yang tidak mengerti, terkadang justru dengan bertanya, Anda jadi lebih cepat mengingat suatu hal.

Ketika kita sudah cukup memahami suatu mata kuliah hanya dengan memperhatikan di kelas, maka waktu belajar di rumah untuk ujian akan lebih sedikit, sehingga alokasi waktu yang tadinya untuk belajar, diganti menjadi untuk kegiatan dakwah

(4) Mengalokasikan waktu belajar setiap hari

Alokasikan waktu belajar secara rutin setiap harinya, apakah itu di waktu pagi, siang atau malam. Tepatnya alokasi waktu khusus untuk belajar di waktu luang, belajar disini bukan mengerjakan tugas, akan tetapi betul-betul belajar, membaca atau latihan soal terkait mata kuliah tertentu. Sehingga saat menjelang ujian, Anda tidak perlu menggunakan sistem kebut semalam yang membuat hasil ujian tidak optimal. Bisa dikatakan salah satu inti dari menyeimbangkan akademik dan dakwah adalah pada belajar rutin ini. Memang pada awalnya akan butuh perjuangan agar konsisten. Akan tetapi jika sudah bisa dijadikan kebiasaan, maka manfaatnya akan langsung terasa.

(5) Jangan menunda mengerjakan tugas

Jangan pernah menunda tanggung jawab dakwah atau tugas kuliah, karena menunda sesuatu akan berdampak kepada agenda agenda yang lain. Sebutlah Anda menunda sesuatu satu hari saja, maka tugas yang Anda dapat pada hari esok juga akan ikut tertunda. Poin penting dari kenapa harus mengerjakan sebuah tanggung jawab sesegera mungkin adalah karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok, tantangan apa yang akan datang besok, dan tugas apa lagi yang akan diberikan kepada Anda besok.

(6) Alokasikan waktu berkegiatan dengan tepat serta memilih tanggung jawab yang sebanding dengan kapasitas diri

Sesuaikan potensi Anda dengan beban yang Anda emban, jangan sampai berlebihan, karena beban tanggung jawab yang berlebihan akan berdampak pada di efesiensi kinerja, pembunhan karakter dan hasil yang tidak optimal. Bersikap bijak terhadap tanggung jawab yang diberikan, terima tanggung jawab yang sesuai dengan diri, dan tolak tanggung jawab yang sekiranya terlalu membebani Anda. Terkait jumlah tanggung jawab dalam satu waktu juga perlu diperhatikan.

Setelah Anda sudah memutuskan untuk menjalankan beberapa tanggung jawab dalam waktu tertentu, maka sudah menjadi tanggung jawab Anda untuk memberikan yang terbaik terhadap tanggung jawab ini. Alokasikan waktu secara proposional tergantung tingkat kepentingan dan keterdesakan suatu tanggung jawab.

(7) Mempunyai agenda harian serta checklist catatan tugas

Tools tambahan yang bisa digunakan untuk membantu keseimbangan kuliah dan dakwah adalah dengan mempunyai catatan khusus mengenai jadwal harian dan pekanan, serta to do list , dan beri tanda mana yang sudah dikerjakan. Sehingga Anda bisa melihat dan merencanakan kapan akan menyelesaikan suatu tugas atau tanggung jawab tertentu.

Advertisements

5 comments on “Keseimbangan Antara Dakwah dan Kuliah

  1. cypher_q
    August 30, 2008

    Jazakallah akhi..

  2. Lya
    September 1, 2008

    Kepada YTH,
    Kepala Gamais ITB
    Ridwansyah Yusuf Achmad
    Di tempat

    Melalui surat ini, perkenankanlah kami memperkenalkan diri terlebih dahulu. kami adalah sebuah penerbit Salamadani Pustaka Semesta, salah satu anak perusahaan Grafindo Media Pratama. kami memiliki tagline “inspiring book publishing” yang keutamaannya karena buku-buku
    terbitan kami merupakan inspirasi dan motivasi bagi pembacanya. Sebagai salah satu perusahaan dengan skala nasional terbesar di Indonesia, kami telah mampu menghasilkan ribuan cetak buku yang berkualitas dan telah didistribusikan keseluruh wilayah nusantara. termasuk buku insight of kun fayakuun kategori best seller (yang sedang naik daun baru-baru ini).

    pada kesempatan khusus ini, kami bermaksud menawarkan sebuah kerjasama dalam bentuk program ngabuburit Kun fayakuun dengan durasi kurang lebih 2 1/2 jam yang dapat diikuti oleh rekan-rekan Gamais ITB atau lebih hebatnya lagi dapat diikuti seluruh mahasiswa ITB menjelang berbuka puasa. Adapun rincian kegiatan Program ngabuburit kun fayakuun ini, sebagai berikut :
    peserta mahasiswa hanya mendaftar sebesar Rp. 30.000/orang

    Fasilitas dan kegiatan yang didapat :
    – nonton film bareng Kun Fayakuun
    – ceramah Ust. Yusuf Mansyur atau ust lainnya jika beliau berhalangan hadir
    – including salah satu buku kun fa yakuun Yusuf Mansyur (gampang siasati krisis/gampang
    menikah/gampang naik gaji/ gampang bayar utang)
    – Makan plus tajil untuk berbuka puasa.

    Benefit untuk panitia Gamais dalam program ngabuburit Kun Fayakuun ini :
    akan mendapatkan keuntungan 10% dari jumlah peserta yang didapat

    Demikian yang dapat kami sampaikan. besar harapan kami untuk dapat bekerjasama dalam kegiatan ramadhan yang amat bermanfaat ini. untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nurmalia
    promosi jawa barat di 08156220204 atau 022-92016967

    Hormat kami

    Lukky Kusprianto
    kepala cabang Jawa Barat

  3. MiftahnyaPIPI
    September 2, 2008

    Beneran tu mottony? Aku mah pernah ber-IP 2,xx emang karena g mau kuliah di ITB.. Tapi,setelah dipikir2, dan dibujuk temen2, akhirny bisa jd IP 3,xx walau tetep g suka ama ITB.
    Tapi,sbnrny mengambinghitamkan kader dakwah yg katany mengambinghitamkan aktifitas dakwah jg sama g pentingny.. Kenapa g dibantu aja, disupport kek, ditanyain ada tugas ato g kek,,
    jd inget,dulu wkt jaman msh kecil,ketua bioter selalu ngingetin ‘jaga akademiknya ya’ k semua staf..jarang nemu mas’ul kek gt..

  4. LDK AMAL
    September 8, 2008

    Belajar, Berjuang dan Menang. motto yang mesti dihujamkan para aktivis.

    oh iya, kami 2 bulan lalu sempat mengeluarkan majalah. bila anda bersedia, silahkan baca di situs kami dengan mendownloadnya lebih dulu.

    silahkan masuk di:
    http://ldk-amal-iain-antasari.blogspot.com/2008/08/cover-buletin-edisi-khusus-ahlan-wa.html

    bila ada saran dan kritik harap di layangkan kepada kami. syukran.
    keep revolt.

    Wassalam

  5. Chandra Kamelia
    September 10, 2008

    Minat dakwah di Australia? Ini dari salah satu imel yang ku terima:

    From: Ms tari rahardjo
    To: indobackpacker@yahoogroups. com
    Sent: Monday, September 8, 2008 10:33:27 PM
    Subject: [indobackpacker] Visa 18 bln otomatis buat fresh grad UI & ITB

    Halo Kawans,

    2 minggu y.l sempet ikutan acara yg diadakan Australian Education Center dan ada sesi yang membahas gimana cara dapat Permanent Resident.

    Ternyata ada peraturan baru, para freshgraduate UI (engineering, dan mungkin juga akuntansi, mengingat akuntansi sangat dibutuhkan) dan fresh ITB otomatis akan mendapatkan visa 18 bulan dan BOLEH kerja disana. Ini upaya pemerintah AUstralia supaya para freshgrad tsb bisa punya pengalaman kerja 1 th, dengan gitu bisa menaikkan nilainya dlm penilaian utk dpt permanen residen. Visa ini hanya berlaku 2 th setelah seseorang lulus dari UI/ITB

    Silakan browse sendiri ya link nya, atau bisa tanya ke http://kangguru. com.au/default. aspx

    So fresh grad UI & ITB, ayo berangkat! Qantas ke Perth lagi promo tuh ….

    Yang masih sekolah, buruan di upgrade Englishnya, mumpung masih ada waktu……

    Salam,

    Tari

    YM ID : kuntarini_rahsilawa ti@yahoo. com
    http://kuntarini. multiply. com
    http://profiles. friendster. com/kuntarini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 30, 2008 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: