sebuah monolog tentang pragmatisme aktifis mahasiswa


Pragmatisme itu tidak untuk diatasi, karena hal itu adalah fitrah. “ setiap zaman ada pragmatisme” kata anies baswedan. Gerakan mahasiswa dibangun oleh elite yang memimpin tapi dengan semangat kolektif, sehingga tidak perlu dari semua mahasiswa terlibat.

Mahasiswa pragmatis adalah stakeholder yang tetap perlu kita pikirkan kepentingannya tapi tidak perlu dilibatkan. Jadi kita tidak perlu terjebak dalam pikiran “menyalahkan” pragmatism dan ingin menghilangkannya, karena hal tersebut akan sia sia.

Tinggalkan mereka, cari penggantinya. Gerakan membutuhkan ketotalan. Gerakan membutuhkan hati nurani dan kepedulian. Gerakan membutuhkan kecerdasan dan kematangan Pemikiran

Pragmatisme lahir karena sifat-sifat  tersebut tidak dimiliki oleh para mahasiswa masa kini.

Jika elite yang ada pragmatis, maka mereka harus di singkirkan dan diganti dengan yang lebih revolusioner. Kita tidak ada waktu untuk menunggu orang-orang pragmatis dan cengeng. Karena umat, dan rakyat menunggu kontribusi kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s