Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Holiday : day 1 at Jakarta “Jakarta Banjir Blackberry”


Yuph, orang sibuk sesekali juga butuh istirahat, bukan dalam rangka berleha-leha tentunya, akan tetapi lebih kepada memenuhi hak diri dan keluarga. Hak diri yang saya maksud adalah, yah refreshing lah, dan sekalian membetulkan gadget yang rada rusak, serta hak keluarga, dalam hal ini bertemu keluarga, bercanda dengan orang tua, menemani nenek dan bermain dengan adik. Aku merencakan 3 hari meninggalkan Bandung agar hidup bisa lebih fresh. Khususnya untuk menghadapi masa perkuliahan di awal semester 8 ( aaaah, semester terakhir ).

Pagi ini, Jum;at 23 Januari 2009. Aku terbangun sekitar pukul 3.45 pagi hari, sekitar 5 menit berusaha sadar dan menyadarkan diri, dan melangkahlah diriku ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Phuh, senangnya air wudhu di Jakarta, gak dingin euy, jadi gak perlu perjuangan untuk wudhu di pagi hari. Hohoho…..

black11Shalat ku pagi ini bukan shalat biasa, orang sering mengenalkan adanya istikharah, ya kawan, aku mencoba menguatkan niatku, memantapkan azzamku untuk melangkah lebih lanjut dalam hidup yang semakin penuh misteri ini. Lantunan do’a dan tatapan ke langit di iringi dengan do’a-do’a di masjid dekat rumah, lalu di sahut kembali oleh anjing yang melolong, nada-nada indah ini melengkapi kekhusyukan aku dalam bermunajat dan berdo’a pada-Nya.

Subuh seperti biasa di masjid nurul falah, kedatangan ku selalu disambut dengan sapaan “lagi pulang yah ? gimana kuliah ?” itulah pertanyaan standar yang selalu ditanya oleh para kyai dan imam masjid. Aku selalu merenung kalau shalat subuh berjamaah di masjid, “pada kemana anak muda-muda ini. kok yang ke masjid pada uzur semua”.

Sarapan pagi bersama mama papa dan adik-adikku. Ya Allah udah lama gak sarapan seramai ini, dan sudah tersedia di meja makan.. hoho… senangnya. Memang keluarga itu adalah tempat kembali yang paling nyaman. Ini nih yang disebut kehangatan bersama keluarga. Papa dan mama bercerita tentang blackberry baru mereka, mama sangat senang dengan blackberry messenger  yang memungkin beliau chating dengan papa secara gratis. Lalu papa menanyakan tentang aksi-aksi ku terhadap palestina, sembari mengutuk Israel. Ini nih yang aku senang dari keluarga ku, segala aktifitas dakwahku selalu di dukung dengan baik oleh mereka.

Setelah melepas kepergian papa dan adik ku untuk kerja dan sekolah, mama member kado ulang tahun kepada ku, 3 buah sweater GAP.. wooooo.. si mama tau banget anaknya suka gonta ganti pakaian. Mamaku ini paling seneng beliin anaknya baju bermerek, tapi bukan dengan harga mahal tentunya, karena kita tidak pernah dididik untuk berfoya-foya. Aku yakin mama menemukan sweater ini dalam keadaan diskon atau sale besar-besaran. Ya itu yang aku senang dari mama ku, bisa membelikan pakaian berkualitas baik dengan harga yang murah sekali. ( FYI: hampir semua baju ku dipilih oleh mama ).

Mama pun pergi ke kampus UI untuk mengajar, “ada yang mau bimbingan” itu kata mama tadi pagi, beliau pergi sama adikku, karena setelah dari kampus UI mereka berencana untuk pergi ke optik. Alhasil, aku bersama nenek, kalo bersama nenek pasti beliau banyak bertanya tentang kuliah dan masa depanku. Hoooo… beliau memasaki ku pempek lenggang bakar ( halah halah ), katanya di bawa papa dari Palembang.

Nge-blog, facebook, dan Y!M itu kerjaan ku tadi pagi, yah iseng-iseng seperti biasa lah. Lalu sekitar pukul 10.00 aku pergi ke pointsquare lebak bulus dengan niatan ingin membeli baterai PDA HP iPaQ ku, yang sudah tidak bisa menyala ( udah 3 tahun mengabdi bersama diriku ). Disana aku mencari-cari di sekiatr 7 toko yang berjualan PDA dan perlengkapannya, akan tetapi tidak satu pun yang menjual baterai PDA jenis punyaku.

black-21Dan meluncurlah diriku ke Ratu Plaza, dimana tempat PDA ku dibeli. Aku pergi ke toko yang selalu aku datangi jika berurusan dengan PDA, dan aku terkaget, toko itu tidak penjual PDA lagi, disana mereka malah menjual blackberry. Aku melangkah ke beberapa toko lainnya, hingga ke toko ke-5 aku menemukan baterai untuk PDA ku. Tinggal 1 buah, dan harganya 300.000, ya Allah mahal banget. Tapi yah apa daya, daripada PDA ku tak kunjung hidup a.k.a meninggal. Ternyata baterai PDA memang sudah saatnya kembali ke pangkuan-Nya.. hiks hiks hiks…

Shalat Jum’at di Kementrian Pendidikan Nasional menjadi pilihan ku siang itu. Aku mulai merasakan hal yang berbeda di Jakarta, walau aku tak begitu yakin, aku merasakan bahwa banyak warga Jakarta yang sudah ber-blackberry ­ria. “ah Cuma kebetulan aja mungkin”.

Perjalanan ku berlanjut ke Pondok Indah Mall 2 untuk makan siang. Sebelum makan siang, aku iseng-iseng ke beberapa toko baju seperti NEXT, ZARA dan 126. Yah iseng-iseng nyoba-nyoba aja tuh baju baju bagus. Di setiap toko aku selalu disapa ramah oleh pelayannya dan mereka berkata “mas di coba aja boleh”. Dan aku cobalah itu pakaian yang aku minati, di tiga toko itu aku mencoba berpikir, apakah aku tampak baik karena pakaian bermerek itu ataukah karena aku dilahirkan untuk cocok pakai baju apa aja ?? hahaha..

( btw, kalau ada yg mau kasih kado ke aku, ada kemeja 126 warna hitam dengan garis putih tipis, ukuran M , aku tunggu loh )

Sambil jalan ke Kenny rogers roaster, tempat aku berencana makan siang, aku lagi-lagi memperhatikan orang-orang, mereka, khususnya mereka yang sedang memegang gadget komunikasi mereka.

blackberry1Aku melihat blackberry, blackberry, dan blackberry. Waaaaaaaaaaaah, kok pada ber-blackberry semua.. ada apa dengan blackberry, dan rata-rata tipe blackberry yang digunakan tuh hampir sama. ( aku juga belum ngerti sih tipe blackberry itu apa aja ). Di tempat makan juga blackberry, bahkan pelayan tempat makan pun juga ber-blackberry. Aku menatap PDA ku, dan berkata “ini juga gak kalah kok ma blackberry”.

Hmh.. aku melupakan kebingunganku dengan makan siang dan aku menutup perjalananku dengan menikmati 8 potong sushi dan ocha dingin di sushi groove. Dan meluncurlah aku pulang sekitar pukul 3 sore dengan sebuah kesimpulan “banjir blackberry sepertinya lebih membahagiakan warga Jakarta ketimbang banjir air, ya iyalah yaa”…. Anyway, for the amazing blackberry. welcome and enjoy Jakarta!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 24, 2009 by in Aku dan Diri, Jepretan.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,999 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: