Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Keprofesian untuk menjawab tantangan masyarakat


Budaya penelitian dan budaya selalu berpikir ilmiah berdasarkan intelektualitas yang dimiliki oleh mahasiswa sudah menjadi sebuah ciri khas tersendiri yang tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa maupun gerakan mahasiswa itu sendiri. Secara akademis sudah terbukti pula hasil tugas akhir mahasiswa S-1 ITB cukup banyak yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik dan bisa dikembangkan untuk kebaikan masyarakat luas. ITB adalah gudang teknologi, mengapa kata “gudang” kami gunakan, karena terlalu banyak ide besar di kampus ini yang hanya disimpan di lab maupun di perpustakaan.

Tri Dharma Perguruan Tinggi menegaskan bahwa pendidikan dan penelitian yang dijalankan di kampus sudah sejatinya menjadi salah satu usaha untuk pengabdian masyarakat. Atau dengan kata lain, segala riset yang dilakukan di kampus harus bisa menjawab tantangan yang ada di masyarakat. Pertanyaannya adalah, apakah mahasiswa sudah menjadi bagian dari masyarakat sehingga ia bisa memahami apa keresahan masyarakat dan mengetahui tantangan yang ada di masyarakat. Mahasiswa masa kini lebih memilih membuat suatu riset yang skala tinggi, teknologi lanjut dan memiliki nilai jual. Seharusnya, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat menengah kebawah dituntut untuk bisa membuat atau mengembangkan teknologi aplikatif yang bisa dipergunakan untuk masyarakat luas.

1

Usaha yang dilakukan untuk menstimulus hal ini adalah dengan ;

(1) membangun paradigma bahwa kegiatan riset merupakan bagian dari gerakan kemahasiswaan.

Selama ini ter-frame kan bahwa mahasiswa yang aktif proyek maupun riset bukan aktifis mahasiswa, perlu disadari bahwa setiap potensi yang pada diri mahasiswa akan bisa bermanfaat untuk gerakan mahasiswa. Perlu adanya stimulus di lab,kelas,atau studio yang ada di kampus ITB ini, agar lebih banyak melibatkan mahasiswa dalam aktifitas riset untuk pengabdian masyarakat.

(2) mendekatkan mahasiswa lebih dekat kepada masyarakat.

Segala penelitian selalu bermula dari suatu masalah, dan penelitian dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Sebagai mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat, tentu penelitian yang dilakukan sebaiknya untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Untuk itu diperlukanlah kedekatan mahasiswa dengan masyarakat sehingga bisa lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Menginisiasi desa mitra sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan hasil keprofesiannya, dimana diharapkan terbentuk suatu desa teknologi yang bisa menjadi prototype desa-desa lain di Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,507 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: