Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Pengembangan Karakter dengan Lingkungan Kaderisasi yang kondusif


untitled1Kaderisasi adalah sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah proses pengoptimalan potensi-potensi manusia. Jadi, kaderisasi disini identik dengan pendidikan. Pendidikan yang memang sejatinya mahasiswa jalankan di sebuah Kampus. Memaknai pendidikan pun juga harus dilihat secara integral, yang mana seseorang dituntut untuk memiliki hardskill, softskill dan lifeskill agar dirinya dapat menjadi seorang pribadi yang utuh secara karakter.

Hardskill adalah hal-hal yang berkaitan dengan kompetensi akademik dan profesi. Kemampuan ini secara teori bisa didapat dikelas, dan secara aplikasi bisa dikembangkan di lapangan maupun diwadahi oleh lembaga kemahasiswaan. Softskill adalah hal-hal terkait kemampuan intrapersonal seseorang yang bisa sangat berguna dalam menjalankan kehidupan sosial. Seperti kemampuan memimpin, bekerjasama, berbicara di depan umum, manajemen diri dan waktu. Untuk softskill ini bisa didapatkan melalui pengalaman. Peran lembaga kemahasiswaan adalah membuat wadah untuk para mahasiswa agar mereka bisa mengaktualisasikan dirinya, serta yang terakhir adalah lifeskill yang berkaitan dengan idealisme seseorang yang akan menjadikan landasan bagi dirinya dalam menjalankan aktifitasnya. Pentingnya idealisme dalam diri seseorang akan berdampak pada visi yang jelas dalam kehidupannya serta akan bermanfaat pula untuk lingkungan sekitar.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi yang diberikan oleh Tuhan, dan karakter manusia sangat ditentukan oleh lingkungan. Karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh masa lalu, teman sepermainan, kawan yang beraktifitas bersama, lingkungan akademik yang juga membentuk pola pikir. Sehingga bisa dikatakan lingkunganlah yang akan membuat seseorang menemukan karakternya. Konsep umum kaderisasi yang ingin kami bawa, adalah bagaimana kemahasiswaan ITB bisa menjadi sebuah lingkungan pendidikan yang utuh dimana lingkungan ini juga bisa membentuk karakter seseorang. Sebuah lingkungan dimana setiap mahasiswa memahami bahwa dirinya dalam waktu yang sama sedang di kaderisasi dan mengkaderisasi. Sebuah lingkungan yang dapat menstimulus anggotanya untuk dapat memahami esensi dan nilai dari setiap aktifitas.

Pada aplikasinya, Kabinet KM ITB bersama elemen kemahasiswan lain perlu menyiapkan bersama bagaimana membentuk suatu lingkungan kaderisasi di kampus ITB, khususnya untuk TPB. Lingkungan kaderisasi TPB selama 1 tahun yang bersifat rutin, menyeluruh dan variatif. Rutin dalam hal ini berarti ada waktu-waktu khusus yang disediakan dan melibatkan elemen unit dan himpunan sebagai pelakunya. Menyeluruh artinya, pembinaan yang dilakukan juga harus bisa menunjang akademik mahasiswa serta meningkatkan kapasitas diri lainnya. Variatif dalam hal metode penyampaian, baik itu dengan metode konvensional seperti lingkar wacana, diklat, seminar, maupun metode lain seperti outbound, kompetisi olahraga, tutotial, dan sebagainya.

Harapan besar jika kaderisasi awal atau kaderisasi TPB bisa berjalan dengan baik, maka pengenalan dan penanaman nilai kemahasiswaan bisa di internalisasikan kepada seluruh mahasiswa ITB yang mana akan bermanfaat pula sebagai bekal awal kaderisasi yang akan dilaksanakan di unit maupun himpunan di tahun-tahun berikutnya. Untuk itu tentu diperlukan koordinasi dan komunikasi yang intens antara kabinet-unit-himpunan untuk bisa menyiapkan diri menyambut mahasiswa baru 2009 dan memberikan pendidikan yang terbaik kepada mereka.

Pola-pola kaderisasi yang telah digagas di kabinet 2008-2009 tentu tetap akan dilanjutkan dan dievaluasi untuk perbaikan kedepan. Dimungkinkan adanya varian event kaderisasi pasif untuk mahasiswa seperti seminar entrepreneur, sekolah politik, diklat aktifis, dan lain sebagainya. Dimana kaderisasi pasif ini diharapkan mampu menstimulus pelaksanaan kaderisasi aktif yang lebih baik kedepannya.

Grand Design Kaderisasi, Draft koridor Kaderisasi, Kaderisasi Wilayah, kaderisasi pasca kampus, dan gagasan tentang kaderisasi yang telah diusung oleh kabinet 2008-2009 pun akan terus dilanjutkan dan disempurnakan hingga bisa diaplikasikan untuk membentuk sarjana S1 ITB yang utuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 11, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,507 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: