Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

potensi Indonesia


Sebelum membicarakan bagaimana peran mahasiswa dalam membangun kemandirian bangsa, ada baiknya jika kita mencoba menilik kembali, potensi apa yang dimiliki oleh Negara kepulauan yang besar ini. Sehingga akan lebih mudah memahami bagaimana peran mahasiswa dalam turut serta berpartisipasi aktif dalam mewujudkan kemandirian bangsa.

Indonesia merupakan bangsa yang besar. Kebesaran bangsa Indonesia tidak hanya dilihat dari jumlah penduduknya yang mencapai 250 juta jiwa – yang membuat Indonesia menempati peringkat jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia – tetapi juga kemajemukan budayanya. Kemajemukan budaya tersebut diperlihatkan antara lain dengan terdapatnya 495 suku / etnis dan  567 bahasa lokal / dialek yang tersebar di Indonesia [KBRI Beijing].

gknlogoKemajemukan budaya yang ada merupakan keunggulan yang dimiliki Indonesia, namun dapat pula memicu konflik apabila tidak disikapi dengan bijak. Untuk menghindari potensi konflik yang terkandung dalam kemajemukan budaya diperlukan modal sosial untuk membangun kohesivitas (persatuan) bangsa.  Modal sosial dapat didefinisikan sebagai norma informal yang dapat mendorong kerjasama antar anggota masyarakat [Francis Fukuyama]. Dalam kehidupan sehari-hari, modal sosial juga tampak dari suasana saling percaya antar warga masyarakat. Gotong royong merupakan salah satu modal sosial yang menjadi corak kepribadian Indonesia [Soekarno].

Sejarah telah menuliskan bagaimana bangsa yang heterogen ini pada akhirnya muwujudkan persatuan untuk berjuang dalam menghadapi musuh bersama (penjajah) dan mencapai cita-cita bersama (kemerdekaan). Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan buah perjuangan yang diperoleh dengan persatuan. Dengan demikian momen tersebut telah menutup fase liberation serta membuka fase berikutnya, yaitu fase nation and character building [Soekarno]. Namun, tantangan yang dihadapi pada fase kedua jauh lebih sulit daripada fase pertama. Untuk menghadapi tantangan tersebut bangsa Indonesia dituntut untuk tetap membangun dan menjaga kohesivitas serta tanggap terhadap perubahan yang terjadi di dunia [Prof. I Dewa Gede Raka].

Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi, menurut buku World in Figure 2003 yang diterbitkan oleh The Economist, USA,  prestasi kekayaan alam Indonesia antara lain ; Penghasil biji-bijian terbesar nomor 6, Penghasil teh terbesar nomor 6, Penghasil kopi nomor 4, Penghasil cokelat nomor 3, Penghasil minyak sawit (CPO) nomor 2, Penghasil lada putih nomor 1 dan lada hitam nomor 2 , Penghasil puli dari buah pala nomor 1, Penghasil karet alam nomor 2 dan karet sintetik nomor 4, Penghasil kayu lapis nomor 1, Penghasil ikan nomor 6, Penghasil timah nomor 2, Penghasil batu bara nomor 9, Penghasil tembaga nomor 3, Penghasil minyak bumi nomor 11, Penghasil gas alam nomor 6 dan LNG nomor 1, Penghasil emas nomor 8 dan bahan tambang lainnya.

Selain itu, analisa Visi Indonesia 2030 yang disusun oleh Yayasan Indonesia Forum menyatakan bahwa Indonesia juga memiliki keunggulan posisi geografis. Posisi Indonesia terletak di jantung kawasan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia yang mencakup Asia Timur, Asia Selatan, dan Australia-Selandia Baru. Bentang daratan dan lautan yang luas di  daerah tropis, fluktuasi musim yang rendah, serta kesuburan tanah dan keragaman hayati yang dimiliki, merupakan potensi kekayaan alam Indonesia yang besar.

Keadaan politik di Indonesia pun bisa dikatakan semakin stabil. Adanya pemilihan kepala daerah maupun presiden secara langsung memberikan suatu bentu reformasi politik yang lebih baik untuk Indonesia. Kebebasan pers yang baik dapat memberikan kebebasan mengkritik dan pers bisa dikatakan telah menjalankan perannya sebagai penyampai informasi kepada masayarakat serta guardian of government dalam hal kebijakan. Karena bagaimana pun pers dan media bisa memainkan peranannya dalam mensukseskan kebijakan pemerintah. Selain itu adanya lembaga penegakkan hukum khususnya pemberantasan korupsi juga telah membuat suatu nuansa anti-korupsi di Indonesia. Para koruptor butuh berpikir berulang kali sebelum melakukan korupsi.

Indonesia Kini memiliki potensi untuk menjadi negara yang maju, khususnya pada potensi alam yang sejatinya tidak dimiliki oleh Negara lain. Sehingga straregi pembangunan pun harus berbasis potensi atau keunggulan sumber daya alam ini. Terutama sumber daya berupa tropical terrestrial dan marine resources yang merupakan wujud khas Indonesia sebagai Negara kepulauan di khatulistiwa. Tidak perlu dipungkiri lagi bahwa potensi yang Indonesia miliki mampu membuat Indonesia Mandiri di era globalisasi ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 11, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,507 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: