Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

rektor kita ( 2009-2014 )


Dalam beberapa bulan kedepan, kampus ITB akan menghadapi satu momen yang sangat menentukan langkah besar kampus Ganesha ini menuju World Class University. Tak pelak, momen ini menjadi perhatian banyak stakeholder , baik di dalam internal civitas academica ITB maupun dari luar atau eksternal civitas academica ITB. Banyak pihak yang menyoroti kampus ini beberapa waktu belakangan dan dalam beberapa waktu kedepannya.

ganesha

Pemilihan pemimpin tertinggi atau rektor ITB akan dimulai dalam dua pekan ini, tepatnya pertengahan bulan juli 2009 ini, pendaftaran calon nominee rektor sudah dibuka. Beberapa nama sudah mulai bermunculan, dari kalangan internal kampus seperti dosen, dekan, pejabat rektorat , hingga wakil rektor. Dari kalangan eksternal kampus beberapa nama pengusaha, birokrat dan anggota MWA. Nama-nama ini jika kita kenali tentu bukan orang sembarang, mereka punya kapasitas dan integritas akademik yang patut dihormati.

Perlu kita ingat bersama bahwa momen ini akan menentukan langkah besar ITB dan gerak kemahasiswaan kita di masa yang akan datang. Pemimpin Institut yang baik akan bisa menentukan kebijakan terbaik buat kampus ini. Kebijakan di berbagai bidang tentunya, pengelolaan sumber daya institut seperti dosen dan karyawan yang banyak menyinggung tentang kesejahteraan dan isu kenaikan pangkat. Sumber daya fisik, seperti gedung, laboratorium, asrama, kantin dan fasilitas penunjang akademik lainnya.

Pengaturan kurikulum dan kebijakan pendidikan agar terbangunnya alumni ITB yang berkarakter kuat. Rektor akan sangat menentukan arah pengembangan mahasiswa dan nilai bersama apa yang akan diberikan selama mengikuti kegiatan pendidikan di institut. Pengembangan institute melalui kemitraan dan kerjasama dengan berbagai pihak juga perlu diperhatikan, dengan label World Class University tentu diperlukan pengembangan jaringan agar kampus ini bisa berkembang.

Meningkatkan produktifitas riset juga tidak ketinggalan menjadi perhatian, seperti memperlancar dana riset, stimulus riset untuk dosen dan mahasiswa, meningkatkan kualitas laboratorium dan studio agar kegiatan penelitian bisa berjalan dengan baik, maupun memperlancar akses penelitian ke jurnal internasional maupun hak paten.

Sebagai mahasiswa tentu bidang kemahasiswaan menjadi satu poin tersendiri yang akan diperhatikan secara khusus. Mahasiswa sangat berharap rektor selanjutnya dapat lebih bisa mengembangkan potensi kemahasiswaan ITB ke arah yang tepat. Kemahasiswaan di posisikan sesuai dengan porsinya agar kegiatan kemahasiswaan dan proses pembelajaran di dalamnya bisa bermanfaat untuk institut dan Negara.

Dengan keunikan dan kekhasan kemahasiswaan ini tentu ITB tidak boleh ketinggalan dalam proses pengembangannya. Menjadikan mahasiswa S1 sebagai salah satu ujung tombak perkembangan institut adalah sebuah keniscayaan. Oleh karena itu sudah sewajarnya pula rektor memiliki pengenalan yang mendalam mengenai mahasiswa S1. Bagaimana potensi nya, bagaimana mengembangkannya dan bagaimana cara untuk menjadikan mahasiswa S1 sebagai bagian pengokohan ITB sebagai World Class University.

Tulisan ini adalah sebuah pendahuluan singkat atas tulisan-tulisan lain yang akan mengiringi pemilu rektor ITB 2009-2014. Pada akhir tulisan ini, penulis ingin mengakhiri dengan satu pertanyaan sederhana, “rektor seperti apa yang kamu harapkan untuk memimpin ITB ?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 8, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: