Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

mau dibawa kemana ITB ?


“Menjadi lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan sains, teknologi dan seni yang unggul, handal dan bermartabat di dunia, yang bersama dengan lembaga terkemuka bangsa menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang satu, berdaulat dan sejahtera”

labtek VITidak banyak dari civitas akademika ITB yang mengetahui apa maksud dari kalimat diatas, kalimat normatif dan multi-intrepertatif yang bisa jadi pertama kali didengar. Kalimat diatas bukan lain adalah visi ITB. Suatu pandangan akan masa depan ITB seperti apa kedepannya. Tulisan ini akan saya uraikan melalui pandangan saya terhadap kondisi ITB saat ini jika dibenturkan terhadap visi ITB itu sendiri.

Pada momen dimana ITB akan memulai transisi kepemimpinannya, sudah menjadi tanggung jawab bagi kita semua civitas akademika ITB untuk bersama memikirkan bagaimana Institusi besar ini akan bergerak kearah mana untuk 5 tahun mendatang. Milestone apa yang akan dicapai, prestasi apa yang akan diraih, dan manfaat apa yang akan dirasakan oleh Indonesia akan keberadaan Institusi Pendidikan ini.

Menjadi lembaga pendidikan tinggi, kata pendidikan memulai visi ITB. Pendidikan tentu beda dengan pengajaran, pengajaran yang saya pahami hanya sebatas transfer ilmu saja, seperti pada bimbingan belajar yang mana pengajar hanya menyampaikan apa yang dipahaminya akan suatu mata pelajaran tertentu. Berbeda dengan pendidikan yang maknanya lebih luas, didalamnya ada transfer moral, menstimulus inspirasi dan pembangunan karakter.  Menjadi sebuah pertanyaan sederhana yang bisa kita pertanyakan adalah, karakter seperti apa yang diharapkan terbentuk selama mahasiswa menjalankan kuliah di kampus ini ?. Saya sangat yakin jika pertanyaan ini diajukan ke beberapa petinggi ITB, maka ia akan menjawab dengan jawaban berbeda, atau dengan kata lain ITB belum memiliki kejelasan akan pengembangan karakter mahasiswanya. Padahal sejatinya, sebagai perguruan tinggi besar di Indonesia, karakter mahasiswa ITB akan menjadi profil mahasiswa Indonesia. Poin pengembangan karakter ini sepertinya belum sepenuhnya dipahami oleh petinggi institute sehingga mahasiswa tidak dianggap sebagai bagian dari pendidikan, mahasiswa dianggap hanya sebagai objek pendidikan yang lalu lalang masuk dan meninggalkan kampus.

Pusat pengembangan sains, teknologi dan seni, tiga kata yang melambangkan disiplin keilmuan yang berkembang di ITB, dan menjadi suatu tanggungjawab bagi ITB untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Indonesia di bidang ini. Tetapi, apakah visi ini sudah cukup dijewantahkan dalam implementasi yang nyata. Beberapa kebijakan yang perlu kita perhatikan seperti komposisi jumlah mahasiswa program sarjana yang terus ditingkatkan tanpa memperhatikan daya dukung Institut. Sejak tahun 2002 hingga saat ini tahun 2009, mahasiswa baru ITB selalu bertambah tanpa model penambahan atau rencana penambahan mahasiswa yang terstruktur dan terencana. Ada yang mengatakan penambahan ini diakibatkan desakan BAPPENAS agar ITB memiliki jumlah mahasiswa bahkan hingga 5000 mahasiswa per angkatan. Komposisi ini juga tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa program magister dan doktor. Padahal untuk menunjang riset, jumlah mahasiswa yang harus ditingkatkan adalah mahasiswa program magister dan doktor. Disisi lain, sebagai kampus yang menggemakan research university, kualitas laboratorium dan studio untuk praktikum mahasiswa masih jauh dari harapan. Alat yang masih sering rusak sehingga data yang dimunculkan tidak sesuai, atau ruangan untuk eksperimen atau ngoprek. Permasalahan ini tentu bisa membuat para civitas akademika kurang terstimulus untuk melakukan penelitian.

Unggul, handal dan bermartabat di dunia, atau seringkali dikenal dengan world class university, suatu titel yang selama ini diagung-agungkan oleh ITB, seakan meraih titel ini sudah bisa memberikan banyak manfaat untuk ITB. Akan tetapi apakah benar ITB sudah kampus berkelas dunia ?. ada beberapa hal yang menurut hemat saya belum membuat ITB berskala dunia, hal-hal yang mendasar saja, ITB belum memiliki kantin khusus mahasiswa yang dikelola oleh institut sehingga harga bisa murah dan kualitas gizi terjaga dan Asrama mahasiswa yang berkualitas dan mampu menampung banyak mahasiswa. Selain itu jika merujuk ke NUS, disana semua mahasiswa wajib memiliki laptop dan kampus mengusahakan agar mahasiswa bisa mendapatkan laptop dengan memberikan bantuan dana atau jaminan kredit. Sedemikian hingga mahasiswa memiliki laptop dan ditunjang pula dengan akses internet yang cepat di kampus. Selain itu perlu juga di evaluasi kualitas dosen dan karyawan di ITB, apakah dosen dan karyawan yang ada sudah memiliki jiwa sebagai bagian dari world class university community. Bagi saya, untuk meraih titel world class university bukanlah hal begitu sulit, karena hanya perlu memenuhi indikator yang ada dan sebuah sebuah kampus bisa mengalami peningkatan peringkat universitas. Akan tetapi, sebuah tantangan yang harus dijawab bersama dan sebetulnya juga sudah dituliskan di kalimat terakhir visi, yakni apakah ITB sudah bermanfaat untuk Indonesia ?

Bersama dengan lembaga terkemuka bangsa menghantarkan masyarakat Indonesia menjadi bangsa yang satu, berdaulat dan sejahtera. Merujuk ke RENCANA INDUK PEMBANGUNAN ( RIP ) ITB 2025, milestone yang harus dicapai ITB pada tahun 2015 ( menyesuaikan dengan periodisasi rektor 2009-2014 ), maka poin yang harus dipenuhi adalah ;

  1. Perwujudan suatu simpul kerjasama nasional dan internasional sebagai kekuatan ITB dalam menjalankan misi dan mewujudkan visi
  2. Perguran tinggi berbasis riset dan pengembangan sebagai identitas diri
  3. Pusat unggulan dan rujukan untuk kemandirian teknologi bagi bangsa Indonesia

Melihat RIP, tentu banyak yang akan bertanya, apakah riset yang dilakukan oleh ITB sudah mampu menjadi bagian dari solusi bangsa, sudahkan dosen dan guru besar ITB menjadi rujukan atas segala kebijakan pemerintah, ataukah alumnus ITB yang berada dipemerintah juga sudah bisa menjadi pion perubahan Indonesia. Saya rasa belum , sungguh ironi, di saat ITB memiliki 800 doktor ( dari total 5000 doktor di Indonesia ) akan tetapi pengaruh ITB bahkan di Jawa Barat pun belum lah terasa. Ini juga menjadi tanggung jawab mahasiswa tentunya yang menjadi bagian dari civitas akademik ITB untuk juga berperan besar dalam meningkatkan program keprofesian dan pemberdayaan masyarakat dengan wadah Kabinet KM ITB, Himpunan Mahasiswa maupun Unit Kegiatan Mahasiswa, semua elemen KM ITB memiliki peran besar dalam memberikan kebermanfaatan ITB terhadap Indonesia.

Pemilihan rektor dalam waktu dekat akan dimulai, beberapa nama sudah mulai bermunculan, akan tetapi apakah mereka semua benar-benar sudah memahami kompleksitas ITB dan mempersiapkan ITB sesuai dengan kerangka referensi yang jelas. Tulisan ini tentu juga menjadi tantangan bagi calon rektor yang akan datang, agar benar-benar bisa membawa ITB menjadi pusat dari pembangunan peradaban di Indonesia.

Advertisements

One comment on “mau dibawa kemana ITB ?

  1. info yang menarik, trim’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 14, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: