Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

daily report @ university of western sydney


Sebelum masuk laporan resmi, bolehlah yah curhat dikit ke kabinet ku tercinta, hehehe, gini teman-teman, disini susah banget cari makanan halal ( Halal food ),kan kalo makanan halal tuh harusnya ada sertifikasi halal gt dari MUI nya aussie gt lah. Jadi singkat cerita, awak bersama beberapa teman menelurusuri jalan hingga 20 menit, ada lumayan banyak resto pub cafe fast food, tapi gak ada satupun yang hahal. Bahkan McD pun gak halal. Dan jadilah kita makan di resto india yang tuk vegetarian ( jadi inget beng2 ), nah disini pasti halal.. ehhehe, gak penting yah ? maaf maaf

Ok ayo masuk ke laporan. Hari ketiga saya ke university of western sydney, berada di westeren subs city, rada pinggiran, 45 menit dari pusat kota sydney. A little bit kind of UI gt tempatnya, tenang, sepi, dan tidak banyak aktifitas manusia di sekitarnya. Sepertinya memang tempat untuk kuliah, mereka punya 6 campus, dan kita ke salah satu kampu, yang namanya PARRAMATTA kampus .. hehehe ( jadi inget seseorang yang namanya sama di kabinet kita ).

Sedikit flashback ke 2006. Pertengahan tahun sekitar bulan Juli dimana australian goverment mengeluarkan VSO lawa ( voluntary student organization ), dulu aussie univ mengenal yang namanya student union, yang mana setiap mahasiswa diminta mengeluarkan dana kemahasiswaan sebesar ( di UWS ) $650 per tahun. Dan student union memiliki kekuasaan penuh dana itu akan digunakan untuk apa. Seperti juga untuk pelayanan mahasiswa dan sebagainya, akan tetapi memang ternyata aussie student itu karakternya rada mirip sama kita, aktif menjaga nilai di kebijakan pemerintah, mereka justru sering menggunakan dana ini untuk melawan pemerintah dalam bentuk march, rally, protest,etc. Dan ini menimbulkan kekhawatiran dari pemerintah aussie dan terbitlah UU ini dimana biaya dana kemahasiswaan tidak ditagih lagi, akan tetapi siapa saja yang mau bisa membayar, that’s why they called it voluntary student organization.

Akibat UU itu selama 2 tahun terakhir ini student union mencoba menmukan bentuk baru yang lebih relevan dengan UU yang ada, walau di western sydney univ para mahasiswanya sangat menentang keras kebijan VSO law yang menurut mereka mematikan aspirasi yang bisa diberikan oleh mahasiswa. nice banget kan, rada cocok gaya nya sama kita. Well guys kita juga perlu waspada tuh sama UU BHP, jangan jangan nanti kita jadi gak bisa menyuarakan aspirasi kita dengan baik, dan mahasiswa di nina bobokan dengan kemapanan. Itu gak banget, hope it won’t happen, makanya nih kita harus memastikan mendiknas besok jangan yang Pro banget sama BHP, kalo yang tipikal yang Pro banget, kita turunin ajalah. Jangan jangan besok besok ada UU tentang MEMATIKAN GERAKAN KEMAHASIWAAN wew macem NKK BKK tahap kedua. ( eh kok jadi panjang ).

Karena mereka sedang  berubah bentuk, jadilah baru 4 bulan mereka settle dengan new form of student organization, they called it THE HIVE STUDENT UNION. Pada tahap awal memang belum banyak yang bisa mereka lakukan, mereka masih dalam tahap membangun organisasi, mempromosikan THE HIVE, melakukan administrasi untuk pengafiliasian club dan societies agar menjadi bagian dari THE HIVE.

Oleh karena itu memang mereka masih banyak bermain di rekayasa media untuk memperkenalkan dengan luas THE HIVE via website, student newspaper, dan yang masih buat saya terkagum mereka meng-email semua mahasiswa.

Hal yang unik dari THE HIVE Adalah mereka memilih langsung beberapa posisi di THE HIVE, yakni ;

  1. The president
  2. Secretary general
  3. Vice-President for activities
  4. Vice president for equity and diversity
  5. Vice president for academic
  6. Vice president for Postgraduate

Jadi ketika election ada enam posisi ini yang harus di pilih,katanya sih untuk ;

  1. Membakukan struktur, so struktur yang bisa ngubah Cuma student representative council
  2. Supaya tidak ada hegemoni kelompok

Dengan bentuk baru ini jelas jelas THE HIVE berada di dalam sistem institusi yang mana artinya THE HIVE dependant dengan univ. Terkait dengan dana pun semua di suplai oleh universitas sejumlah $5.000.000 per tahun. Banyak yah… kita juga harusnya banyak nih dapet dana kemahasiswaan. Hehehe ( ayo arya dan misykat semangat cari uangnya ).

Nah karena memang ini THE HIVE masih muda, awak memberanikan diri mengeluarkan statement “do you want to know about our student organization, bercause in my campus ITB, we’re already 13 years old and the are so many activities we had done” dan mereka justru sangat senang dan bersedia. Dan alhasil awak ngoceh tentang organisasi kita KM ITB tercinta selama 1 jam dan mengajarkan mereka cara menjalankan organisasi, dari bagaimana Orientation week kita / PROKM ( mereka sangat tertarik dengan nasionalisme yang kita ajarkan ke mahasiswa baru ), pengelolaan unit ( mereka baru kepikiran mengapa koordinator unit gak dibagi berdasarkan tipe atau rumpunnya ), hubungan dengan alumni ( mereka tidak pernah berhubungan secara formal dengan alumni ), dan terkait community service ( kyaknya kalo kita ajak ke desa mitra mereka bakal seneng ), and of course that they will be very happy if we invite the to ITB EXPO and  PSB.

Secara keseluruhan memang KM ITB lebih baik , lebih baik daripada organisasi mahasiswa di Aussie, apalagi dengan transformasi gerakan yang kita lakukan di KM ITB, saya rasa 3 tahun lagi mereka yang akan lihat ke kita. Sebagai contoh di UNSW awak cerita ttg eco-campus, mereka kaget kita sampai bisa punya ide plastic phobia, karena di sana hal hal seperti yang kita lakukan dieksekusi oleh LSM.

Tapi yah ada beberapa hal mendasar yang mereka punya dan kita gak punya, dan saya yakin kalo kita punya, KM ITB akan jauh lebih maju, yakni ;

  1. Apreciation habit ( ini nih yang kerasa banget )
  2. Proffesional Attitude ( they are very profesional, )
  3. Academic Orientation  ( dampaknya ke aura akademik di dalam lingkungan kampus )
  4. Coorporation and colaboration habit ( budaya mau sama sama, mereka punya banyak potensi , tapi gak kerasa arogansi mereka, mereka bisa mengalah jika ternyata kondisi tidak memungkinkan untuk itu )
  5. In harmonia progressio ( ternyata mereka yang memiliki tagline ini )
  6. Future mindset ( mereka selalu berpikir bagaimana kedepan, aussie 20 mendatang dan bagaimana mahasiswa bisa berperan )

Perjalan saya sudah ketiga kampus dan itu mungkin sedikit yang terlintas di benak saya , hal apa yang harus kita ubah di KM ITB. Harus sebelum kita menyelesaikan amanah di kabinet 0910, kalo iya pun gak tuntas, kita harus memastikan bahwa penerus kita punya cara pandang yang kurang lebih sama terkait hal ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 13, 2009 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: