Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Memimpin Gerakan Mahasiswa Indonesia


Sejarah membuktikan bahwa berbagai permulaan dari efek bola salju pergerakan mahasiswa bermula di kampus Ganesha, baik saat masa NKK/BKK maupun reformasi. Kini setelah lebih dari 10 tahun reformasi bergulir, keluarga mahasiswa ITB juga terus melakukan pembenahan diri dalam rangka terus memimpin gerakan kemahasiswaan. Memimpin dalam hal ini bukan berarti memimpin gerakan mahasiswa secara formal dalam sebuah aliansi mahasiswa, tetapi memimpin dalam hal opini arah gerak mahasiswa yang harapannya bisa menjadi inspirasi dalam pergerakan kemahasiswaan di kampus lain di Indonesia. Di dalam aliansi BEM Seluruh Indonesia, Keluarga Mahasiswa ITB dipercaya dalam memimpin isu dan kajian di bidang energi yang memang juga menjadi bidang keunggulan di ITB.

Dalam hal diversifikasi gerakan mahasiswa Indonesia untuk menjawab kebutuhan dan tantangan gerakan mahasiswa pasca reformasi. Keluarga Mahasiswa ITB hadir dengan ajakan untuk diversifikasi gerakan mahasiswa ke arah kolaborasi keprofesian, pengabdian masyarakat dan entrepreneurship. Pola gerakan ini terbukti telah mampu merangkul lebih banyak mahasiswa dalam turut berjuang untuk gerakan sosial pengabdian masyarakat. Sebuah pola gerakan yang lebih menyentuh langsung masyarakat dan mampu membangun kepercayaan di masyarakat bahwa memang mahasiswa berjuang bersama rakyat.  Adanya Forum Mahasiswa Pengabdi Masyarakat seluruh Indonesia yang dideklarasikan di ITB FAIR 2010 membuktikan bahwa Keluarga Mahasiswa ITB kembali mengulirkan sebuah pola gerakan mahasiswa yang baik dan seimbang dan dinilai tepat sebagai gerakan mahasiswa pasca-reformasi.

Jika melihat pada struktur internal keluarga mahasiswa yang mana unit dan himpunan terintegrasi dalam satu kesatuan gerak, banyak badan eksekutif mahasiswa yang menjadikan kesatuan gerak unit himpunan dengan kabinet di ITB sebagai rujukan bagi kemahasiswaan di kampus masing-masing.

Kedepannya, keluarga Mahasiswa ITB tetap akan menjadi tumpuan dari pergerakan kemahasiswaan di Indonesia, oleh karena itu dibutuhkan kabinet yang kuat dan solid yang mampu menjaga dinamisasi di internal kampus ITB dengan pelayanan dan apresiasi potensi, serta tetap menjaga kinerja Keluarga Mahasiswa ITB dalam gerakan sosialnya baik yang bersifat ekspresif, keteladanan maupun gerakan protes. Keluarga Mahasiswa ITB kedepannya harus bisa memposisikan dirinya tidak hanya untuk mahasiswa ITB, tetapi dibutuhkan tekad yang kuat untuk menguatkan kemahasiswaan ITB milik bangsa Indonesia.

Inilah mimpi besar dari membuat Indonesia tersenyum, dengan segala potensi yang ada, mahasiswa ITB mampu menginspirasi Indonesia. Tentu, semangat ini tidak hanya ketika menjadi mahasiswa, tetapi keberhasilan gerakan mahasiswa kini akan terlihat 10 atau bahkan 20 tahun kemudian ketika para alumni kelak. Apakah alumni ITB masih bisa memimpin Indonesia dengan baik kelak.

Advertisements

One comment on “Memimpin Gerakan Mahasiswa Indonesia

  1. Pejuang jalanan
    April 8, 2010

    Jangan sampai itb menjadi menara gading saja. (anak rantau dari salido)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 22, 2010 by in Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: