Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

dalam dekapan bulan di pesisir pariaman


dalam keheningan malam di pesisir tak bernama

sebuah doa kupanjatkan pada-Mu Tuhan

disinari rembulan yang memberi sebuah kehangatan dalam dinginnya malam

keheningan itu terpecah oleh desir ombak yang menyeret karang

seakan ingin memberi tau dunia bahwa mereka di sana

dalam kesepian malam pun aku bertekuk

berharap dimana aku kan kembali ke tempat ku berpijak

bukan lagi seorang diri, tidak lagi dalam kesendirian

yang hanya membuat malam menjadi malam yang kelam

dan dingin hanya menjadi dingin yang membeku

dalam renunganku meratap masa depan

dalam dekapan aliran sungai bintang yang menyala

kemencoba merangkai hari esok

kurajut dengan benang harapan

dan ku lempar ke sungai bintang agar alirannya sampai ke Sang Prima Causa

dalam pijakan ku, mendalam di pasir

ku hanya berharap bahwa semua

kesulitan dunia yang menimpa

kegelisahan hidup yang menyapa

pasti membawa hikmah indah yang dikandungnya

karena, semua akan berakhir indah pada waktunya…..


Advertisements

3 comments on “dalam dekapan bulan di pesisir pariaman

  1. kamil010290
    April 1, 2010

    ke sumatera barat ya bang?
    waaahh..
    kampung halamanku tuh!

    • isil
      April 9, 2011

      pariaman…..
      itu kota asal ku…

  2. Pujiati Sari
    April 10, 2011

    Subhanallah… keRen puisinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 28, 2010 by in Puisi dan Sastra.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: