Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Sejarah Peradaban


Hidup haruslah diarahkan pada kemajuan, keberadaban, budaya dan persatuan, dan kita seharusnya tidak menolak elemen-elemen yang datang dari peradaban asing. Ini adalah demi mendorong proses pertumbuhan dan pemerkayaan yang lebih lanjut bagi kehidupan nasional, dan secara mutlak untuk menaikkan kebanggaan bangsa Indonesia. ( Ki Hajar Dewantara )

Sejarah Peradaban

Berbicara tentang peradaban tentu akan berbicara bagaimana peradaban yang akan dibangun itu sendiri. Manusia kini pun hidup dalam satu fase peradaban yang dengan berbagai heterogenitas dan arus informasi yang terkendali. Sebuah fase peradaban yang mana dunia barat dengan paham westernisasinya berhasil membangun satu paradigma tersendiri bagi masyarakat kini. Sebuah paradigma yang mengedepankan materialisme dan kapitalisme, hal ini ditunjang pula dengan zaman internet 2.0 yang semakin semarak sehingga membuat manusia hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia maya.

Peradaban silih berganti, sebagaimana kepemimpinan itu sendiri, dan pemimpin peradaban adalah sebuah bangsa yang kuat dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejarah menuliskan peradaban yunani dan romawi yang telat melahirkan filsuf besar seperti aristoteles, plato, phytaghoras, dan archimedes. Meski nama nama ini dikenal sebagai seorang ahli eksak, akan tetapi mereka sejatinya adalah pemikir ulung, seorang teolog dan seorang filsuf besar yang dengan pemikirannya telah membangun satu peradaban yang hingga detik ini masih bisa dilihat sisa kejayaannya.

Zaman berganti, peradaban Islam pernah pula mengisi fase pembangunan peradaban dunia. Dimulai dari zaman Nabi Muhammad di utus sebagai pemimpin umat selama 20 tahun masa kenabiannya. Islam berkembang tidak hanya sebagai agama, akan tetapi mereka berhasil membangun sebuah peradaban besar yang salah satu puncaknya saat khalifah umar bin abdul aziz memimpin dunia dengan 2/3 dunia berada dalam kepemimpinan Islam dan pelayanan beliau. Saat peradaban Islam berkuasa, kembali pula lahir para pemikir, filsuf dan ilmuwan besar seperti Ibnu sina, Ibnu Khaldun, Al Ghazali,hingga  Ibnu Arabi. Setipe dengan para filsuf yunani, mereka adalah seorang spiritualis yang juga memiliki kedalaman ilmu pengetahuan.

Sekitar abad 15, dunia mengalami masa peralihan, bangsa di benua biru eropa menyebutnya masa Renaissance, atau masa “lahir kembali”. Mereka memandang bahwa pada masa ini eropa kembali bangkit lagi dengan berbagai perubahan dan revolusi yang terjadi. Masa ini pula di iringi dengan semakin runtuhnya peradaban Islam. Sebagaiama telah dituliskan, peradaban silih berganti, dan kini eropalah yang memimpin dunia. Masa renaissance ini dinilai sebagai bangkitnya kembali era yunani dan romawi yang bukan lain adalah bangsa eropa itu sendiri. Era ini di tandai dengan lahirnya para pemikir dan seniman seperti michelangelo, leonardo da vinci, atau raphael. Karya besar para seniman ini tidak hanya menghidupkan gairah ilmu pengetahuan seperti yang dilakukan leonardo da vinci yang berhasil menggambarkan bagaimana anatomi tubuh manusia dengan detail, akan tetapi juga meningkatkan nilai spiritual masyarakat saat itu dengan agama kristen sebagai leading religion yang berkembang. Masa ini juga di isi dengan lahirnya Galileo Galilei yang berteori tentang alam semesta dan Christopher  Colombus yang menemukan benua Amerika.

Abad 20 dimulai pula babak baru dalam peradaban manusia, dimana benua Amerika kini sebagai pemimpin peradaban dunia. Dimulai dengan semakin pesatnya arus informasi, berkembang pula kekuatan militer amerika serikat dan beralihnya kiblat ekonomi menjadi kapitalis setelah uni soviet pecah dan hal ini menjadikan amerika serikat sebagai negara digdaya yang menguasai dunia. Salah satu keunggulan masyarakat Amerika Serikat adalah mereka sadar bahwa mereka adalah penguasa dunia dan ini menjadi intangible capital yang membuat Amerika semakin kuat.

Kini di awal abad 21, dunia seakan mulai goyah dan pergantian peradaban bisa saja terjadi. Asia Timur dengan Cina sebagai pionir telah mampu memberikan peringatan kepada Amerika bahwa ada sebuah kekuatan yang bisa mengguncang kedigdayaan mereka sebagai pemimpin dunia. Kekuatan Cina pula yang memaksa Amerika Serikat sekarang menjadi negara yang mendekati sosialis dalam kebijakan ekonominya. Amerika kini sudah mengkhianati paham pasar bebas yang mereka gaungkan selama ini, maka tak heran majalah internasional newsweek menuliskan dalam salah satu headline nya now we are all socialist. Kekuatan ekonomi Cina, dan kini ditambah dengan India.

Mungkinkah kini dunia akan memasuki satu fase transisi peradaban ? Selain kekuatan asia timur, asia-arab juga patut di perhitungkan. Negara petro ini semakin mengembangkan eksistensinya dengan berbagai pembangunan mercusuar yang membuat beberapa kota di jazirah arab menjadi pusat perdagangan dan hiburan. Ini merupakan satu fase yang cukup krusial, karena siapa yang akan mengambil alih peradaban akan sangat menentukan arah dunia di masa yang akan datang.

Advertisements

One comment on “Sejarah Peradaban

  1. aris
    April 28, 2010

    Assalamu’alaikum, kang Ucup
    saya Aris FTTM’09
    mw minta izin artikel ini, saya muat di buletin FTTM ya, bleh kan?
    Jazklh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 18, 2010 by in Uncategorized.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,120 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: