makna dakwah – dakwatunnaas


Dakwah kepada manusia. Kita perlu berkomunikasi kembali kepada diri kita sebelum kita memulai sebuah dakwah. Sejatinya kita adalah seorang manusia yang mempunyai perasaan dan tentu berkomunikasi dengan perasaan kita sendiri adalah hal tidak terlalu sulit dilakukan. Cobalah bertanya sebuah pertanyaan sederhana “apa yang saya rasakan ketika bertemu dengan orang seperti saya “. Dakwah kepada manusia merupakan suatu keunikan tersendiri. Karena pada hakikatnya manusia itu berbeda-beda dan memiliki taste dan preference yang berbeda setiap orangnya.

Jika bahasakan dalam konteks dakwah, maka, bisa jadi setiap manusia memiliki cara untuk dakwah dan di dakwahi sendiri. Setiap manusia memiliki kekhasan, dan pintu masuk hidayah yang berbeda.

Bisa jadi kita menemui seseorang yang terbuka hidayahnya ketika sedang mentafakurri alam

Bisa jadi kita menemui seorang muslimah berniat untuk pakai jilbab karena didengarkan sebuha ayat

Bisa jadi seseorang menjadi rajin Shalat karena nikmat yang hadir tanpa disangka

Semua orang punya alasan dan sebab untuk mendapatkan hidayah dan berubah dengan cara yang berbeda. Inilah keunikan dakwah yang kita lakukan. Dalam bahasa psikologi kita mengenal istilah “manusiawi”, artinya bagaimana dalam dakwah yang dilakukan kita juga mampu memanusiakan manusia. Objek dakwah bukanlah   benda mati yang bisa diatur dan diberikan sesuka diri kita saja sebagai da’i. Alangkah indahnya jika sebelum melakukan aktifitas dakwah, kita bisa mengenal terlebih dahulu tentang objek dakwah kita. Bagaimana karakternya, apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Barulah setelah mengenal dengan baik, kita coba formulasikan metode dakwah serta konten keislaman yang tepat untuk disampaikan.

Dalam bukunya yang sangat fenomenal, Abbas Asy Siisiy, “bagaimana menyentuh hati” mengatakan bahwa, Memahami apa yang dirasakan dan diharapkan orang lain membutuhkan hati yang selalu hidup, karena hanya hati yang bisa membaca hati. Beliau mencoba mengingatkan melalui bukunya, bahwa memang pendekatan personal dengan cara yang sederhana akan tetapi snagat manusiawi sangat amat dibutuhkan kini. Tantangan kita saat ini adalah bagaimana tetap bisa mengelola dakwah dengan cara yang masih manusiawi, meski jumlah simpatisan dan pendukung dakwah bertambah banyak. Jangan sampai dikarenakan jumlah yang bertambah , kualitas dakwah kiat justru berkurang.

Tugas da’i ibarat seorang dokter. Menghayati hati dan cara fikir pasien dan menghapus penderitaan pasien dengan kata-kata dan obat yang sesuai

( abbas asy siisiy )

Saya punya sebuah cerita tentang seorang aktifis dakwah kampus, yang berniat baik, yakni mengingatkan untuk mengenakan jilbab kepada para muslimah yang belum pakai jilbab. Akan tetapi cara nya kurang tepat. Ia melakukan sms ke banyak muslimah di jurusannya dengan sebuah hadits.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Tidak ada yang salah dengan meng-sms hadits ini ke sesama teman, akan tetapi tidak semua orang bisa menerima pesan dari hadits ini begitu saja. Beberapa dari para mahasiswi yang belum pakai jilbab menganggap bahwa pihak yang meng-sms telah menjustifikasi dirinya tidak akan mencium bau surga. Tentu hal ini kontraporduktif dengan dakwah, berakibat pada stigma negatif terhadap lembaga dakwah yang dinilai terlalu menghakimi.

Berdakwah membutuhkan hati yang bersih, karena dengan hati yang bersih pula lah, apa yang kita sampaikan akan mampu membuka hati objek dakwah kita. Sesungguhnya, hanya Allah lah yang Maha membolak-balikan hati, dan kedekatan kita dengan Allah lah yang akan mampu melapangkan hati ini memberikan yang terbaik dan menerima indahnya ajaran Islam dengan sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s