Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

makna dakwah – wa yakfuruu minazulumati jahiliyati ilaa nuuril islam


Pada akhirnya tujuan dari dakwah adalah mentransformasikan masyarakat yang jahiliyah (dalam hal ini belum tersirami oleh nilai Islam secara utuh) menuju masyarakat yang telah tercerahkan oleh cahaya Islam.  Masyarakat seperti ini seringkali disebut sebagai masyarakat madani. Berbicara tentang masyarakat madani, akan merujuk pada tulisan KH.Mas’oed Abidin dalam tulisannya “implementasi adat basandi syarak , syarak basandi di kitabullah”, beliau menuliskan , Madani mengandung kata maddana al-madaina artinya, banaa-ha yakni membangun atau hadhdhara yaitu memperadabkan dan tamaddana artinya menjadi beradab-yang nampak dalam kehidupan masyarakatnya berilmu (rasional) memiliki rasa (emosional) secara individu maupun secara kelompok serta memiliki kemandirian (kedaulatan/harga diri) dalam tata ruang dan peraturan-peraturan yang saling berkaitan.

Merujuk pada refrensi lain, pada tulisannya menuju masyarakat madani, Cendikiawan Muslim Nurcholish Madjid mengatakan , Secara konvensional, perkataan “madinah” memang diartikan sebagai “kota”. Tetapi secara ilmu kebahasaan, perkataan itu mengandung makna “peradaban”. Dalam bahasa Arab, “peradaban” memang dinyatakan dalam kata-kata “madaniyah” atau “tamaddun”, selain dalam kata-kata “hadharah”. Karena itu tindakan Nabi mengubah nama Yastrib menjadi Madinah, pada hakikatnya adalah sebuah pernyataan niat, atau proklamasi, bahwa beliau bersama para pendukungnya yang terdiri dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar hendak mendirikan dan membangun mansyarakat beradab.

Sehingga bisa dikatakan, bahwa masyarakat madani adalah masyarakat berbudaya dan al-madaniyyah (tamaddun) yang maju, modern, berakhlaq dan memiliki peradaban melaksanakan ajaran agama (syariah) dengan benar, karena agama (Islam) tidak dibatasi ruang-ruang masjid, langgar, pesantren, maejelis ta’lim semata, namun menata gerak kehidupan nyata, tatanan politik pemerintahan, sosial ekonomi, seni budaya, hak asasi manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mewujudkan masyarakat yang hidup senang dan makmur dengan aturan atau syariah dan melindung hak-hak pribadi , kepemilikan dan hak-hak sipil masyarakatnya. Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani adalah masyarakat kuat berpendidikan dan berpandangan kota  meskipun mereka mendiami daerah perdesaan seperti nampak jelas dalam tatanan masyarakat Madinah el Munawwarah dimasa kepemimpinan Nabi Muhammad.

Seperti itulah bentuk masyarakat yang ingin di bangun di dalam kampus, rekayasa dakwah di kampus adalah bagaimana mewujudkan satu tata nilai Islam yang utuh di dalam lingkungan kampus. Dimana masyarakat kampus telah menjadikan Islam sebagai petunjuk jalan bagi kehidupan. Menjadikan Islam tidak hanya di masjid, akan tetapi telah menjadi bagian meyeluruh dalam civitas academica.Islam berkembang di kelas, lab, kantin, studio dan di seluruh penjuru kampus. Selain itu, Kampus juga menempatkan Islam sebagai referensi utama dalam rujukan sains dan teknologi, karena masyarakat kampus telah yakin bahwa Islam adalah sumber dari segala ilmu.  Kampus telah menjadikan agama sebagai bagian drai keberhasilan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak lagi sekuler dalam memandang Islam dan ilmu pengetahuan. Akan tetapi Agama telah menjadi bagian yang melekat dalam perkembangan riset yang dilakukan dalam kampus.

Dalam konteks kemahasiswaan, pemimpin Islam yang kuat serta memiliki karakter bermunculan dan mengisi jabatan-jabatan strategis dalam kepemimpinan kemahasiswaan di kampus. Mereka tidak lagi sembunyi sembunyi dan sedikit, tetapi tampak jelas dan menjadi inspirasi serta menjadi orang-orang terdepan dalam pergerakan di kampus. Sebuah masyarakat kampus yang dipenuhi dengan toleransi dalam beragama dan pemikiran, dimana mereka bebas berekspresi akan tetapi dalam koridor syariah, mereka bebas berdebat akan tetapi tepat menghormati, dan mereka cerdas akan tetapi rendah hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 30, 2010 by in Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,227,326 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: