Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Tampaknye Perlu Klarifikasi….


Supaya tidak ada yang tersinggung apalagi ada yang sampai menghina saya “tolol”. Bukan hal yang enak tentunya ketika seseorang menuliskan sesuatu yang di hatinya akan tetapi justru cacian yang bukan terkait isi tulisan melayang ke penulis tersebut. Hmmm. Okay, saya akan memberikan beberapa penjelasan terkait tulisan tersebut, terutama buat orang-orang yang menganggap saya pengkhianat dakwah atau apapun. Buat saya itu hanya titel dunia, bukan sesuatu yang penting ketimbang aktualisasi keyakinan. Saya akan sedikit memberikan penjelasan tentang tulisan saya yang berjudul “berakhirnya era partai dakwah”.

Pertama saya seorang yang Insya Allah dekat dengan partai partai Islam, sehingga secara tidak langsung saya mengikuti secara umum perjalanan partai Islam tersebut sejak pemilu 1999. Saya kenal beberapa tokoh PAN, PKS dan PKB, walau tidak banyak dan saya juga kurang mengetahui sejauh mana pengaruh mereka dalam partai saat ini. Akan tetapi, ada ketua umum partai yang bernuansa Islam yang saya kenal cukup baik.

Selanjutnya, tulisan tersebut  tidak sama sekali menyindir  partai tertentu. Di bagian awal dan di akhir saya menegaskan harapan saya terhadap semua partai Islam. Justru terhadap partai yang mana kadernya banyak mempertanyakan tulisan saya, justru saya tergaskan, saya berharap banyak dari partai tersebut, makanya saya sebutkan bahwa partai tersebut, yang dalam hal ini PKS adalah benteng terakhir dari partai dakwah yang puritan. Walau pada akhirnya, saya menuliskan bahwa PKS akhirnya memutuskan untuk berubah, dan itu adalah hak PKS.

Ada beberapa protes yang mengatakan bahwa tulisan tersebut hanya sekedar tulisan tak berkonten dan hanya berisi gosip. Saya menerima kritikan tersebut dan itu hak pembaca. Bisa jadi saja memang ada data yang tidak valid, terutama data yang cenderung ke rahasia internal partai. Saya hanya menuliskan apa yang saya ketahui.

Melalui tulisan ini, saya memohon maaf untuk semua pihak yang tersinggung. Semoga tulisan ini justru menjadi cambuk untuk menjawab keresahan masyarakat dan mengatakan dengan tegak, bahwa partai dakwah itu masih ada.

Mohon maaf untuk semua salah kata.

MARI BEKERJA !

Salam hangat,

yusuf

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 21, 2010 by in Aku dan Diri, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: