all dieser Unsinn, Nicht sinnvoll !!


lagi-lagi malam tak bisa membendung kata kata yang tertera pada jemari ini, hingga begitu saja aku mengukir bait bait inspiratia yang mega. hmmm… orang berkata dengan ide, dan ide pun hanya menjadi onggokan sampah bila tak berubah menjadi kata… kata-kata yang bisa dibaca dan ditulis, tapi kata pun hanya jadi residu peradaban bila tak ada aksi nyata yang tertera… aksi aksi dan aksi… semua orang berbicara tentang aksi, nyata, konkrit atau apapun omong kosong tentang itu semua…

tetapi, lelagi aksi hanya jadi ilalang terinjak bila tak ada perubahan yang terjadi… cuih.. lagi lagi perubahan, transformasi, reformasi, revolusi, apa lagi ? hah ? semua berbicara tentang perubahan, seakan berubah adalah sesuatu yang baik. benarkah ? kata status quo pun selalu mengiringi mukadimah jejak perubahan…

perubahan perubahan, malang benar nasibmu, karena dirimu hanya akan jadi pustaka sejarah bila tak ada konsistensi… huff.. aku semakin muak dengan kata konsistensi, istiqomah, komitmen, keberlanjutan, bla bla bla… semua berbicara tentang hal itu seakan ia akan hidup 1000 tahun lamanya,, tak sadarkan manusia bahwa pada akhirnya ia akan mati bahkan sebelum perubahan itu terjadi.

konsistensi hanya akan menjadi bui tanpa keteladanan, astaga Rabb… teladan, sungguh aku malu berkata kata ini jika mengingat Nabi-nabi Mu, tiada keteladanan yang lebih baik dari beliau. tapi izinkan umatMu berbicara tentang teladan, agar setidaknya kami mendekati keteladanan Nabi-nabi Mu. teladan, contoh, prototipe, suri tauladan, best practice, dan berbagai klise kata yang menyertainya… manusia yang penuh dosa ini ingin jadi teladan… okay.. katakan saja sejujurnya,apakah manusia layak menjadi teladan ? hah ?

hiksss…. teladan… teladan..apa bedanya sampah masyarakat dengan keteladan, sampah masyarakat pun juga bisa jadi teladan.. apakah harus orang sok suci yang bisa jadi teladan? tanya mengapa ? kenapa ? dan bagaimana ?teladan tanpa kebaikan hanya akan menjadi sikap tak bermakna dan berbuah kehancuran..guru mengajar murid mencontek, ulama mengajarkan bermaksiat,,, tapi kini, semua sudah bias stadium kuadrat, polisi mengajarkan bagaimana mencuri, hakim mencontohkan bagaimana disuap, dan presiden mengajarkan cara menindas rakyat.. hufff… sungguh malang nasibmu teladan jika cerai dari istrimu sang kebaikan…

kebaikan, kebajikan, dan kebijaksanaan… lagi lagi manusia sangatlah naif menjadikan kebaikan sebagai simbol untuk melakukan kemunafikan. sungguh tega manusia kini, yang hanya berpikir apa yang terlihat bukan apa yang dirasakan. dan pada akhir kalimat-kalimat tak berkespresi ini aku hanya bisa berkata… buang jauh jauh kebaikan , bila ia tak di iringi dengan keikhlasan….

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s