Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

memulai sebuah lembaga dakwah kampus


Perkembangan LDK di Indonesia yang semakin pesat seiring waktu menandakan pula perkembangan minat KeIslaman di kalangan terpelajar yakni mahasiswa. Tercatat sudah lebih dari 800 LDK yang tersebar di seantero Nusantara dan telah memberikan warna tersendiri dalam perkembangan Islam.  Dalam pertemuan FSLDK XV di Universitas Pattimura Ambon silam, tercatat lebih dari 500 peserta dari berbagai penjuru tanah air, dengan peserta yang lumayan signifikan jumlahnya dari Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pada bagian awal buku  ini, saya akan memulai dengan sebuah tips sederhana bagaimana seorang aktivis dakwah di sebuah kampus memulai mendirikan LDK dari awal. Dalam kondisi dimana ia belum mengetahui medan kampus dan belum banyak memiliki sahabat seperjuangan yang akan bergerak bersama. Kondisi seperti ini sangat sering terjadi di kampus yang belum tersentuh oleh dakwah kampus, dan tentunya menjadi sebuah tanggung jawab bagi seorang yang memahami dakwah di sebuah kampus tersebut untuk memulai lahirnya embrio LDK.

Ada enam langkah perdana yang bisa dilakukan untuk memulai sebuah LDK. Enam langkah sederhana yang bisa dijalankan dengan bekal keyakinan dan konsistensi dalam berjuang.

Membentuk Kelompok Inisiator Awal LDK

Langkah pertama adalah dengan membentuk kelompok kecil yang dapat menjadi embrio pergerakan dalam mendirikan sebuah LDK. Kelompok ini terdiri dari beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi yang nantinya bekerja sama untuk menyusun rencana dan strategi dakwah untuk menebarkan nilai Islam di kampus. Anda bisa memulai dengan mendekati rekan kuliah Anda yang tampak rajin beribadah atau memiliki perhatian lebih terhadap Islam dan perkembangannya. Ajaklah mereka dengan cara yang persuasif dan ramah sehingga mereka bisa yakin bahwa dengan mengorbankan waktu lebih untuk memikirkan Islam adalah sebuah pengorbanan waktu yang mulia. Melalui  kelompok inilah Anda bisa memulai untuk merencanakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mendirikan sebuah LDK.

Setelah menemukan beberapa sahabat seperjuangan yang bisa berpadu untuk sebuah tujuan yang mulia, langkah selanjutnya adalah menguatkan kelompok kecil ini agar memiliki keeratan persaudaraan Islam dan saling memahami satu sama lain. Langkah ini sangat perlu dilakukan karena untuk membangun sebuah LDK dibutuhkan konsistensi dari para pelaku dakwah itu sendiri. Selain menguatkan tali persaudaraan, kelompok kecil ini perlu juga untuk saling belajar dan meningkatkan kapasitas keIslamannya. Rasulullah pernah mencontohkannya saat memulai Islam dengan para Ashabiqunal Awwalun, dimana pendalaman nilai keIslaman langsung dilakukan oleh Rasulullah. Dalam penguatan awal kelompok kecil ini, proses saling menasehati atau menyampaikan materi bisa dilakukan secara bergantian atau mengundang pemateri dari tempat lain.

Dekati Tokoh Kampus dan Rektorat

Mendekati tokoh kampus merupakan sebuah langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tawar dan memperkokoh posisi kelompok keIslaman di sebuah kampus. Dengan dukungan dari para tokoh kampus seperti Ketua BEM, mahasiswa berprestasi, atlet mahasiswa, dan sebagainya akan memberikan sebuah kesan bahwa Islam bisa menjadi bagian dari kehidupan kampus. Dimana Islam tidak terpisah dari prestasi dan keberhasilan, justru dengan cara ini Islam bisa menjadi lebih dirasakan sebagai bagian dari masyarakat kampus. Sehingga secara tidak langsung nilai-nilai Islam telah tersebar kepada civitas academica.

Mendekati tokoh ini juga seperti yang di lakukan Rasulullah dalam fase awal dakwahnya dimana beliau mendekati berbagai tokoh seperti Abu Bakar dari kalangan bangsawan, Usman bin Affan dari kalangan pengusaha, Ali bin Abi Thalib dari kalangan pemuda dan Hamzah bin Abdul Muthalib dari kalangan ahli perang. Semua ini dilakukan untuk memberikan dampak yang lebih besar terhadap persebaran nilai Islam di masyarakat Mekkah saat itu.

Begitu pula yang bisa dilakukan dalam tahap awal pengembangan dakwah di kampus, para tokoh kampus ini bisa menjadi perpangan jangan tangan untuk menyentuh objek dakwah tertentu, seperti ketua BEM yang dapat menyentuh para aktivis mahasiswa, atau mahasiswa berprestasi untuk memberikan citra positif. Walau tak bisa dipungkiri jika diri kita sebagai embrio LDK  yang merupakan tokoh di kampus akan menjadi lebih baik, karena citra positif sudah melekat pada diri sendiri sehingga tidak perlu mengandalkan ketokohan orang lain.

Selain mendekati tokoh mahasiswa, dosen dan birokrat kampus juga perlu untuk di dekati. Langkah awal dalam pendekatan ke birokrat kampus atau dosen adalah dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu agar setidaknya ia mengetahui ada sekelompok kecil mahasiswa yang peduli pada Islam di kampus Anda. Jika proses pendekatan berjalan mulus, maka langkah selanjutnya adalah mulai mengajak beliau untuk mengikuti atau menjadi pengisi acara keIslaman yang dilakukan.

Perkenalkan diri ke LDK lain dalam wilayah yang sama

Dukungan dari kampus lain dalam mendirikan LDK sangatlah penting terutama untuk bantuan pembinaan dan agenda syiar. Dengan dukungan dari kampus lain, sebuah kampus yang baru berkembang dapat meminta dukungan mentor¸untuk pendampingan pendirian LDK dan pembinaan mentoring atau mendapatkan akses ke pemateri yang berkompeten untuk mengisi di acara syiar yang dilakukan.

Bergabungnya kelompok kecil ini dalam FSLDK sebagai forum antar LDK yang sudah memilki pusat komunikasi daerah di seluruh Indonesia akan memberikan akselerasi tersendiri bagi LDK yang baru akan berkembang. Pengalaman saya saat menjadi koordinator pusat komunikasi daerah FSLDK Bandung Raya, saya melakukan pendampingan selama enam bulan kepada aktivis dakwah di sebuah kampus yang akan mendirikan LDK dari nol. Beberapa langkah yang saya lakukan saat itu antara lain;

  1. Menjadi mentor untuk kelompok mentoring kelompok kecil penggagas dakwah di kampus tersebut
  2. Mengadakan konsultasi rutin kepada para aktivis dakwah di kampus tersebut hingga mereka berhasil melegalkan sebuah LDK
  3. Memberikan suplai materi, contoh publikasi hingga melatih softskill agar para aktivis di kampus tersebut dapat berkreasi lebih banyak
  4. Membantu akses jaringan ke ustadz yang berkapasitas untuk mengisi acara syiar di kampus tersebut.

Berkat izin Allah, selama enam bulan sejak pertemuan pertama saya dengan aktivis di kampus tersebut sebuah LDK berhasil didirikan dan mengelola penuh atas masjid kampus yang juga berperan sebagai markas dakwah di kampus tersebut. Pengalaman ini meyakinkan saya, untuk mengajak kepada para inisiator dakwah di sebuah kampus agar memperkenalkan diri ke FSLDK setempat agar dapat lebih cepat dalam mengakselerasi dakwah di kampus anda.

Menyusun  Organisasi Kerja Sederhana

Kelompok kecil para penggagas dakwah kampus kemudian perlu untuk di organisir dengan tepat dengan membuat organisasi kerja sederhana untuk lebih merapihkan gerak dakwah yang dijalankan. Organisasi sederhana ini tidak perlu rumit, cukup membagi peran dengan sederhana seperti posisi ketua, sekretaris, bendahara, syiar dan kaderisasi. Jumlah posisi bisa disesuaikan dengan jumlah SDM yang ada.

Tujuan dari menyusun organisasi ini selain untuk lebih merapihkan gerak dakwah juga untuk persiapan menuju legalisasi LDK. Dengan adanya struktur ini, masyarakat kampus akan menilai bahwa kelompok penggagas organisasi keIslaman di kampus sudah siap untuk menjadi sebuah lembaga dakwah kampus. Tentu organisasi sederhana ini akan menjadi daya dorong tersendiri dalam mewujudkan eksistensi LDK di kampus.

Selain itu dengan adanya organisasi ini, kesempatan untuk mengajak lebih banyak mahasiswa dan mahasiswi lain untuk bisa bergabung dalam barisan dakwah kampus lebih terbuka. Para mahasiswa dan mahasiswa yang berhasil di ajak untuk bergabung dapat mengikuti pembinaan rutin dan beraktivitas di dalam kegiatan sederhana yang dibuat oleh embrio LDK ini.

Mengadakan Kegiatan KeIslaman secara berkala

Organisasi kerja yang dibuat membuat gerak dakwah sudah bisa lebih terarah sehingga memungkinan untuk memulai untuk membuat beberapa program pembinaan dan syiar yang berkala dan terukur. Kegiatan pembinaan yang bisa dijalankan untuk para kader yang sudah bergabung antara lain ; mentoring, MABIT, Ta’lim rutin dan acara kekeluargaan. Sedangkan untuk kegiatan syiar bisa diadakan Ta’lim rutin, mading kampus, dakwah di dunia maya, dan outbound mahasiswa.

Kesinambungan antara pembinaan dan syiar perlahan akan membuat gerak dakwah kampus menemukan karakternya. Perlahan namun pasti anda akan memahami karakter mahasiswa yang menjadi objek dakwah dan akan memunculkan inovasi dan kreatifitas baru dalam mengembangkan dakwah kampus. Dengan adanya kegiatan KeIslaman secara berkala ini memberikan sebuah pencitraan dan pengopinian kepada masyarakat kampus tentang keberadaan lembaga keIslaman dan urgensi adanya lembaga keIslaman di sebuah kampus. Ini pula yang dilakukan oleh Rasulullah ketika berdakwah yakni dengan membangun opini ketinggian Islam terlebih dahulu pada era Mekkah dan baru mendirikan institusi Islam berupa pemerintah saat berada di Madinah setelah 13 tahun berdakwah.

Mempersiapkan legalisasi

Langkah terakhir dalam mendirikan LDK adalah mempersiapkan langkah legalisasi LDK di kampus. Legalisasi ini adalah bukti pengakuan secara formal dan memberikan banyak kesempatan dan kemudahan dalam berdakwah tentunya. Dengan status legal ini akan memberikan kemudahan untuk menggunakan nama kampus dalam mengadakan kegiatan atau mencari dana dakwah atau agar gerak dakwah di kampus menjadi lebih nyaman dan bebas karena telah menjadi lembaga yang legal dan jelas.

Langkah untuk legalisasi tentu harus merujuk pada peraturan di kampus masing-masing. Syarat standar yang sering diperlukan antara lain jumlah anggota, organisasi sederhana, profil lembaga serta dosen pembina LDK. Usahakan untuk memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan dan mulai untuk mengurus secara administrasi pelegalan LDK dengan itu LDK akan legal dan siap untuk bergerak lebih harmonis.

In harmonia progressio

Advertisements

5 comments on “memulai sebuah lembaga dakwah kampus

  1. Mochammad Azzam, Teknik Elektro ITS
    August 4, 2010

    Subhanalloh,, artikel ni nginspirasi ane.. ni ane n sobat2 lg brusha ngembangin LD di jurusan ane. syukron wat share ilmunya..

  2. ayya
    August 8, 2010

    nice post

  3. edifikar
    December 25, 2010

    nice post kang..sangat menginspirasi ane..

  4. Pingback: memulai sebuah lembaga dakwah kampus | Manajemen Dakwah Kampus (under construction)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 20, 2010 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,999 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: