Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Karakter aktivis dakwah kampus komprehensif


Berkembangnya dakwah kampus juga ditandai dengan berkembangnya pengisian dan penyebaran kader dakwah dalam berbagai lembaga kemahasiswaan dan akademik. Setelah LDK terkelola dengan baik, maka mobilitas kader dakwah perlu di tingkatkan dengan mengisi lembaga kemahasiswaan yang ada di kampus. Lembaga kemahasiswaan ini seperti Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan mahasiswa Program studi dan unit kegiatan mahasiswa. Pengisian kader dalam lembaga kemahasiswaan membuka berbagai kesempatan baru dalam rekayasa dakwah di sebuah kampus.

Keberadaan kader dakwah di lembaga kemahasiswaan tidak hanya sebagai kesempatan pembelajaran dakwah di lingkungan yang heterogen,  akan tetapi juga  menjadi sebuah sarana mempercepat  opini ketinggian Islam di  kampus. Dengan menggunakan lembaga kemahasiswaan dakwah bisa dilakukan dengan ketokohan publik yang menjadikan diri kader dakwah sebagai teladan bagi sesama serta membuat kebijakan yang memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat luas. Berbagai kesempatan yang bisa dilakukan ketika seorang kader dakwah mengisi kepemimpinan di lembaga kemahasiswaan antara lain :

  1. Melahirkan tokoh kampus baru dari kalangan aktivis dakwah
  2. Memberikan teladan bagaimana seorang pemimpin muslim mengayomi masyarakat kampus
  3. Membuat kebijakan yang mendukung terciptanya kampus madani
  4. Mengondisikan terbentuknya lingkungan kampus yang toleran, dan dapat menstimulus optimalnya pemanfaatan potensi pada setiap individu di lingkungan kampus.
  5. Menyusun kurikulum kaderisasi kemahasiswaan yang berkaitan dan menunjang dengan visi dakwah kampus.
  6. Memberikan kesempatan untuk belajar menjadi kader dakwah yang terbuka dan siap dakwah di lingkungan heterogen

Setelah mengembangkan dakwah kemahasiswaan selanjutnya wilayah dakwah akademik juga perlu di isi dengan kader dakwah yang memiliki kapasitas akademik yang baik. Pengisian wilayah akademik ini dilakukan terutama oleh kader dakwah yang memiliki kapasitas akademik yang baik. Dengan berbagai kesempatan dakwah yang bisa dilakukan disana. Terutama membangun citra kader dakwah berkompeten secara akademik. Keunggulan dakwah di wilayah akademik ini adalah memberikan kesempatan untuk bisa menyentuh mahasiswa-mahasiswi secara masif dengan menjadi asisten akademik di kampus. Kesempatan dakwah yang bisa dilakukan ketika seorang kader dakwah mengisi wilayah akademik antara lain :

  1. Memberikan citra bahwa kader dakwah prestatif dan berkompetensi di bidang akademik
  2. Memungkinkan menjadi teladan ketika menjadi asisten akademik yang dihormati dan dibutuhkan asistensinya oleh para mahasiswa lain terutama angkatan di bawahnya
  3. Membuka akses ke dosen dan birokrat kampus dan memberikan kesempatan dakwah baru
  4. Mempersiapkan kader dakwah yang berminat untuk menjadi dosen di masa yang akan datang
  5. Berdakwah ketika sedang memegang asistensi atau praktikum mata kuliah, dengan membangun nuansa keIslaman saat praktikum dan dapat mengajak mentoring saat asistensi mata kuliah

Dari contoh-contoh dakwah di kemahasiswan dan akademik yang disampaikan diatas menggambarkan bahwa seorang aktivis dakwah diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk dakwah di segala wilayah atau setidaknya dapat mendukung kader dakwah yang beraktivitas di wilayah lain. Karena opini ketinggian Islam dan persebaran nilai Islam di kampus akan dapat berkembang dengan baik ketika ketiga wilayah dakwah ini (LDK, kemahasiswaan dan akademik) dapat dijalankan dengan berimbang.

Aktivis dakwah kini diharapkan dapat memenuhi profil khusus untuk setiap wilayah dakwah diatas. Karena tak dapat dipungkiri bahwa setiap wilayah dakwah ini memiliki kebutuhan karakter aktivis dakwah tersendiri. Karakter khusus ini bukan untuk membedakan aktivis dakwah justru pada akhirnya setiap kader dakwah diharapkan dapat memenuhi profil khusus dari setiap wilayah dakwah agar nantinya siap untuk di tempatkan di posisi manapun sesuai dengan kebutuhan dakwah di  kampus.

Bukan saatnya kini seorang kader dakwah memandang skeptis tentang wilayah dakwah lainnya seperti kader dakwah di LDK yang memandang bahwa dakwah di BEM tidak memberikan manfaat langsung terhadap mentoring atau kader dakwah di BEM memandang bahwa dakwah di wilayah akademik tidak progresif. Justru alangkah indahnya bila semua kader dakwah di semua wilayah ini dapat bahu membahu mewujudkan kampus madani dengan gerak dakwah yang harmonis dan kesolidan ukhwah diantara mereka.

Dakwiy / LDK

  • Memiliki semangat dakwah puritan untuk menjaga keaslian dakwah di kampus
  • Inovasi syiar untuk merangkul sebanyak-banyaknya objek dakwah di kampus
  • Memiliki kapasitas untuk  mengisi mentoring,ta’lim dan tabligh

Siyasi / Kemahasiswaan

  • Terbuka dan siap dakwah di tempat heterogen
  • Memiliki kapasitas untuk rekayasa opini dan isu
  • Siap menerima kritik dan fitnah kepemimpinan
  • Memiliki kemampuan dialektika dan debat publik

Faniy / Akademik

  • Memiliki kapasitas akademik yang baik
  • Kemampuan persuasif yang memungkinan dakwah dalam lingkungan akademik
  • Memiliki visi pasca kampus di bidang akademik

Profil khusus ini sejatinya dimiliki oleh setiap kader dakwah untuk mendukung dakwah kampus yang harmonis dan progresif. Untuk itu diperlukan adanya pembinaan terpadu diantara kader dakwah berbeda wilayah untuk memberikan karakter kader yang komprehensif. Pembinaan terpadu ini bisa dilakukan dalam bentuk temu kader terpusat atau diklat khusus dan berjenjang. Harapan besar di masa yang akan datang seorang kader dakwah meninggalkan kampus dengan keseluruhan profil diatas. Pada akhirnya perdaban Islam ini akan terwujud dengan kader yang memandang dakwah secara intergral dari segala aspek atau kesempatan dakwah yang bisa dilakukan.

Advertisements

2 comments on “Karakter aktivis dakwah kampus komprehensif

  1. ceritapengagumlangit
    July 21, 2010

    Thx for share ^^
    jd teringat masa2 aktif di dakwah kampus n dapat segmen di siyasah dan akademik..^^ emg keren klo sinerginya bisa berkesinambungan..

  2. Sayuti _UNEJ Jember
    July 24, 2010

    Subhanalloh, syukron atas tulisan antum.Mau tanya Bang Ucup. Di kampus saya belum bisa bergerak di ranah Siyasi maupun Ilmi, kami masih berkutat di dakwah da’awiy yang belum masif. pertanyaan saya, apakah urutan da’awi, siyasi, dan ilmi itu sebuah kemestian demi tercapainya tujuan dakwah kampus? Klo melihat kondisi sperti di kampus saya tersebut, apakah kami harus fokus dulu menggarap da’awi atau seperti apa? Syukron atas masukannya. bisa dibalas ke email saya Bang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 21, 2010 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: