Dakwah Fardiyah berdasarkan karakter


Komunikasi dengan Hati

Kita sering mendengar keluhan dari sahabat sesama aktivis dakwah tentang objek dakwah yang tidak “menerima” dan cenderung apriori. Di lain pihak, para objek dakwah yang cenderung awam sering menyampaikan pendapat bahwa para aktivis dakwah cenderung eksklusif dan mengelompok, tertutup dan seringkali mudah menghakimi ketika melihat mereka berbuat kesalahan atau “dosa”, tanpa mencoba mengklarifikasi dan kemudiian memberi nasehat serta solusi dengan cara yang baik dan tepat.

Bagaimana mungkin aktivitas dakwah di kampus berjalan dengan harmonis ketika antara subjek dan objek dakwahnya memiliki cara pandang yang bertolak belakang dan cenderung saling prasangka ?

Hermawan Kertajaya dalam bukunya marketing in venus mengatakan “orang mars bicara dengan bahasa mars, dan orang venus bicara dengan bahasa venus. Tetapi ada satu lagi bahasa yang universal dan bisa diterima oleh semua orang yakni bahasa understanding” . Meski konteks yang disampaikan dalam buku ini tidak berhubungan langsung dengan dakwah, akan tetapi bisa diambil sebuah benang merah bahwa kesepahaman atau understanding tidak akan pernah terbangun ketika tidak ada komunikasi. Dan komunikasi tidak akan pernah terjadi bila tidak ada usaha masing-masing pihak untuk membuka diri dan memulai untuk memahami.

Begitu pula dalam aktivitas dakwah fardiyah di kampus dimana seorang aktivis dakwah diharapkan mau membuka diri dan mencoba memahami karakter setiap individu objek dakwah secara mendalam sehingga dapat meramukan cara pendekatan dakwah yang paling tepat untuknya. Langkah awal yang perlu dibangun adalah memulai komunikasi dengan objek dakwah dengan berbagai cara. Perlu di ingat bahwa komunikasi bukanlah sekedar berbicara secara oral saja. Komunikasi yang baik melibatkan seluruh sistem yang ada di tubuh kita. Saat anda berkomunikasi dengan orang yang anda senangi, maka tubuh akan merespon baik. Bibir secara spontan tersenyum, mata berbinar, hati menjadi senang, gerak tangan dan kaki rileks dan perasaan nyaman akan menjalar pada diri anda.

Respon seperti ini pun berlaku untuk objek dakwah, dimana mereka bisa menangkap respon dari diri anda jika anda melakukan komunikasi ini dengan tulus dan ikhlas. Sebagaimana Abbas As-Siisiy dalam bukunya bagaimana menyentuh hati mengatakan bahwa “hati hanya bisa disentuh oleh hati yang bersih”. Sehingga pendekatan hati dalam komunikasi khususnya untuk aktivitas dakwah fardiyah sangat diperlukan dan di pahami oleh setiap aktivis dakwah.

Karakter Mahasiswa

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

(AL Hujarat 13)

Menarik bila melihat dan mengamati keberagaman karakter mahasiswa dengan berbagai keunikan dan kepribadian. Keberagaman karakter ini melahirkan nuansa tersendiri dalam interaksi antara manusia dalam kehidupan. Namun jangan sampai nikmat Allah berupa keberagaman ini justru menjadi musibah yang memicu konflik atau hambatan dakwah. Sebagai aktivis dakwah diharapkan kita mampu menjadikan keberagaman ini sebagai potensi dan kesempatan besar untuk melakukan aktivitas dakwah dengan optimal.

Sebuah buku yang sangat bagus untuk memahami karakter manusia, ditulis oleh Florence Littaeur dengan judul personality plus yang menjelaskan secara rinci ciri khas dari empat karakter manusia dengan perspektif yang sangat baik. Karakter koleris, melankolis, sanguinis dan phlegmatis dimana keempat karakter tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan serta tentunya cara dakwahnya tersendiri yang bisa dimanfaatkan oleh para aktivis dakwah khususnya untuk dakwah fardiyah.

Dakwah riang bersama sanguinis

Sanguinis membawa karakter menyenangkan, kesenangan permainan, periang dan penuh rasa ingin tahu. Ia laksana sang pangeran yang setiap kali merasa bahagia akan mendapatkan kekuatannya dan serasa kehilangan kekuatannya saat kesedihan menerpa. Di dalam forum yang besar, sosok sanguinis adalah orang yang bisa membuat tertawa, aktif bertanya, menyapa, dan berkawan. Florence Littaeur dalam bukunya menuliskan bahwa tipe sanguinis ini memiliki beberapa kekhasan, antara lain ;

Kepribadian menyenangkan; Suka bicara dna bercerita; Menghidupkan suasana pesta; Ingatan yang kuat akan warna; Memukau pendengar; Baik di panggung; Lugu dan polos; Antusias dan ekspresif; Penuh rasa ingin tahu; Selamanya menjadi kanak-kanak; Sukalerawan untuk tugas; Kreatif dan inovatif; Mempersona orang lain; dan Mudah berteman

Pendekatan dakwah untuk objek dakwah dengan tipe ini adalah dengan menjadi bagian dari pertemanan yang menyenangkan dari objek dakwah. Buat dia merasa nyaman untuk tertawa lepas atau menyampaikan humor jenaka kepada diri anda. Langkah awal ini sangat diperlukan, karena orang sanguinis sangat gemar berteman dan suasana menyenangkan.  Setelah itu cobalah untuk banyak mendengar apa yang ia sampaikan dan buat ia percaya pada diri anda dan meyakini bahwa anda adalah sosok yang juga menyenangkan dan bersedia menjadi pendengar yang baik untuk dirinya.

Tipe sanguinis ini juga biasanya senang akan hal baru, hadiah baru, petualangan baru dan tantangan baru. Mereka memandang semua yang baru ini sebagai sebuah kebahagiaan tersendiri. Cobalah sesekali membawa hadiah saat ulang tahun atau sebuah kejutan kecil yang berkesan. Selain itu cobalah beri dia pengalaman baru seperti mengajak untuk mengerjakan sesuatu yang baru dan lainnya. Sangat menyenangkan bila berdakwah dengan orang sanguinis karena suasana menyenangkan sangat dirasakan meski anda harus siap dijahili atau sedikit dibuat malu, karena orang sanguinis mendapat kesenangan dengan menjahili atau memalukan orang lain.

Karakter sanguinis umumnya juga senang dipuji dan diberi kebebasan, sehingga cobalah memberikan pujian kecil saat ia menggapai sebuah keberhasilan. Dan dalam memberikan tanggung jawab kepadanya cobalah berikan kebebasan untuknya dalam berekspresi karena dengan itu ia akan merasa nyaman dalam beraktivitas.

Setelah menjadi bagian dari lingkaran pertemanan dari objek dakwah yang sanguinis dan anda dipercaya olehnya dengan baik. Langkah selanjutnya adalah mengajak untuk mengikuti dakwah dengan cara yang menyenangkan. Berikan peran yang membuat ia bisa berekspresi seperti MC kegiatan, bagian syiar yang sarat inovasi, dan juga fasilitasi dirinya dengan mentor yang bisa memahami dirinya sebagai seorang yang riang.

Dakwah Serius bersama Koleris

Orang koleris adalah sosok yang kuat dan dinamis, mampu memimpika hal-hal mustahil dan bertujuan meraih bintang yang diluar jangkauannya. Koleris kuat selalu mengincar, meraih dan berhasil. Dia punya karakter yang paling mudah dipahami dan mudah diajak bergaul, selama anda hidup dengan mengikuti perarturan emasnya “lakukan dengan cara saya, SEKARANG!”

Tipikal koleris sangat cocok untuk menjadi pemimpin dengan kemampuan dirinya dalam berkomunikasi secara terbuka dan keingintahuan bahwa segala selalu akan selesai dan beres selama ia memegang pimpinan. Orang koleris yang kuat berorientasi tujuan dan mempunyai kualitas kepemimpinan bawaan, dia biasanya menanjak ke puncak karir apa saja yang dipilihnya. Mayoritas pimpinan dunia adalah berasal dari karakter koleris kuat.

Florence Littaeur dalam bukunya menuliskan bahwa tipe koleris ini memiliki beberapa kekhasan, antara lain ;

Dilahirkan sebagai pemimpin; Sangat memerlukan perubahan; Berkemauan kuat dan tegas; Bisa menjalankan apa saja; Berorientasi tujuan; Mengorganisasi dengan baik; Mendelegasikan pekerjaan; Berkembang karena tantangan; Tidak terlalu perlu teman; Biasanya selalu benar; dan Unggul dalam keadaan darurat

Pendekatan dakwah yang dilakukan untuk tipe koleris adalah dengan mengakui bahwa memang dia sosok yang memiliki bakat untuk menjadi pemimpin. Dengan memberikan pengakuan kepada dirinya bahwa dia adalah seorang yang memiliki kapasitas menjadi sebuah kebanggaan tersendiri yang membuat dirinya merasa diakui dan itu memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang koleris tersebut.

Berkomunikasi dengan koleris perlulah kesabaran ekstra, perlu diyakini walau kebanyakan koleris merasa selalu benar, meski demikian mereka sebenarnya juga pendengar yang baik. Buat dirinya terbawa pada komunikasi dua arah yang telah kita bangun. Dari sinilah proses dakwah di mulai, koleris cenderung rasional dan bisa didekatkan dengan rasionalisasi yang masuk akal dan cenderung menguntungkan karena mereka melihat segala sesuatu dari sisi untung-rugi. Selain itu seorang koleris yang cenderung yang selalu menjadi pribadi yang terbaik maka berikan keyakinan kepada dirinya bahwa dengan memahami Islam lebih mendalam ia akan mendapatkan kebaikan dan dirinya akan lebih paripurna.

Dalam pemberian tanggung jawab, berilah tantangan terberat pada dirinya karena baginya itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dan dia cenderung akan siap untuk tantangan tanggung jawab yang lebih besar di waktu lainnya. Pendekatan ini bisa juga sekaligus mempersiapkan seseorang kader yang militan dalam bergerak.

Dakwah dengan hati kepada melankolis

Melankolis adalah seorang pemikir sempurn, mereka  adalah orang-orang yang serius terhadap tujuan, mengabdi kepada ketertiban dan keteraturan, serta sangat menghargai kecerdasan dan keindahan. Melakolis yang sempurna adalah jiwa dari kemanusiaan, mereka benar-benar menjalani kegiatan kemanusiaan dengan tulus dan keikhlasan penuh, kecendrungan ini terjadi karena perasaan sensitif yang melekat pada diri melankolis.

Aristoteles dulu pernah mengatakan “semua orang jenius punya watak melankolis”, penulis, pelukis, dan musikus biasanya adalah seorang melankolis karena mereka di lahirkan dengan potensi jenius yang jika di motivasi, dan dikembangkan secara semestinya akan menghasilkan karya yang hebat.

Florence Littaeur dalam bukunya menuliskan bahwa tipe melankolis ini memiliki beberapa kekhasan, antara lain ;

Serius dan tekun; Jenius dan intelek; Berbakat dan kreatif; Sadar perincian; Tertib dan terorganisir; Teratur dan rapi; Perfeksionis; Ekonomis; Perhatian dan belas kasih yang mendalam; dan Mencari teman hidup yang ideal

Pendekatan dakwah dengan seorang melankolis butuh dengan hati bersih dan penuh perasaan. Seorang melankolis sangat mudah tersentuh, biasanya muhasabah atau kontemplasi bisa menjadi metode yang tepat untuk seorang melankolis. Bawa pembicaraan pada sisi kemanusiaan, atau sosial yang membuat dirinya menjadi merasa butuh menjadi bagian dari dakwah untuk bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Yakinkan bahwa dengan membawa seorang melankolis pada titik emosional yang membuat dirinya sangat tersentuh dan tergerak akan sangat membantu dirinya untuk lebih meyakinkan diri agar mendalami Islam dengan lebih baik.

Melankolis terkadang cenderung pesimistis sehingga coba berikan semangat dan motivasi untuk terus bergerak dan berkontribusi secara konsisten. Selain itu berikan rasa optimis pada diri melankolis untuk bisa yakin bahwa dakwah bisa berkembang. Setelah menyentuh hati seorang melankolis, cobalah memberikan dirinya waktu untuk berpikir karena seorang melankolis sangat membutuhkan perenungan dan kesunyian sebelum mengambil keputusan. Pendekatan qur’ani seperti dengan tahsin juga sangat cocok untuk melankolis karena memberikan nuansa perenungan tersendiri.

Dakwah tenang bersama Phlegmatis

Allah menciptakan karakter Phlegmatis yang damai sebagai orang istimewa untuk menjadi bantal bagi emosi tiga watak lainnya, untuk memberikan kestabilan dan keseimbangan. Seorang phlegmati meredakan rencana gila sanguinis, tidak terlalu terkesan dengan keputusan cemerlang koleris dan tidak terlalu serius rencana rumit orang melankolis

Florence Littaeur dalam bukunya menuliskan bahwa tipe phlegmatis ini memiliki beberapa kekhasan, antara lain ;

Serba guna; Kepribadian yang rendah hati; Selalu santai; Sabar-baik keseimbangannya; Berbahagia menerima kehidupan; Punya kemampuan administrasi; Menengahi masalah; Mudah diajak bergaul; dan Menjadi pendengar yang baik

Dakwah dengan phlegmatis tidaklah perlu memberikan berbagai janji atau angan-angan yang berlebihan. Cukuplah berilah pendekatan sederhana akan tetapi logis dan menyentuh. Phlegmatis suka sesuatu yang konsisten, sehingga sebagai da’i kita diharapkan bisa mendekati seorang phlegmatis dengan konsisten hingga ia nyaman dan bersedia menjadi bagian dari dakwah kampus. Seorang phlegmatis membutuhkan motivasi langsung dari seorang subjek dakwah, maka berilah dia semangat untuk memperlajari Islam dengan baik.

Seorang phlegmatis terkadang memberikan respon yang seadanya, sehingga jangan mengharapkan antusias lebih darinya, meski begitu kita tetap harus bisa bersabar dalam penedekatan kepada seorang yang phlegmatis. Selain itu seorang phlegmatis juga seorang yang sulit mengambil keputusan sehingga kita diharapkan bisa memberikan keyakinan kepadanya untuk segera mengambil keputusan. Dalam pemberikan tanggung jawab, seorang phlegmatis juga perlu di dorong untuk berani mengambil sebuah tanggung jawab.

Advertisements

4 Comments

  1. Hmm, saya senang ternyata ada yang berpikiran seperti ini :

    Kita sering mendengar keluhan dari sahabat sesama aktivis dakwah tentang objek dakwah yang tidak “menerima” dan cenderung apriori. Di lain pihak, para objek dakwah yang cenderung awam sering menyampaikan pendapat bahwa para aktivis dakwah cenderung eksklusif dan mengelompok, tertutup dan seringkali mudah menghakimi ketika melihat mereka berbuat kesalahan atau “dosa”, tanpa mencoba mengklarifikasi dan kemudiian memberi nasehat serta solusi dengan cara yang baik dan tepat.

    Saya kira gak ada orang yang mau melihat 2 fenomena itu. Ternyata ada aja ya 😀

    Padahal menurut salah satu masalah besar dakwah ada situ : cara berkomunikasi. Pengalaman saya kebanyakan hanya karena merasa yang disampaikan adalah kebenaran, akhirnya tidak memperhatikan masalah komunikasi dengan serius. Bahkan cenderung tidak mau memikirkan secara utuh. Lebih lagi tidak mau mengevaluasi cara komunikasi.

    Akibatnya ya penolakan oleh orang yang “awam”. Apalagi ketika dilakukan judgment seakan-akan orang tersebut pasti masuk neraka dan yang berdakwah pasti masuk surga, wah, penolakan pasti akan lebih keras.

    Yah, saya sudah di luar sih sekarang. Tapi semoga pikiran tentang cara berkomunikasi yang baik semakin disadari 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s