Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

aku sarjana : sebuah monolog


aku sarjana
lalu mengapa ?
ada yang istimewakah dari seorang sarjana
bukankah sarjana hanya sebuah pengakuan
atas jerih payah berkuliah di sebuah universitas..

lalu apa hebatnya menjadi sarjana ?
lebih diakui ?
lebih dewasa ?
lebih matang ?
lebih cerdas ?
apa ? apa ? apa ?

kata orang masih banyak jutaan sarjana yang menganggur di Indonesia
kata orang banyak pengusaha sukses tanpa perlu jadi sarjana ?

nah looo…. trus buat apa jadi sarjana ?
buat ngisi riwayat hidup ?
biar di kata keren sama mertua ?
atau hanya sekedar tong kosong yang penuh omong kosong ?

huff….
okay..
silahkan,
hina saja para sarjana..
toh ketika selesai kuliah hanya menambah tugas badan statistik untuk menambah satu pengangguran…

bangun BUNG !!
saya seorang sarjana…
dari sebuah kampus yang katanya istimewa…
saya juga tidak tau mengapa disebut istimewa..
katanya tempat orang hebat bertemu, bersaing dan berkarya..

kata orang untuk masuk kampus saya,
butuh persaingan ketat,
kabar dari burung berkata satu banding dua puluh.
wow… artinya saat lima tahun lalu saya bahagia atas diterima nya jiwa ini di kampus yang konon istimewa ini,
ada sembilan belas orang yang menangis karena kebahagiaan saya…

hmmm….
gosip gosipnya lagi sih,,
beban biaya mahasiswa setiap tahun di kampus ini mencapai tiga puluh jutaan….
eh , tapi biaya kuliah ku hanya tujuh persen dari jumlah tersebut…

waw…
hikss..
berapa banyak uang rakyat yang sudah habis
hanya untuk membat aku jadi sarjana…
berapa banyak tangsisan yang mengucur
untuk membuat aku jadi sarjana…
dan itu semua ….
itu semua tangisan dan uang rakyat !!

dan aku masih bisa berbangga mengatakan aku sarjana
…huff…
manusia memang naif…
manusia memang sombong..
manusia tak tahu diri..
manusia lupa bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa manusia lain

indonesia ku sayang….
aku telah jadi sarjana
dan aku ingin membalas semua pengorbanan mu
untuk membuatku menjadi seperti ini…

bangsa ku tercinta…
aku telah jadi sarjana
apa yang aku bisa perbuat untuk merangkai senyum mu
apa yang bisa aku korbankan agar engkau kembali bersinar

rakyat indonesia yang ku banggakan…
maafkan diriku
yang lalai atas amanah dari mu
ku sering lupa, bahwa tegakknya diriku karena tangis dan uang dari mu..

…..huff……..

aku sarjana…lalu mengapa ?


Advertisements

5 comments on “aku sarjana : sebuah monolog

  1. Yucha
    September 19, 2010

    Tidak ada yang mesti dibangga’in dari sebuah gelar sajana.
    Tapi yang pasti mesti bersyukur menjadi bagian dari orang yang terdidik.

  2. Nia
    September 23, 2010

    Iya benar. Benar sekali. Dan setelah itu bekerja lagi untuk negeri.

  3. Surya
    September 28, 2010

    Sarjana ~kembali mengabdi bagi negeri, majukan bangsa~
    Sungguh syukur mendalam atas semua berkah yang dititipkanNya, hingga engkau menjadi sarjana, dengan biaya yang sedemikian rupa.. 🙂

    Salam,

  4. badroe
    October 19, 2010

    Luar biasa akh…selamat berjuang menuju Indonesia Madani

  5. jalanfirdaus
    May 5, 2011

    SARJANA dari UNIVERSITAS manapun bisa menjadi penjahat! sekaliber UNIVERSITAS yang dikata KEREN disana pula BISA LAHIR penjahat negara. menjadi SARJANA bukan hal yang sulit bagi MAHASISWA. kesulitan terjadi ketika keSARJANAannya TIDAK BISA bermanfaat untuk UMMAT!!! mari jadikan MAHASISWA yang beralih SARJANA BERMANFAAT. INDONESIA EMAS 2018!

    SALAM SUKSES!!
    MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH MADA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 3, 2010 by in Aku dan Diri, Sahabat Kampus ITB.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,999 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: