Persiapan Pasca-Kampus bagi ADK


Apa saja yang perlu disiapkan dalam menghadapi kehidupan pasca kampus bagi seorang ADK ?

Hal pertama yang perlu diperhatikan dengan seksama bagi seorang ADK dalam menyiapkan pasca-kampusnya adalah mengenai keberlanjutkan proses pembinaannya/tarbiyah nya. Seringkali banyak ADK yang menganggap santai tentang pembinaan rutinnya dan menyebabkan mereka lambat laun semakin jauh dari orbit dakwah. Hal ini menjadi sebuah catatan tersendiri bagi kita pengelola dakwah kampus. Karena akan sangat disayangkan bila seorang ADK yang menganggap bahwa ia telah “lulus” pembinaan rutin bersamaan dengan mereka menyelesaikan jenjang perkuliahan. Pada bagian ini, saya akan sedikit memberikan gambaran mengenai apa yang perlu di siapkan oleh seorang ADK menjelang kelulusannya dari kampus.

Apa mimpi terbesar mu ?

Ini merupakan pertanyaan pertama yang perlu di jawab oleh semua ADK, mereka akan merencanakan seperti apa hidup mereka di masa yang akan datang. Profesi apa yang akan mereka tekuni sebagai wahana mengekpresikan potensi dan mengaktualisasikan minat. Pertanyaan ini perlu di jawab segera oleh para ADK, agar mereka dapat memiliki gambaran besar mengenai masa depannya. Sangat disayangkan bila seorang ADK hanya megikuti alur dan arus hidup saja tanpa ada perencanaan yang matang.

Temukan apa panggilan jiwa anda, dan dari situ coba rencanakan apa mimpi terbesar yang ingin anda raih. Apa ending point  dari perjalanan hidup anda, bila mengutip perkataan Robert T Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad and Poor Dad, yakni “anda ingin dikenang sebagai apa ketika menghembuskan nafas terakhir nanti ?”. Banyak pilihan bagi ADK untuk berkiprah, baik itu di pemerintahan sebagai birokrat, bekerja di perusahaan swasta, menjadi akademisi di lingkungan kampus, mendirikan NGO atau memulai sebuah usaha sendiri. Apapun pilihan itu, tidak ada yang salah, yang perlu disiapkan adalah, Anda yakin dengan apa yang akan anda pilih.

Potensi apa yang saya miliki sekarang dan apa yang perlu dikembangkan ?

Dari tujuan akhir atau mimpi besar yang ada, coba refleksikan dengan potensi yang anda miliki saat ini. Apa kelebihan yang dimiliki, dan bagaimana kelebihan yang ada mampu menunjang mimpi tersebut. Lihatlah kekurangan yang anda miliki dan apakah kekurangan tersebut dapat di tutupi agar tidak menjadi batu sandungan dalam menggapai sebuah mimpi.  Coba jujur pada diri tentang kapasitas yang dimiliki, dan segera rencanakan langkah-langkah apa yang bisa diperbuat untuk menambah kapasitas yang and miliki agar langkah menuju mimpi dapat lebih berjalan secara lancar.

Kemana diri ini akan berlabuh ?

Sangat penting menentukan langkah pertama yang akan diambil, karena biasanya langkah awal akan sangat krusial terhadap langkah-langkah selanjutnya. Berlabuh dalam konteks ini juga dalam artian berlabuh kota tujuan yang berdampak pada perbubahan lingkungan dan kesempatan dakwah yang baru. Seringkali ADK juga terbengkalai proses pembinaannya karena perpindahan kota yang membuat proses transfer kelompok pembinaan menjadi terhambat.

Pada pengalaman lain seringkali seorang ADK juga shock dengan kondisi dakwah masyarakat yang lebih jauh menantang. Masyarakat umum tentu berbeda denga mahasiswa yang bisa di dakwahi dengan pendekatan intelektual dan cerdas. Sedangkan masyarakat lebih variatif, kita dituntut untuk tetap mampi berkreatifitas dalam menjalankan dakwah kita.

Kapasitas dirimu di uji setelah meninggalkan kampus

Sahabat, seringkali memang dunia dakwah kampus membuat kita nyaman dan merasa percaya diri untuk menjadi seorang da’i. Akan tetapi terkadang kita lupa bahwa kampus adalah medan dakwah yang kondusif, dimana objek dakwah bersifat homogen dan cenderung merupakan kelompok kelas menengah bila dilihat dari segi intelektualitas. Banyak yang mengatakan bahwa kampus adalah sebuah zona nyaman yang membuat para ADK enggan untuk meninggalkannya. Akan tetapi, sesungguhnya ujian yang sejati akan tiba setelah anda meninggalkan kampus, sehingga kita sebagai ADK sangat dituntut untuk dapat menyiapkan diri dengan sebaik mungkin dalam menghadapi dunia pasca-kampus.

Apa saja yang perlu di siapkan ?

Saya hanya akan memberikan tips sederhana dalam menjawab pertanyaan ini;

  1. Banyak bergaul
  2. Banyak membaca
  3. Banyak merenung/ merefleksikan diri
  4. Banyak belajar
Advertisements

2 Comments

  1. bagus tulisannya….
    tapi kalau bisa, dikuatkan dengan penting nya dakwah profesi…
    karena setelah dakwah kampus, medan juang kita adalah dakwah profesi.

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Salam kenal Pak. sy Juhra. mohon diijinkan mengkopi tlisannya Pak,soalnya banyak tulisan Bapak yg merupakan referensi yg sy cari… terimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s