Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Profil dan Karakter Kader Dakwah Ilmiy


Q6 : Profil dan Karakter Kader Dakwah Ilmiy

Bagaimana profil atau karakter dari ADK yang di amanahkan di wilayah Ilmiy ? adakah standar tertentu yang mereka perlu miliki ?

Tanpa bermaksud meng-eksklusifkan wilayah-wilayah dakwah yang ada, saya rasa memang dakwah di wilayah Ilmiy membutuhkan karakter khusus. Walau demikian, alangkah baiknya bila profil kader ilmiy juga di bisa dimiliki oleh ADK yang di amanahkan di wilayah lain. Agar tidak ada dikotomi karakteristik ADK.

Sederhananya, kader dakwah ilmiy adalah mereka yang memiliki minat, dan potensi yang berhubungan dengan wilayah ini. Saya banyak melihat bahwa kader ilmiy cenderung mereka yang “akademisi”, atau “kutu buku”. Memang tidak ada yang salah dengan hal ini, namun jangan sampai mereka justru menjadi “ansos – anti sosial”. Kader ilmiy perlu memiliki kemampuan syiar yang baik agar mampu membahasakan ke-ilmiy-an nya dengan baik. Dan juga kader ilmiy diharapkan mampu memiliki karakter siyasi yang dapat mengkapitalisasi jaringan dengan efektif. Dari konsep ini, setidaknya ada 5 karakter dan 5 profil dari kader dakwah yang beraktivitas di wilayah ilmiy.

Karakter Kader

  1. Karakter Peneliti / Akademisi. Hakikat dasar kader ilmiy adalah keingintahuan dan rasa penasaran yang mendalam terhadap bidang atau keilmuan yang ia tekuni. Karakter seperti ini akan bermanfaat untuk dirinya dalam memahami sesuatu, bermanfaat untuk sesama ADK dalam memberikan daya tarik tersendiri dalam beraktivitas di wilayah ilmiy, serta manfaat bagi banyak orang adalah untuk menjadi teladan.
  2. Karakter Guru / Penyampai Ilmu. Seorang kader ilmiy sangat diharapkan memiliki kemampuan menyampaikan ilmu dengan baik. Bila dirujuk ke salah satu sifat Rasulullah, maka sifat tablighlah yang sesuai. Dengan kemampuan ini, seorang kader ilmiy dapat menginspirasi sebanyak mungkin mahasiswa mengenai pengetahuan, inovasi, teknologi, dan tentunya Islam itu sendiri. Saya sengaja menuliskan poin ini, karena dalam beberapa kampus, saya mencermati kader ilmiy adalah mereka yang paling “pendiam” dan akhirnya kader ilmiy hanya membuat “dunia baru” yang mana kader di wilayah lain tidak mampu memasukinya.
  3. Karakter Pembangun Jaringan. Tak bisa kita pungkiri bahwa jaringan sangat memainkan peran sangat strategis dalam pengembangan sebuah organisasi. Termasuk di dakwah ilmiy, jejaring sangat di butuhkan untuk berbagai hal, seperti ; (1) jaringan beasiswa; (2) jaringan ilmuwan dan teknokrat; (3) jaringan pendanaan; (4) jaringan asosiasi keilmuan ; dan (5) jaringan jurnal dan media. Lima jaringan ini akan dapat dimiliki oleh dakwah ilmiy, bila kadernya juga mampu memanfaatkan kekhasan dan keunggulan dakwah ilmiy untuk kepentingan dakwah ilmiy itu sendiri.
  4. Karakter Jurnalis. Antara ilmiy dan ‘ilamiy tentu tak bisa dilepaskan begitu saja, keduanya sangat berkaitan dan sedalam apapun ilmu yang kita miliki bila tak di imbangi dengan tulisan yang di publikasikan maka hasilnya adalah 0 (baca : Nol).  Untuk itu, seorang kader ilmiy perlu dekat dengan dunia jurnalistik, dan menyiapkan diri untuk menulis sebanyak-banyaknya tulisan yang kelak akan di tampilkan di website opini atau ilmiah, jurnal nasional atau internasional, dan proceeding  seminar ilmiah.
  5. Karakter Inovatif. Seringkali keluhan lahir dari kader ilmiy yang menilai bahwa wilayah dakwah ini kurang menarik bagi ADK lain. Buat saya, justru bidang ini sangatlah menantang, mungkin tidak cukup menarik karena –bisa jadi- kebanyakan ADK kurang suka hal-hal yang bersifat akademis.

Profil Kader

  1. Memiliki Kapasitas Akademik yang Baik (IPK ≥ 3.00). Saya seringkali berkelakar mengenai tiga tipe ADK yang akademik nya sukses, yakni mereka yang cum laude, terancan cum laude, dan limit mendekati cum laude. Apalagi untuk ADK ilmiy, tentu tuntutan keteladanan dan menginspirasi sesama ADK akan lebih besar. Saya rasa menempatkan standar minimal IPK 3.00 sudah sangat tepat.
  2. Menguasai Bahasa Inggris (TOEFL ITP ≥ 550 atau IELTS ≥ 6.0). Bahasa inggris kini telah menjadi bahasa akademisi, hampir semua jurnal dan konferensi internasional menggunakan bahasa inggris. Dan tentu menjadi sebuah konsekuensi logis bagi seorang calon akademisi untuk memiliki kemampuan bahasa inggris yang mencukupi (setidaknya untuk seleksi beasiswa keluar negeri).
  3. Memiliki Karya Ilmiah (Minimal 2 Paper Penelitian). Banyak sekali kesempatan untuk membuktikan kompetensi akademik kita, seperti menulis di jurnal, menyampaikan gagasan di konferensi ilmiah, atau mengikuti kompetisi tertentu.
  4. Menyiapkan diri untuk melanjutkan Pendidikan Pascasarjana di Luar Negeri. Ini merupakan poin penting yang perlu disiapkan oleh seorang ADK Ilmiy, dimana ia dituntut untuk termotivasi agar melanjutkan jenjang pendidikannya di luar negeri. Saat ini sangat banyak sekali kesempatan beasiswa untuk di luar negeri. Tinggal bagaimana kita menyiapkannya dengan sebaik mungkin agar dapat diterima oleh pemberi beasiswa.
  5. Calon ADK Permanen (dosen). Alangkah baiknya bila mereka yang sudah mewakafkan dirinya di dunia dakwah ilmiy dapat melanjutkan jenjang karir nya menjadi seorang dosen. Ini tentu akan sangat sejalan dengan kebutuhan dakwah kampus yang membutuhkan ADK Permanen dengan jumlah yang lebih besar di masa yang akan datang.
Advertisements

2 comments on “Profil dan Karakter Kader Dakwah Ilmiy

  1. Andie Ros
    July 3, 2011

    asslm wrwb syukron akh dah berbagi, boleh di kirimin lagi tentang 10 muwashofat ADK yg di sertai penjelasan masing-masing poinx. oya yang pke slide juga bisa?

  2. luhur kurnianto
    November 15, 2011

    urun rebug.. memang betul mereka yg dulu amanahnya sbg ADK ilmy harus punya tekad back to campus u/ jd dosen.. tapi sekarang dan kedepannya pandangan ini tdk lagi mutlak. karena jujur, selain penjagaan bagi para ADK, alumni sangat dibutuhkan perannya dalam membangun jaringan profesi. maka kalo semua jadi dosen, ya jaringan kita sempit.. untuk itu, rumusnya ditambah, muaranya adalah dosen, tapi yang berlatar belakang praktisi. jadi alumni yg dulu ADK ilmy berpetualang dulu sbg praktisi yg sangat ahli dibidangnya dan punya predikat yg diakui secara luas di kalangan keprofesiannya, barulah kembali/ nyambi/ mengabdi ke kampus dengan segudang ilmu, pengalaman dan jaringannya yg luas. sehingga sempurna menurunkan ilmu, semngat dan manfaat jaringan ke ADK yg mau lulus. karena 1 cita2 besar dakwah ilmi adalah me-link and match-kan SDM ADK yg potensial ke tempat2 strategis di negara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 25, 2011 by in Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,223,582 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: