Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Mengoptimalkan Jaringan Dakwah Ilmiy


Jaringan apa yang potensial untuk dikembangkan di dakwah ilmiy dan bagaimana cara mengoptimalkannya ?

Saat ini, jaringan adalah salah satu modal penting dalam menguatkan sebuah organisasi, sebuah organisasi yang kuat perlu ditopang oleh jaringan yang kokoh pula. Organsiasi manapun saat ini berlomba-lomba untuk meningkatkan jaringannya, dengan harapan dapat dimanfaatkan untuk perkembangan organisasi yang mereka jalankan. Jaringan tentu juga menjadi sebuah kebutuhan bagi dakwah ilmiy dalam meningkatkan pengaruh dan kebermanfaatannya bagi banyak orang.

Sebelum masuk ke jaringan apa yang bisa dikembangkan, saya akan memberikan beberapa masukan mengenai bagaimana memanfaatkan jaringan yang telah di bangun. Untuk dakwah ilmiy, tentu keunikan yang dimiliki harus di tonjolkan, yakni kita perlu menunjukkan bahwa kita memang memiliki kapasitas akademik yang baik serta memiliki keingintahuan yang mendalam mengenai keilmuan yang ditekuni. Tak pelak, bahwa jaringan yang akan melekat pada jejaring dakwah ilmiy adalah yang berhubungan dengan keilmuan itu sendiri atau dalam istilah lain. Jaringan Akademik.

Langkah langkah sederhana dapat ditempuh untuk menguatkan jejaring ilmiy, seperti mengikuti seminar ilmiah agar kita bisa mengenal para pakar, silaturahim ke ilmuwan yang ada untuk meningkatkan jejaring, mengikuti konferensi akademik agar kita dapat menunjukkan karya, membuat publikasi ilmiah di jurnal atau artikel bebas agar banyak yang bisa merujuk, mendesain website yang interaktif agar masyarakat bisa melihat kiprah, serta mengadakan semacam simposium untuk meningkatkan eksistensi.

Sebenarnya memang sangat sederhana untuk meningkatkan sebuah jaringan, namun dibutuhkan konsistensi dari tim jaringan ilmiy agar jaringan tersebut bisa dimanfaatkan. Ingat, bahwa jaringan bila tidak bermanfaat untuk kemajuan organisasi, maka itu tidak bisa disebut sebagai jaringan, melainkan hanya komunikasi biasa. Memang salah satu tantangan membangun jaringan di wilayah ilmiy adalah bagaimana kita bisa “nyambung” dengan para pakar atau ilmuwan yang kita temui sehingga mereka cukup tertarik untuk membantu perkembangan organisasi kita.

Jaringan yang bisa dimanfaatkan

Setidaknya ada lima kelompok jaringan yang bisa dimanfaatkan oleh dakwah ilmiy dalam mengembangkan dakwahnya;

Pertama, kelompok dakwah ilmiy di kampus lain. Membangun jaringan dengan organisasi dakwah ilmiy di kampus lain. Ada beberapa bentuk organisasi dakwah ilmiy yang, antara lain berbentuk UKM (unit kegiatan mahasiwa), ada yang di bawah LDK atau BEM, atau ada yang masih bersifat informal. Bagaimanapun bentuk yang ada, sebenarnya tidak begitu menjadi masalah, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu menguatkannya.

Ketika kita sudah memiliki jejaring dengan organisasi dakwah ilmiy di kampus lain, kita bisa memulai untuk studi komparasi antara kampus kita dengan kampus lain. Tujuan dari studi komparasi adalah untuk menemukan format yang efektif dari pengembangan dakwah ilmiy. Setelah melakukan studi komparasi, pemanfaatan jejaring yang bisa dimanfaatkan adalah melalui penelitian atau projek bersama. Tujuan dari hal penelitian atau projek bersama adalah mendorong terwujudnya transfer knowledge  dan diseminasi teknologi antar kampus. Dengan itu, setiap organisasi ke-ilmiy-an dapat mengembangkan diskursus keilmuannya di masa yang akan datang.

Kedua, kelompok asosiasi/forum cendikawan/ilmuwan muda di dalam dan luar negeri. Saat ini sangat banyak sekali forum ilmuwan muda, baik di dalam maupun dan luar negeri. Akan sangat baik bila kader ilmiy dapat aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang diadakan oleh asosiasi ini. Dan akan lebih bernilai tambah, bila kader ilmiy kita tidak hanya hadir sebagai penonton atau peserta pasif, melainkan juga menyampaikan gagasan atau idenya di forum yang diadakan. Animo ilmuwan muda kini semakin tinggi, hampir setiap PPI (persatuan pelajar Indonesia) di luar negeri mengadakan pertemuan untuk para ilmuwan muda dalam menyampaikan gagasannya. Sebuthlah TIMII (temu ilmiah mahasiswa Indonesia Internasional) yang di adakan oleh PPI-UK atau AMSTEC (Annual Meeting of Science and Technology Studies) yang di adakan oleh PPI-Jepang.  Mengirimkan satu-dua atau lebih perwakilan dari kader ilmiy akan memberikan pengalaman luar biasa bagi perkembangan dakwah kampus ilmiy. Untuk di bidang hukum, sosial, politik bisa juga mengkuti Young Politician Union, Asia-Europe Young Political Leaders Symposia, International Law Students Association atau American Council of Young Political Leaders.

Saya sangat mengharapkan, kader dakwah ilmiy dapat mengembangkan jaringan keilmuannya dengan baik. Ekspansi jaringan internasional maupun nasional akan memberikan nilai tambah bagi para kader ilmiy yang juga berminat untuk melanjutkan studi ke luar negeri dan mejadi dosen di masa yang akan datang. Melihat dunia, itulah salah satu babysteps yang perlu disiapkan oleh para kader ilmiy agar mereka mampu melihat apa kesempatan dan tantangan Indonesia agar bisa menjadikan negeri ini berdaya saing, serta menganalisis bagaimana peran ilmuwan Muslim muda dalam berkontribusi bagi perkembangan Indonesia.

Ketiga, kelompok lembaga penelitian/asosiasi ilmuwan profesional. Salah satu kelompok cendikiawan Muslim yang sudah terkemuka di Indonesia adalah ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia), atau kini kita telah juga memiliki MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia). Membangun jaringan dengan mereka dan menjadikan organisasi dakwah ilmiy kita ke dalam jaringan mereka akan memberikan kebermanfaatkan yang luas. Saya sangat meyakini, bila kita sudah masuk ke jaringan mereka, maka kita akan selalu di undang bila ada kesempatan pertemuan atau seminar. Lebih dari itu, kita juga bisa ditemui dengan para pakar yang memang tertarik untuk meningkatkan jumlah dan kualitas ilmuwan muda.

Setelah jaringan kita miliki, kita dapat mengundang pembicara untuk seminar yang diadakan, atau menggunakan jaringan mereka untuk membangun jaringan yang lain serta mendorong terwujudnya kolaborasi potensi yang bisa dikembangkan. Antusiasme kita sebagai ilmuwan muda perlu ditunjukkan agar mereka para cendikiawan yang sudah matang mau berbagi dan mau meng-share apa yang mereka dan organisasi mereka miliki untuk kebutuhan organisasi dakwah ilmiy di kampus kita.

Keempat, kelompok lembaga penyalur beasiswa. Salah satu jaringan strategis yang bisa dikembangkan adalah jaringan ke penyalur beasiswa. Untuk dalam negeri kita mengenal Sampoerna Foundation, Bakrie Foundation, atau Beasiswa Unggulan DIKTI. Untuk jaringan luar negeri kita bisa melakukan pendekatan ke AMINEF-Fulbright, ADS/ALA, The British Chevening atau Beasiswa Pemerintah Jepang MONBUKAGUSHO.

Jaringan beasiswa ini bisa kita gunakan untuk berbagi dengan ADK lain yang berminat untuk melanjutkan studi, mengikuti program pertukaran pelajar atau program sandwich. Jika ingin dimanifestasikan dalam bentuk kegiatan, jejaringan penyalur beasiswa ini dapat juga di ikutkan dalam kegiatan pameran pendidikan dan beasiswa yang diadakan oleh dakwah ilmiy. Dakwah ilmiy sangat di harapkan dapat berperan juga sebagai biro informasi beasiswa bagi para ADK.

Kelima, kelompok media ilmiah, jurnal atau artikel ilmiah populer. Banyak sekali media atau jurnal ilmiah yang bisa di akses dan dapat menjadikan wadah bagi para kader ilmiy dalam menunjukkan kapasitas keilmuannya. Target publikasi yang cukup menantang dan menarik adalah publikasi ke artikel atau media umum untuk menuliskan mengenai ilmiah populer, hal-hal yang umum dan mudah dimengerti masyarakat. Akan tetapi, kita bisa memberikan sumbangsih pemikiran kita mengenai isu yanga terdapat di masyarakat melalui sharing ilmu yang kita miliki.  Bila sudah mulai terbiasa menulis, maka langkah selanjutnya adalah membiasakan diri untuk menulis di jurnal ilmiah agar kapasitas penulisan akademik kita juga meningkat.

Advertisements

One comment on “Mengoptimalkan Jaringan Dakwah Ilmiy

  1. amrullah
    January 31, 2012

    wah alhamdulillah sangat bagus bang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 26, 2011 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,251 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: