Dakwah Kampus Siyasi


Salah satu bentuk diskursus dakwah kampus yang dapat menjadi miniatur dari dunia pasca-kampus adalah upaya rekayasa dakwah dalam bidang gerak siyasi. Siyasi dalam konteks yang kita bicarakan disini dapat diartikan dengan politik, lebih khususnya politik kampus. Seperti yang kita alami bersama di dalam organisasi kemahasiswaan sebuah kampus terdapat Himpunan Mahasiswa Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa di tingkat Universitas dan di tingkat Fakultas, serta ada pula Unit Kegiatan Mahasiswa.

Setiap lembaga kemahasiswaan ini tentu memiliki kebutuhan untuk di-dakwah-i pula, agar sentuhan dakwah tidak hanya berada di Masjid Kampus saja, melainkan juga di seluruh organisasi yang terdapat mahasiswa di dalamnya. Sentuhan dakwah ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya lingkungan Islami di seluruh penjuru kampus. Strategi ini perlu dilakukan agar proses membangun masyarakat Islami di kampus dapat segera terwujud.

Tentu untuk menjalankan dakwah kampus siyasi, kita akan membutuhkan rekayasa dakwah yang tepat pula, ada perbedaan karakteristik antara dakwah di dakwiy dan siyasi, dan pastinya akan ada perbedaan profil ADK yang ditempati di ranah siyasi. Tanpa bermaksud meng-eksklusifkan dakwah siyasi, saya memiliki pandangan bahwa dakwah siyasi adalah tahap lanjutan setelah tahap dakwiy. Artinya dakwah di siyasi bisa dikatakan lebih menantang dan lebih membutuhkan persiapan yang matang.

Bila saya mencoba mendefinisikan secara sederhana apa itu dakwah kampus siyasi, maka saya akan menuliskan kalimat berikut; salah satu strategi penyebaran nilai Islam di kampus melalui rekayasa berbagai upaya meningkatkan kepemimpinan dan ketokohan sosial kader serta mendorong kader untuk menempati posisi strategis -baik secara fungsi maupun massa- di organisasi kemahasiswaan yang bertujuan untuk mendorong terwujudnya lingkungan Islami di sebuah  kampus.

Dari definisi ini, kita dapat melihat bahwa ada beberapa poin penting dalam membangun dakwah siyasi, yakni :

  1. Value atau nilai yang di bawa (nilai Islam)
  2. Rekayasa berbagai upaya (strategi/siasat)
  3. Kemempininan dan Ketokohan sosial (syaksiyah barizah)
  4. Menempati posisi strategis (penguasaan)
  5. Lingkungan Islami (pengaruh)

Dari definisi inilah bab ini akan dikembangkan sebagai sebuah langkah untuk berbagi inspirasi mengenai strategi dakwah siyasi yang nantinya dapat di adaptasikan dan dikembangkan di kampus masing-masing.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s