Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Sistem Kaderisasi Siyasi


Bagaimana sistem kaderisasi siyasi yang efektif dan mampu menghasilkan perubahan di kemahasiswaan ?

Sebagaimana sistem kaderisasi pada lembaga dakwah kampus, kader siyasi juga membutuhkan sebuah sistem kaderisasi yang berjenjang dan lebih mengutamakan kerja lapangan ketimbang materi belaka. Kenapa kerja lapangan lebih diutamakan? karena karakter perekayasa perubahan tidak akan terbentuk dengan materi di ruangan yang mengandalkan papan tulis dan infokus, mereka perlu dilatih dan dimatangkan seiring dengan perjuangan dakwah siyasi yang mereka tempuh.

Dalam menyusun kurikulum kaderisasi siyasi, saya akan merunutkan dulu bagaimana proses yang perlu dilakukan, atau skema berpikir yang perlu dimiliki oleh para perumus kaderisasi siyasi, proses tersebut dirangkum dalam bagan alir berikut ini ;

  1. 1.        Profil Kader Siyasi

Pada bagian sebelumnya telah diutarakan lebih detail mengenai profil kader siyasi yang diharapkan, setidaknya ada empat profil utama yang dituntut untuk ada pada diri kader siyasi, yakni;

  1. Pemahaman Akan Fiqh Siyasah
  2. Keteladanan Sosial
  3. Kapasitas Intrapersonal
  4. Dinamis dan Mampu Membaca Situasi

Jika boleh disederhanakan, maka setidaknya ada 2 profil utama kader siyasi, yaitu pemahaman agama dan dakwah yang kompeten, dan penguasaan rekayasa sosial yang dinamis. Keseluruhannya perlu dimiliki oleh kader siyasi agar ia mampu menjalankan amanah dakwahnya dengan baik dan bijak di lingkungan kemahasiswaan. Kita tentu sangat menghindari kondisi dimana seorang kader siyasi tidak menguasai keseluruhan aspek profil ini, karena akan berdampak sangat fatal dalam pengelolaan dakwah kampus kedepannya.

Saya akan coba turunkan sub-profil yang dibutuhkan dari profil utama yang telah diutarakan sebelumnya dalam tabel berikut ini;

Kapasitas Islam dan Dakwah

Kapasitas Rekayasa Sosial

  1. Aqidah yang Kokoh
  2. Pemahaman Islam yang Luas
  3. Ibadah yang Lurus dan Benar
  4. Keteladanan Akhlak yang Mulia
  5. Penguasaan terhadap Sejarah Islam dan Strategi Dakwah Islam
  6. Karakter seorang Pemimpin Islam yang Adil
  7. Pemahaman Strategi Dakwah dan Dakwah Siyasi
  8. Penguasaan Manhaj Haroki (Pedoman Pergerakan)
  9. Pemahaman terhadap Konsep Peradaban dalam Islam
  10. Penguasaan strategi perubahan sosial
  11. Pengusaan mengolah isu dan opini konstruktif
  12. Penguasaan kemampuan orasi, negosiasi, lobi, dan komunikasi persuasi
  13. Penguasaan konten kajian isu nasional dan internasional
  14. Kapasitas membaca dan menulis yang baik
  15. Kemampuan untuk memobilisir massa dan gagasan
  16. Kemampuan memimpin forum dan berbicara di depan public secara meyakinkan
  17. Kemampuan berdebat, berdialektika dan berdiskusi dengan isu-isu yang ada
  18. Kapasitas dalam memimpin komunitas heterogen

 

Bila sahabat sekalian, melihat tentang profil atau aspek kompetensi yang diperlukan oleh kader siyasi, maka akan terlihat bahwa kaderisasi mandiri yang lebih berbasiskan tempaan di lapangan lebih akan dibutuhkan dalam membentuk karakter diatas. Materi saja tidak cukup, kader perlu membiasakan dirinya dalam belajar dan menuntut ilmu secara mandiri.

Dimulai dari akhir, begitulah konsep dalam kaderisasi, profil atau output apa yang ingin dilahirkan dari proses kaderisasi yang ada akan memudahkan pengelola kaderisasi siyasi dalam membangun kader siyasi yang berkualitas. Dari profil ini pulalah para kader dapat melihat sejauh mana dirinya sudah cukup layak menjadi kader siyasi yang di amanahkan di lingkungan dakwah yang heterogen.

  1. Tahapan dan Jenjang Kaderisasi Siyasi

Dalam tahap penjenjangan ini dapat menyesuaikan dengan penjenjangan diperkuliahan, karena biasanya tingkat di kuliah akan menentukan pemetaan di posisi siyasi seorang kader. Seperti pada tingkat 2 sebagai Ketua Himpunan, tingkat 3 Ketua BEM fakultas dan tingkat 4 sebagai Presiden BEM Universitas. Artinya, kader pun akan menyesuaikan penjenjangan ini seiring dengan semakin senior dirinya di kelas. Dalam setiap jenjangnya, seorang kader akan memiliki tanggung jawab tertentu, baik untuk dirinya dan untuk juniornya. Penjelasan mengenai penjenjangan yang juga di ikuti oleh pemetaan posisi strategis akan dipaparkan pada tabel berikut ini;

  Fokus Kaderisasi Pemetaan Posisi Peran dalam Dakwah Pencapaian Pribadi dan Sosial
Tingkat 1 Pemahaman Dasar Diniyah dan Siyasi Staf di Himpunan, Unit Kegiatan, BEM Fakultas, dan BEM Universitas Sebagai agen terdepan dalam menebar nilai Islam di lingkungan kampus Dikenal dengan karakter diri yang kuat di komunitas. Sebagai teladan di komunitas. Memiliki kecendrungan minat spesifik dalam dakwah siyasi
Tingkat 2 Penguatan kapasitas strategi siyasi dan pengelolaan opini. Pada tahap ini, seorang kader diharapkan sudah mampu sebagai middle-level pergerakan. Ketua dan Pengurus Inti di Himpunan Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Sebagai kepala divisi atau staf di BEM Fakultas atau BEM Universitas Sebagai Pemimpin di level komunitas tengah (himpunan atau unit kegiatan). Atau sebagai penggerak di organisasi tingkat fakultas atau skala universitas. Kader pada level ini perlu memiliki pencapaian pribadi yang dapat diunggulkan sebagai kader siyasi Mengeluarkan gagasan perubahan pada skala komunitas, mulai rutin menuliskan opini pada skala kampus atau lokal/nasional serta dikenal di lingkungan kampus sebagai salah satu mahasiswa yang potensial.
Tingkat 3 Kematangan dalam dakwah siyasi. Kemampuan orasi, mobilisasi, negosiasi, hingga rekayasa sosial tingkat tinggi. Ketua dan Pengurus Inti di organisasi tingkat fakultas dan ring-1 atau ring-2 di organisasi tingkat universitas. Sebagai salah satu tokoh kampus yang berpengaruh. Dikenal sebagai seorang yang telah memiliki karya nyata dan diyakini mampu membuat perubahan di kampus. Pendorong opini nilai Islam di kampus. Sebagai pemimpin prospektif bagi kemahasiswaan mendatang. Memiliki mentoring siyasi yang dijalankan secara rutin. Memiliki massa non-kader yang loyal terhadap dirinya. Memiliki jaringan rektorat dan tokoh nasional.
Tingkat 4-Lanjut Aktualisasi kedewasaan dalam bergerak siyasi. Penguasaan seluruh aspek dakwah secara utuh serta kemampuan sebagai senior dalam siyasi yang dapat menggerakan dan membina juniornya. Ketua dan Pengurus Inti di organisasi tingkat universitas. Atau sebagai tokoh kampus yang tidak memegang posisi formal, tetapi dipercaya sebagai seorang mampu memberikan gagasan dan berpengaruh di lingkungan kampus. Peran sebagai pemimpin gerakan dan teladan sosial yang diterima oleh semua kalangan. Pada tingkat ini seorang kader dakwah diharapkan telah menjadi seorang tokoh siyasi yang dipercaya penuh oleh kader dan massa kampus. Ia dituntut untuk mampu menjadi tempat bertanya dan mengembangkan diri bagi kader siyasi lainnya.

 

Pentahapan ini akan membantu pengelola kaderisasi siyasi dalam merencanakan kaderisasi yang tepat bagi seorang kader siyasi, dan juga membantu kader dalam merencanakan pembinaan mandiri baginya. Penjenjangan ini dapat di detailkan dan di sesuaikan dengan kondisi kampus masing-masing, apa yang tertera di tabel adalah pedoman umum yang bisa dikembangkan.

  1. Kurikulum , Materi, Metode Kaderisasi

Kebutuhan kurikulum yang tepat dan materi yang sesuai dengan kebutuhan kader siyasi adalah sebuah pra-syarat tersendiri untuk membentuk kader siyasi yang berkompeten di bidangnya. Kurikulum yang dibuat dapat menyesuaikan dengan jenjang kaderisasi yang ada. Dari kurikulum ini dapat diturunkan menjadi materi-materi yang dapat diberikan dengan berbagai ragam metode. Pada bagian ini saya akan mencoba menurunkan tabel penjenjangan menjadi tabel kurikulum dan materi yang kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi di kampus masing-masing.

Penjenjangan Pencapaian  Kurikulum Rekomendasi Materi Wahana Aktualisasi Materi
Tingkat 1 Pemahaman Dasar Diniyah dan Siyasi
  1. Makna Dua Kalimat Syahadat
  2. Mengenal Allah
  3. Mengenal Islam
  4. Mengenal Rasul
  5. Mengenal Qur’an
  6. Mengenal Manusia
  7. Perang Pemikiran
  8. Kondisi Umat
  9. Haq dan Bathil
  10. Kesatuan Umat
  11. Fiqh Dakwah
  12. Fiqh Siyasi
  13. Manhaj Haroki
  14. Urgensi Tarbiyah
  15. Materi Kelas melalui diklat terfokus
  16. Membaca buku secara mandiri
  17. Menyelesaikan minimal 10 judul buku
  18. Kunjungan tokoh siyasi / tokoh nasional
  19. Pembelajaran di organisasi kemahasiswaan
  20. Belajar menjadi teladan akhlak di kelas / jurusan
  21. Membina kelompok mentoring SMA
Tingkat 2 Penguatan kapasitas strategi siyasi dan pengelolaan opini. Pada tahap ini, seorang kader diharapkan sudah mampu sebagai middle-level pergerakan.
  1. Sejarah peradaban Islam
  2. Sahabat dan Tokoh Islam kontemporer
  3. Perbandingan Gerakan Islam Kontemporer
  4. Perang Pemikiran Islam dan Liberal
  5. Paradigma Peradaban Islam
  6. Konsep Masyarakat Madani
  7. Islam dan Politik
  8. Kepemimpinan dalam Islam
  9. Globalisasi dan Fitnah terhadap Islam
  10. Konsep Dakwah Politik dalam Islam
  11. Konstelasi Islam di Dunia Internasional
  12. Urgensi Membina
  13. Menulis Artikel Secara Mandiri dan dikirimkan ke media lokal dan nasional. Serta wajib memiliki media sosial pribadi (web-blog, twitter, dan facebook)
  14. Mengkhatamkan Satu buah buku setiap pekan ssecara mandiri.
  15. Menyelesaikan minimal 25 judul buku
  16. Berlatih untuk lobi ke rektorat untuk menyukseskan program
  17. Memiliki jaringan tokoh lokal dan nasional (minimal 10 tokoh nasional sudah kenal dekat)
  18. Berlatih untuk menguasai opini dalam forum umum  / massa di kampus
  19. Memulai untuk memiliki massa simpatisan pribadi karena sikap atau pemikiran
Tingkat 3 Kematangan dalam dakwah siyasi. Kemampuan orasi, mobilisasi, negosiasi, hingga rekayasa sosial tingkat tinggi.
  1. Gerakan Politik Islam dan Konspirasi Dunia
  2. Fenomena Arab Springs dan Perspektif Islam dalam Demokrasi
  3. Sejarah Politik Islam dari masa ke masa
  4. Pilar kebangkitan peradaban
  5. Pemerintahan Islam
  6. Rekayasa Sosial-Ekonomi-Politik-Hukum Negara
  7. Islam dan Indonesia
  8. Islam dan Dunia
  9. Futurologi : Masa Depan Islam di Dunia
  10. Perbandingan Agama dan Ideologi Dunia
  11. Khilafah Islamiyah
  12. Problem Islam dan Dunia Barat
  13. Islam dan Sejarah Ilmu Pengetahuan
  14. Jihad dalam Dakwah
  15. Terbiasa untuk menuliskan artikel dan dimuat di media online-offline
  16. Keberpemilikan Blog pribadi yang sudah dikunjungi oleh banyak pembaca (lebih dari 10.000 pengunjung)
  17. Keberpemilikan jejaring sosial yang aktif dan memiliki jejaring yang luas (twitter >1000 followers, facebook > 2000 friends)
  18. Kemampuan lobi kebijakan pada tingkat pemerintah lokal / nasional
  19. Jejaring yang kuat ke NGO, partai politik, pengusaha, pejabat Negara dan aktifis lainnya.
  20. Memahami peta politik nasional dan peta pergerakan mahasiswa
  21. Memiliki Usroh Siyasi
  22. Ketokohan di tingkat kampus sebagai pemimpin yang potensial
  23. Kapasitas untuk mengkoordinir massa
  24. Kemampuan orasi dan dialekta
  25. Menyelesaikan minimal 50 judul buku
Tingkat 4-lanjut Aktualisasi kedewasaan dalam bergerak siyasi. Penguasaan seluruh aspek dakwah secara utuh serta kemampuan sebagai senior dalam siyasi yang dapat menggerakan dan membina juniornya.
  1. Sejarah Peradaban Islam di Indonesia dan Dunia
  2. Konspirasi Global dan Nasional
  3. Tahapan Peradaban Islam dan Implementasinya di Indonesia
  4. Khilafah Islamiyah
  5. Rekayasa Politik dan Sosial
  6. Propaganda Opini
  7. Fitnah Kepemimpinan
  8. Fitnah Dakwah Islam
  9. Gerakan Zionis, Liberal dan gerakan anti-Islam lainnya
  10. Membangun Negara Islam
  11. Partai Politik, Demokrasi dan Kesejahteraan
  12. Membangun Kemandirian Bangsa
  13. Tantangan Pembangunan Indonesia
  14. Isu Indonesia dan Dunia Kontemporer
  15. Rutin menulis artikel baik di blog maupun media online
  16. Menghasilkan minimal 1 buah buku dengan tema bebas
  17. Memiliki jejaring tokoh lokal dan nasional (minimal 30 jejaring)
  18. Dikenal sebagai tokoh aktifis pergerakan mahasiswa nasional
  19. Memiliki karya atau produk yang sesuai dengan kompetensinya
  20. Penguasaan terhadap jejaring sosial sebagai media menyampaikan nilai-nilai Islam
  21. Memiliki usroh siyasi
  22. Kemampuan mobilisasi massa untuk aksi massa atau kebutuhan lainnya
  23. Orasi publik yang berpengaruh
  24. Menyelesaikan minimal 100 judul buku

 

Melalui materi dan metode yang tepat, seorang kader dakwah dapat berkembang dengan baik. Dalam kaderisasi siyasi, pembelajaran mandiri menjadi lebih strategis, karena seorang kader siyasi tidak dapat dimanjakan dengan materi, melainkan perlu ditantang dengan berbagai pencapaian yang membuat dirinya berkembang.

Advertisements

One comment on “Sistem Kaderisasi Siyasi

  1. fathe
    April 1, 2013

    izin copas ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 22, 2012 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: