Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Inspiratia Flava


Aku percaya pada musik seperti anak kecil yang percaya pada dongeng, musik ada dimana-mana yang perlu kita lakukan hanya mendengar dan percaya” -August Rush-

Saya pun juga percaya seperti anak kecil yang antusias mendengar legenda, inspirasi ada dimana-mana yang perlu kita lakukan hanya mendengar dan merasakan kehadirannya. Inspirasi itu bisa datang di saat sempit maupun lapang, kala berpikir maupun termenung, atau ketika sedang bersama sahabat-sahabat maupun sendiri.

Inspirasi itu tidak harus datang dari hal-hal yang besar. Terkadang, hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian orang-orang itulah yang biasanya menimbulkan pertanyaan, ide, inspirasi yang dapat membuat kita berbuat sesuatu. Setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam melihat setiap hal. Karena itu sumber inspirasi setiap orang pun berbeda-beda.

Saya selalu membayangkan bila ada sebuah lingkungan yang penuh dengan inspirasi, kemanapun mata melihat inspirasi selalu ada menanti, sejauh apapun langkah ditempuh inspirasi selalu saja menemani. Sungguh indahnya lingkungan tersebut bila benar adanya, dan akan lebih indah lagi bila inspirasi tersebut berasal dari kalimat Ilahi.

Dakwah Kampus yang telah bergulir lebih dari dua dekade belakangan ini memiliki tujuan mulia yaitu membentuk bi’ah Islamiyah atau lingkungan yang bernilaikan Islam di kampus. Saya sangat meyakini bahwa inspirasi Islam dapat diterima oleh setiap insan manusia, karena sudah sangat sesuai dengan fitrah manusia, pertanyaannya adalah bagaimana setiap da’I mampu menebar cita-rasa inspirasi Islam ini dengan baik.

Sebagai contoh sebuah masakan, Nasi Goreng, se-sedap apapun nasi goring, bila ia tidak disajikan dengan cara yang tepat, tentu cita rasanya akan berkurang atau bahkan hilang. Sahabat semua, tentu tidak pernah membayangkan kan memakan nasi goring di dalam batok kelapa ?.

Analogi  diatas adalah sebuah kiasan yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa menyampaikan inspirasi itu harus dengan “cara yang baik”. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW juga telah mencontohkannya ketika dulu berdakwah semasa hidupnya. Beliau menyiapkan setiap sahabat agar dapat berdakwah di komunitas tertentu, sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing.

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasul bersabda “seorang yang dekat dengan pedagang minyak wangi akan terkena harumnya, dan seorang yang berdekat dengan pandai besi akan terkena bau besinya”. Sebagai seorang muslim, kita tidak hanya dihimbau untuk mendekati seorang yang dipercaya atau bijak, lebih dari itu, sebagai seorang muslim kita dituntut untuk bisa menjadi seorang yang dipercaya dan bijak tersebut.

Seorang Da’I adalah inspirasi buat komunitasnya, ia adalah sumber ide dan gairah perubahan, ia pulalah yang menggerakan komunitas ke arah yang lebih baik. Ia ditantang untuk dapat memimpin  dan melayani komunitas tersebut, sehingga anggota di dalam komunitas dapat merasakan kehadirannya secara positif dan kehadiran nilai Islam dengan cara yang indah.

INSPIRATIA FLAVA, cita rasa inspirasi, tantangan bagi Da’I masa kini adalah bagaimana mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi dan menemukan sebuah formulasi dakwah yang paling tepat agar semakin banyak insan manusia yang tercerahkan dengan kebaikan yang ditebarkan oleh Islam.

Dua buah gagasan besar penuh cita rasa yang akan menjadi pendahuluan dari buku ini adalah optimasi dakwah komunitas dan dakwah berbasis web 2.0. Kedua gagasan ini akan memulai perjalanan cita rasa lain di buku ini. Kenapa dakwah komunitas dan dakwah berbasis web 2.0 menjadi sebuah cita rasa khusus ? sederhana saja prinsipnya, kedua cita rasa ini telah mengembalikan semangat dan hakekat seorang Da’I sebagai sebuah penyeru secara utuh. Penulis butuh sedikit meluruskan, bahwa dakwah di kampus bukanlah tentang rapat, menempel poster, atau mengikuti diklat saja, itu adalah sebuah kerja organisasi. Tetapi kita coba kembali ke hakekat Da’I, bagaimana agar setiap kader dakwah di kampus dapat menjadi agen dakwah yang berpengaruh. Ia berdakwah langsung dari dirinya baik secara lisan maupun tulisan dan dengannya mengisi ruang-ruang hati para mahasiswa lainnya dengan nilai-nilai Islam.

Dakwah Komunitas dan Dakwah berbasis web 2.0 akan menjadi ujian tersendiri bagi seorang Da’I. Kapasitas dirinya sebagai penyeru, pengajak kebaikan, dan teladan di uji melalui ruang public yang ada dan ruang maya yang bisa diciptakan. Bisakah seorang Da’I meningkatkan kapasitas pemahaman Islamnya dan menyeru kepada kebaikan dimanapun ia berada, ataukah bisa seorang Da’I rutin menyampaikan pesan kebaikan melalui jejaring dunia maya yang saat ini sangat mudah untuk diakses oleh siapapun.

 

Dakwah Komunitas

Saya akan memulai diskusi tentang Dakwah Komunitas, kita coba menjawab sebuah pertanyaan sederhana, Apakah dakwah yang kamu lakukan di Lembaga Dakwah Kampus telah mampu menyentuh semua lapisan mahasiswa di kampus ?

Bila pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka saya akan menjawab “belum”. Keterbatasan Lembaga Dakwah Kampus dalam menyentuh semua lapis dan komunitas masyarakat dikarenakan konsep struktur dan organisasi serta program yang masih menggunakan pola konvensional, yakni dakwah masif, mengandalkan kegiatan yang berbasis seminar dengan jumlah besar, melakukan publikasi secara besar-besaran, dan cenderung menyamaratakan minat dari semua mahasiswa.

Padahal, setiap individi tentu memiliki kecendrungan dan minat yang berbeda-beda, dan tentunya perlu difasilitasi oleh para kader dakwah dengan pendekatan yang khusus. Kekhususan ini dapat dibuat bertahap, dimulai dari dakwah di tingkat fakultas, program studi, angkatan, kelas, hingga kelompok minat khusus yang ada.

Setiap kader dakwah di kampus, diharapkan mampu masuk ke dalam komunitas tersebut dan menjalankan aksi dakwahnya secara alamiah, yakni dengan menjadi bagian dari komunitas tersebut. Seiring dengan waktu, seorang kader akan dipercaya oleh komunitas tersebut, ia menjadi teladan, dan lambat laun keteladanan tersebut bertransformasi menjadi kepemimpinan komunitas. Ketika itulah, dakwah di komunitas dapat dijalankan dengan efektif.

Kuncinya hanya satu, ketahanan atau konsistensi dalam mendorong perbaikan sosial di komunitas yang akan di dakwahi. Idealnya, setiap kader dakwah memiliki satu komunitas yang menjadi tempat bagi dirinya untuk mengekspresikan cita rasa inspirasi dakwahnya secara terus-menerus. Saya perlu sedikit mengungkapkan, sejalan dengan semakin kokohnya lembaga dakwah di kampus, ternyata berbuah pada berkurangnya kapasitas kader dalam berdakwah secara langsung.

Kader menjadi lebih nyaman beraktivitas di lembaga dakwah kampus yang cenderung homogen, dan menjadikan kegiatan sebagai basis gerak dakwah. Semakin sedikit yang terbiasa menulis artikel atau bahkan buku, semakin terbatas yang mampu mengisi ta’lim dengan cita rasa inspirasi yang tinggi, serta semakin berkurangnya kader yang mau terjun langsung ke komunitas yang cenderung heterogen dan menyampaikan nilai-nilai Islam secara konsisten.

Era dakwah kampus kedepan perlu menyeimbangkan antara organisasi yang kokoh, kegiatan yang semarak serta kapasitas kader yang penuh inspirasi. Pada akhirnya semua manajemen dakwah kampus yang ada, akan berkurang kebermanfaatannya bila kader dakwah tidak mendukungnya dengan maneuver gerak di komunitas yang efektif.

Dakwah komunitas, secara teori lebih sederhana ketimbang dakwah berbasis kegiatan yang cenderung membutuhkan dana besar, rapat panjang, serta konsentrasi SDM yang banyak. Dakwah komunitas hanya membutuhkan seorang Da’I yang mengamalkan Surat Ali Imran ayat 79 dengan baik, Allah berfirman dalam ayat tersebut, bahwa ciri seorang yang Rabbani ada dua, ia menyampaikan ilmu dan belajar ilmu. Dua pra-syarat seorang Rabbani, dan dapat menjadi pra-syarat untuk dakwah komunitas. Seorang Da’I hanya perlu haus akan ilmu dan memiliki hasrat untuk terus berbagi dan bermanfaat bagi sesama.

Mulailah untuk melihat pada diri, komunitas mana yang dapat menjadi “ladang amal” bagi dirimu, apakah itu di kelas atau di kelompok minat tertentu. Cobalah untuk bergaul dengan mereka, jadikanlah mereka sahabatmu, dan buat lah sahabatmu itu percaya pada dirimu, lalu jadikan kepercayaan itu sebagai instrument untuk mengajak sahabat-sahabatmu dalam menjalani kebaikan.

Dakwah 2.0

Ketika dominasi konten pada dunia maya lebih banyak berisikan tentang pornografi, Islam liberal, ajakan maksiat, hingga Islamphobia. Bagaimana sikap yang terbaik bagi seorang Da’I yang bijak ? apakah berteriak-teriak dan mengutuknya, atau berjihad dengan mengisi ruang informasi public dunia maya dengan konten yang sesuai dengan nilai-nilai Islam ?

Sekali lagi, jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka saya akan menjawab, marilah kita berjihad melalui media dunia maya yang ada untuk memperbanyak konten ke-Islam-an yang benar adanya. Sebagai penggiat di dunia maya, saya perlu mengungkapkan kemuakkan saya terhadap dua hal, pertama, para musuh Islam yang dengan bebasnya menari-nari sembari melantunkan nada busuk anti-Islam. Kedua, terhadap para kader dakwah yang hanya menjadikan jejaring dunia maya hanya untuk memasang profil diri dan berkomunikasi biasa tanpa konten yang diberikan.

Saya mohon maaf bila ungkapan saya atas poin kedua mungkin sedikit menyinggung, saya hanya ingin “mencambuk” para kader dakwah agar dapat mengoptimalkan semua jejaring dunia maya yang ada untuk kepentingan dakwah. Saya akan coba mengambil beberapa contoh pemanfaatan multi-media yang bisa dikapitalisasikan untuk kepentingan dakwah, antara lain personal website/weblog, youtube, twitter, facebook, dan blackberry/smartphone.

Media paling mendasar dalam membuat komunikasi dunia maya adalah website atau weblog. Membuat media ini sangatlah mudah, untuk weblog, sahabat tidak perlu membayar sama sekali dan bisa dikembangkan dengan sangat mudah agar menarik pengunjung untuk mendapatkan inspirasi mengenai Islam melalui weblog tersebut. Melalui media ini, kader dapat melatih kemampuan dalam menulis dan menyampaikan opini / gagasan / nasehat kepada banyak orang. Tulisan-tulisan tersebut juga bisa terdaftar dalam search engine yang memungkinkan siapapun untuk mengaksesnya dengan kata kunci yang terkait dengan tema tulisan kita.

Dalam hitungan bulan atau bahkan tahun, diharapkan tulisan tersebut dapat terus ditambah dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga semakin banyak yang dapat merasakan inspirasi dari kader dakwah dengan tema-tema tertentu. Ada baiknya, bila setiap kader memiliki spesifikasi minat tertentu dalam menulis, sehingga pengunjung dapat mengetahui dengan mengunjungi weblog tertentu, ia akan mendapatkan inspirasi dengan tema tertentu. Bila di Indonesia terdapat sekitar 3000 kader dakwah yang membuat weblog dan setiap pekannya terdapat 1 buah tulisan baru yang dipublikasikan, maka dalam setahun aka nada 156.000 tulisan atau pesan kebaikan baru di dunia maya yang tentunya akan sangat bermanfaat dalam mengisi ruang dunia maya yang jenuh dengan konten ajakan maksiat.  Pola seperti diharapkan mampu dilakukan oleh setiap kader dakwah dengan semangat menebar sebanyak mungkin pesan kebaikan di dunia maya.

Media selanjutnya yang perlu dikuasai oleh kader dan memanfaatkannya sebagai media dakwah adalah facebook dan twitter, kita sering menyebutnya dengan jejaring sosial. Keberadaan jejaring sosial ini akan mampu meningkatkan tingkat pengaruh seseorang dan memberinya kesempatan untuk berbagi inspirasi. Semakin banyak friend/followers dari seorang kader artinya semakin banyak kesempatan untuk menebar kebaikan.

Jejaring media dapat berperan sebagai sebuah saluran media khusus untuk seseorang, sebutlah seorang kader yang memiliki lebih dari 2000 followers di twitter, artinya sebuah tweet yang dibuatnya akan dibaca oleh setidaknya 2000 orang, dan tweet tersebut sangat mungkin di re-tweet oleh followersnya yang memiliki followers hingga 1000 orang, yang juga berarti kesempatan untuk menebar kebaikan dapat berlipat hingga tak terbatas. Bila di Indonesia terdapat 47 juta pengguna twitter (data tahun 2011) artinya pesan dalam 140 karakter yang kita buat dapat disebarkan hingga ke 47 juta umat manusia di Indonesia. Bila seorang kader rutin menyampaikan rangkaian kalimat positif di twitter, yang sering disebut dengan kultwit atau kuliah twitter, maka dampaknya tentu akan lebih luas.

Facebook pun tak kalah efektifnya dalam mengembangkan jejaring inspirasi penuh cita rasa . Meski kapasitas pertemanan di jejaring ini hanya mencapai 5000 friend saja, tetapi dengan skema fanpage dan subscription, memungkinkan seorang da’i untuk menyampaikan pesan positifnya melalui tulisan (notes), ilustrasi (picture) atau sekedar pesan singkat (status) kepada sebanyak-banyaknya pengguna facebook di jejaring sosial dunia maya Indonesia.

Media yang lebih komunikatif lainnya adalah youtube, sebagai salah satu media untuk mem-broadcast diri melalui video yang tentunya lebih banyak pesan yang disampaikan, dengan kualitas yang baik, akan bermanfaat lebih luas bagi umat manusia. Bila semua ta’lim / seminar yang di adakan oleh lembaga dakwah di rekam dan kemudian di broadcast melalui media ini, tentu akan semakin banyak orang yang dapat terinspirasi karenanya. Bisa juga, lembaga dakwah membuat sebuah media mentoring online melalui youtube dengan merekam materi-materi pembinaan tersebut dalam video. Bila sebuah lembaga dakwah kampus mampu membuat 2 buah video pendek (3-7 menit) baik itu berupa rekaman materi ataupun visualisasi yang dibuat khusus, dengan asumsi terdapat 600 lembaga dakwah kampus di Indonesia, maka dalam satu tahun akan terdapat 14.400 video yang tersebar di dunia maya, dan bila ke-14.400 video tersebut di aggregator dalam satu situs, maka akan semakin mudah bagi masyarakat Indonesia dalam mengakses dan memilih langsung tema nilai Islam yang mereka butuhkan.

Jejaring yang belakangan telah terbukti sangat efektif dalam menebar potensi kebaikan adalah blackberry, dengan harga yang semakin terjangkau oleh kelas menengah, smartphone ini bisa menjadi media penyampai pesan kebaikan dengan sangat mudah dan cepat. Skema broadcast message yang bisa langsung terkirim ke contact yang dimiliki membuat dakwah bisa tersebar langsung ke tangan objek dakwah. Di Indonesia terdapat lebih dari 5 juta pengguna black berry dan kapasitas contact blackberry adalah 2000 contact, artinya dengan sebuah gadget yang senilai kurang dari 2 juta rupiah, kita bisa berbagi inspirasi dengan cita rasa Islam kepada 2000 orang secara rutin setiap harinya.

Kombinasi dari facebook-twitter-youtube-weblog-blackberry akan memberikan sebuah pengaruh dakwah tersendiri bagi seorang kader dakwah. Intinya adalah kita terus menebar potensi kebaikan itu ke setiap orang yang mau mengaksesnya. Ingat, bahwa pola jejaring sosial sekarang adalah kebebasan untuk memilih informasi atau fitur apa yang akan diperoleh secara personal. Setiap orang bebas add contact / add friend / follow siapapun yang ia inginkan. Salah satu strategi kita adalah membuat sebanyak mungkin orang mau jadi contact / friend / follower diri kita, mereka memilih dengan kesadaran penuh untuk mendapatkan inspirasi dari kita.

Strategi lanjutannya adalah dengan saling mempromosikan jejaring sosial yang kita miliki, sehingga setiap penikmat inspirasi dapat lebih bebas memilih media yang paling nyaman bagi dirinya untuk menikmati inspirasi Islam yang telah ditebarkan.

Mari Menjadi Da’i

Marilah menjadi da’i yang sebenar-benarnya da’i, banyak sekali umat manusia yang menanti untuk dimandikan nilai Islam yang penuh inspirasi. Cita rasa yang kita tebarkan Insya Allah akan menggugah hati sahabat-sahabat kita yang membutuhkan pencerahan oleh cahaya Islam yang agung. Marilah kita meniatkan diri, memantapkan tekad untuk terus berbagi, bermanfaat, menebar inspirasi kepada sebanyak mungkin umat manusia. Karena lisan, tulisan dan teladan dirimu adalah media dakwah paling efektif untuk membuka hati manusia.

Advertisements

4 comments on “Inspiratia Flava

  1. abdul aziz
    January 26, 2012

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh Akhi.
    Pertama-tama saya menyampaikan salam k enal.Saya disini cuma mau sampaikan pendapat saya tentang menyikapi dahwah umat islam sekarang yang harus mengikuti sunnah rasulullah saw, Dan sesuai contoh beliau dan para sahabat beliau,kalau seandainya kita menggunakan media cetak/elektronik untuk dahwah, ini kita tidak akan mengenal hakekat dakwah para nabi.Sebagai contoh ada ulama terdahulu yang membuat buku kitab tentang kesabaran, tapi begitu dia dikasih ujian saat harus berdakwah kepada preman, dia langsung diludai dan dia langsung marah, disini dia gagal dalam ujian itu. Saya menjamin kalau antum tidak langsung jumpai manusianya langsung dan berbicara langsung kepada mereka antum belum merasakan manisnya iman seperti para nabi berdakwah. Dan dakwah sesungguhnya kita berbicara dengan hati-hati manusia, jadi bagaimana kita berbicra itu hati yang sudah hitam itu tergerak untuk amalan agama?caranya yang di contohkan para nabi dan rasulullah saw sendiri kita harus berdoa kepada yang sang penggegam hati kita yaitu Allah swt. Karena Allah swt berfirman:“Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki dan menyesatkan siapa saja yang dikehendaki.” (QS. An-Nahl [16]: 93).Cara meminta hidayah kita harus terus berdoa , terutama di sepertiga malam terakhir (Tahajud),sebagaimana rasulullah meminta hidayah Umar bi khattab ra, kita jangan minta dunia waktu itu karena hidayah ini mahal tidak semua orang bisa mendapatkannya.Dan cara dahwah yang dicontohkan rasulullah saw kita harus membangun amalan sholeh umat karena Allah swt berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka setelah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa, mereka senantiasa menyembah-Ku (samata-mata) dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik” (QS An Nuur:55).Untuk membangun amalan ini kita harus membangun amalan-amalan ini di mesjid, dan ada kisah dari abu hurairah rhu :Pada suatu hari, abu hurairah rhu melewati salah satu pasar di madinah dan berhenti di sana sambil berkata, “Wahai orang-orang pasar, apa yang menyebabkan kalian lemah?? Maka mereka berkata, “Ada kejadian apa wahai abu hurairah??” Abu hurairah rhu berkata, “Harta warisan rasulullah saw sedang dibagi-bagi, sedangkan kalian ada disini!! Tidak inginkah kalian mengambil bagian untuk kalian?? Mereka bertanya, “Dimana itu?” Jawab abu hurairah rhu, “Di Masjid.”. Merekapun segera berlarian keluar dari pasar menuju masjid. Abu hurairah berdiri menunggu mereka. Ketika mereka kembali, abu hurairah bertanya, “Ada apa kalian??” Mereka menjawab, “Wahai abu hurairah, kami telah datang ke masjid dan kami tidak melihat apapun yang sedang dibagi-bagikan ?” Abu hurairah rhu bertanya, “Apakah kalian tidak melihat siapapun di masjid??” Mereka menjawab, Ya! Kami melihat sebagian orang sedang sholat, sebagian lain sedang membaca Alquran, dan sebagian lainnya sedang bermudzakaroh mengenai halal dan haram. Kemudian Abu hurairah rhu berkata kepada mereka, “Celaka kalian!!” Itulah warisan Rasulullah SAW. (HR. Tabroni didalam ausath dan isnadnya hasan—majmu’zawaid). Dari kisah ini kita belajar bahwa di mesjid harus memiliki amalan2:
    1. Dakwah Ilallah ,mengajak orang taat kepada Allah yaitu mengajak manusia mengamalkan amalan masjid
    2. Amalan sholat sunnah atau wajib
    3. Belajar dan mengajarkan Al quran
    4. Taklim : mengajarkan hukum2 agama/syariah
    Amalan yang pertama jarang kita ketemuin di mesjid2 sekitar kita, makanya saya cenderung setuju dengan apa yang diperjuangkan teman-teman jamaah tabliq, makanya ikutilah cara ini.Mohon maaf kalau sekiranya ada hal yang tidak berkenan.
    Wassalam,

    Abdul aziz

  2. swordvictory
    January 28, 2012

    Reblogged this on SWORD of VICTORY.

  3. swordvictory
    January 28, 2012

    Sungguh menginspirasi dan luar biasa tulisan2 yang antum bikin. Sy memang orang baru dalam dunia blogger….barusan sj saya chatting via fb dg kakak kelas sy yg juga alumni ITB,dan kurang lebih dari yang sy tangkap dari pmebicaraan kami, bhwa wajar kita mengalami kegagalan dalam menyeru kpd kebaikan, krn itu adalah sunnatullah, dan sekarang tinggala bagaimana kita bisa melakukan perbaikan dan inovasi dalam berdakwah. Karena zamannya berbeda, dan tantanganpun berbeda, maka strategi dakwahpun juga berbeda…dan pastinya kita juga tahu bahwa dlm menyeru kepada hikmah haruslah sesuai dengan tuntunan rosul, jd tugas kita sekarang adl bagaimana bisa membuat strategi dakwah yang kreatif dan inovatif dalam bingkaian tuntunan Rosul….

  4. Akhyar
    April 3, 2012

    Asslm.. alhamdulillah setelah saya membaca blog ka yusuf. saya sudah mulai menulis di blog saya akhyarudin08.student.ipb.ac.id
    terima kasih ka yusuf atas inspirasinya.

    Inspiring people not follower

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 25, 2012 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,507 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: