Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Kepribadian Seorang Muslim


Menjadi seorang Muslim yang memiliki kepribadian yang baik, penulis memulai bagian ini sebagai awal dari buku dengan harapan setiap kader dakwah dapat menikmati bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang utuh. Semangat dari buku ini adalah bagaimana seorang kader dakwah dapat menjadi agen Islam dimanapun dan kapanpun ia berada. Sehingga, kebutuhan untuk memiliki kepribadian seorang Muslim yang utuh menjadi sebuah kebutuhan.

Merujuk pada berbagai sumber, penulis mencoba mensistematikan kepribadian seorang Muslim dalam 10 karakter kepribadian. Harapannya, dengan menjalankan ke-10 karakter ini, seorang kader dakwah dapat semakin cakap sebagai teladan di komunitas tempat dirinya berdakwah.

Aqidah yang Bersih

Karakter yang paling penting dalam kepribadian seorang Muslim adalah Aqidah yang lurus dan bersih. Ia perlu memahami dan memiliki fondasi yang kokoh tentang aqidah Islam itu sendiri. Tantangan dakwah masa kini seringkali membuat seorang da’i terpeleset atau khilaf karena tidak di dukung oleh aqidah yang kuat. Untuk itu, sebagai seorang kader dakwah yang aktif, sangat dianjurkan untuk perbanyak membaca buku-buku Islam yang terkait dengan aqidah, landasan dasar berIslam, dan pemikiran Islam. Jangan sampai, seorang da’i tidak memilikinya, sehingga dakwahnya menjadi keropos karena tidak ditopang oleh pemahaman Islam yang kuat.

Ibadah yang Benar

Ibadah adalah instrument yang sangat penting dalam membangun kedekatan hati dengan Allah. Kualitas ibadah seorang da’i akan berdampak pada sejauh mana ia bisa ikhlas dan mempasrahkan dirinya dalam berjuang di jalan Allah. Ibadah dapat juga berperan sebagai media untuk mendapatkan energy Cinta dari Allah agar stamina dan ketahanan dakwah kita semakin baik. Allah menciptakan mekanisme Shalat Malam (tahajud) sebagai salah satu cara untuk membuat seorang da’i semakin dekat dengan-Nya, oleh karena itu, marilah kita jadikan waktu-waktu di sepertiga malam terakhir sebagai kesempatan untuk bermuhasabah dan menguatkan kedekatan jiwa dengan Allah.

Akhlak yang Kokoh

Akhlak seorang Muslim merupakan senjata utama untuk berdakwah, Rasulullah Muhammad juga dikenal sebagai seorang yang dipercaya oleh masyarakat Mekkah hingga beliau di juluki “Al-Amin”. Kerusakan akhlak seorang Muslim akan menjadi sebab dari rusaknya Islam itu sendiri. Apalagi bila seorang da’i tidak memiliki akhlak yang kokoh, tentu Islam akan sangat tercoreng dan objek dakwah akan menjauh dari Islam atau setidaknya komunitas dakwah kita di kampus karena tidak percaya. Perkuat akhlak yang baik diantara kader dakwah, tunjukkan bahwa seorang da’i adalah mereka yang memiliki tutur kata sopan, sikap memuliakan orang, jujur, bersahaja, dan diterima oleh semua orang.

Jasmani yang Sehat

Dalam sebuah Hadits yang di riwayatkan oleh Muslim, Rasulullah Muhammad bersabda “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah”. Menjaga kesehatan jasmani memulai olahraga teratur dan mengkonsumsi makanan yang bergizi menjadi upaya-upaya yang bisa dilakukan. Membiasakan diri untuk hidup sehat dan memperhatikan kesehatan tubuh juga menjadi bagian tanggung jawab seorang Muslim. Jangan sampai seorang Muslim terlalu sibuk dengan aktivitasnya, sehingga melupakan hak tubuh. Ingat, bila sebuah pengorbanan dakwah bisa dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan, lantas kenapa kita perlu sakit.

Berpikir Intelek

Seorang ulama pernah berkata, untuk menguasai peradaban, seorang da’i setidaknya menguasai beberapa ilmu, yakni Ilmu Agama, Ilmu Sejarah, Ilmu Bahasa, dan Ilmu Geografi. Keempat Ilmu ini perlu dimiliki oleh seorang da’i agar dirinya komprehensif. Ilmu Agama merepresentasikan pemahaman dan aqidah yang kokoh sebagai landasan dalam berpikir, da’i perlu juga menguasi ilmu fiqih dan syariah agar ketika berdakwah dan bermuamalah, ia selalu ditemani oleh nilai-nilai Islam. Ilmu sejarah merepresentasikan pemahaman akan kejadian masa lalu, seorang yang menguasai sejarah, akan mampu merekayasa masa depan dengan baik. Dari sejarahlah peradaban itu ada, bukan untuk terjebak dalam romantisme masa lalu,  melainkan untuk menguatkan rencana di masa akan datang. Ilmu Bahasa sangat dibutuhkan untuk ekspansi dan memperluas dakwah, sejak zaman Rasul, perluasan Islam telah berlangsung, dan bahasa menjadi salah satu alat penting. Di masa kini, setidaknya seorang Muslim menguasai bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Lalu, ilmu geografi tidak hanya terkait peta dan spasial, melainkan juga terkait penguasaan terhadap potensi sumber daya alam, kependudukan, mobilitas, hingga perkembangan ekonomi.

Berjuang Melawan Hawa Nafsu

Hawa nafsu adalah ujian yang selalu menemani setiap Muslim, setan dan iblis selalu menjadikan hawa nafsu sebagai senjata untuk menjatuhkan aqidah seorang Muslim. Bentuk-bentuk ujian hawa nafsu ini pun berbeda-beda tergantung apa yang menjadi kelemahan seorang Muslim tersebut. Bila ia lemah dalam harta, maka kekayaan akan menjadi fintah nafsu baginya, bila ia lemah dengan jabatan, maka ambisi diri yang berlebihan akan menjadi ujian baginya. Untuk itu, kedekatan terhadap Allah dan usaha untuk menjaga keikhlasan diri akan menjadi benteng yang efektif untuk menjaga diri dari hawa nafsu.

Pandai Manajemen Waktu

Waktu yang 24 jam seharinya perlu di optimalkan dengan baik, jangan sampai waktu untuk berleha-leha lebih banyak daripada waktu produktif dirimu. Setiap manusia diberikan waktu yang sama oleh Allah, namun mengapa ada yang sukses dan ada yang gagal, meski kapasitas dan kesempatan yang dimiliki tidak begitu berbeda. Jawabannya adalah bagaimana seorang Muslim tersebut memanfaatkan waktu.

Teratur dalam Menata Urusan

Merencanakan diri dengan baik serta menjalankannya rencana yang ada dengan tegas merupakan bentuk dari usaha untuk menjadikan seorang Muslim produktif. Kita sudah terlalu banyak memiliki Muslim yang kurang bisa menata hidupnya sendiri, apalagi menata hidup orang lain. Seorang da’i harus selesai dengan urusan pribadinya baru bisa berdakwah kepada yang lain. Mulailah untuk bisa menata hidup dan penghidupan, agar dakwah bisa semakin fokus dan produktif.

Kemandirian / Kemapanan

Kemapanan financial juga merupakan sebuah kebutuhan tersendiri bagi seorang da’i, seorang ulama bahkan menganjurkan agar setiap Muslim itu kaya, berkelimpahan. Sederhana saja, kamu tidak mungkin bisa memikirkan orang lain, bila masih sibuk mengurus diri sendiri. Atau, apa yang bisa kamu infaq-kan untuk Allah dan umatnya bila kamu sendiri masih bersusah payah mencari kebutuhan pribadi. Siapkan diri dengan matang, agar kita memiliki kemandirian finansial sejak dini, agar dakwah  bisa terus bertambah besar kebermanfaatannya.

Bermanfaat

Memiliki keinginan untuk terus bermanfaat bagi sesama, itulah semangat yang perlu dimiliki oleh setiap da’i. Rasa ingin berbagi ilmu, harta dan kesempatan. Paradigm berbuat untuk bermanfaat, dan bagaimana selalu meningkatkan kapasitas diri agar senantiasa semakin luas kebermanfaatan dirinya bagi umat. Seorang da’i, dengan semangat ini diharapkan dapat semakin memiliki pengaruh yang lebih luas, keteladanan yang baik, sehingga nilai-nilai Islam dapat tersebar semakin besar.

Advertisements

2 comments on “Kepribadian Seorang Muslim

  1. Arr Rian
    January 28, 2012

    Syukron Sharingnya 😀

  2. Zack Amirullah
    February 3, 2012

    Reblogged this on Goresan Hikmah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2012 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,691 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: