Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Hari Pertama, Fly us to Istanbul


Perjalanan menuju Istanbul sangat menegangkan, melelahkan tetapi menyenangkan. Kebetulan di hari keberangkatan kami, Ahad 13 Mei 2012, saya harus mengisi sebuah kegiatan di Medan, dan baru bisa terbang dari Medan ke Jakarta setelah pukul 17.00. Untuk lebih memastikan ketepatan waktu keberangkatan saya memilih menggunakan Garuda Indonesia, meski ternyata juga telat sekitar 15 menit hehe.

Saya bertemu dengan Istri di bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 20.30 malam, penerbangan kami ke Doha adalah pukul 00.10. Menggunakan maskapai bintang 5 seperti Qatar Airways adalah sebuah kesempatan pertama untuk kami. Buat istri saya, ini adalah penerbangan internasional pertamanya. Sangat menyenangkan bisa mengajak istri melihat dunia dengan cara yang menyenangkan, ala backpacker hehe.

Kami membawa 3 buah tas dalam keberangkatan ini, sebuah tas gunung 70 liter untuk membawa pakaian kami selama 8 hari di Turki, sebuah tas ransel yang isinya charger, buku bacaan dan lainnya, lalu sebuah tas kecil yang dibawa istri saya yang berisikan dokumen perjalanan dan keperluan pribadi istri saya.

Kebetulan istri saya sedang mengandung, anak pertama kami. Jadi ya, semua bawaan harus di bawa sang suami tercinta hehe.

Kami check in sekitar pukul 21.00, Alhamdulillah mendapatkan kursi di pinggir jendela untuk perjalanan Jakarta Doha, dan kursi Aisle untuk Doha Istanbul. Maskapai ini menggunakan Airbus A330 dengan struktur kursi 2-4-2 untuk rute CGK-DOH dan Airbus A320 dengan struktur kursi 3-3 untuk rute DOH-IST.

Saat ini bandara Doha sedang direnovasi, jadi buat kamu yang akan transit di Doha, dan menuju kota lain, kamu nanti perlu turun di transfer terminal. Mereka akan memberikan sebuah dompet khusus untuk tiket lanjutan kamu dengan warna yang akan membantu dimana kamu harus transit. Kabarnya mereka sedang membangun New Doha International Airport yang akan selesai di akhir 2012 ini.

Fly with Qatar Airways

Perjalanan sekitar 10 jam ke Doha sangat cepat, karena kami tidur sepanjang perjalanan hehe. Sebagian waktu kami habiskan untuk makan, dan menikmati Oryx in flight entertainment nya Qatar Airways. Sebagai penumpang kelas ekonomi, kami diberikan sebuah sikat gigi, kaos kaki, dan penutup mata sebagai perlengkapan untuk tidur dan berberes paginya.

Kami tiba di Doha sekitar pukul 5 pagi, dan penerbangan kami selanjutnya adalah pukul 7.50. waktu sekitar 3 jam ini kami gunakan untuk merenggangkan badan, dan sedikit sarapan. Menariknya Qatar Airways adalah pintu masuk akan ditutup 20 menit sebelum keberangkatan, sehingga maskapai ini bisa dikatakan sangat on time.

Penerbangan kami ke Istanbul berjalan sangat lancar, karena sudah tidak mengantuk, saya benar-benar menikmati in flight entertainmentnya dengan sangat baik. Menonton, makan, dan menonton lagi. Penerbangan 4 jam tidak terasa, hehe maskapai bintang 5 emang beda.

 

 

 

Tiba di Istanbul

Kami tiba di Istanbul sekitar pukul 12.30 waktu setempat. Setiba di bandara kami langsung menuju imigrasi. Namun sebelum kami bisa melewati border Turki, kami harus mengurus Visa on Arrival kami terlebih dahulu. Letak loketnya tepat disamping dari pintu imigrasi, kami hanya perlu menunjukkan passport kami dan menyerahkan USD 25 dan kami bisa langsung masuk Turki tanpa ditanya apapun, namun untuk sekedar persiapan, ada baiknya disiapkan juga bukti tiket pulang dan booking tempat menginap selama di turki

Selepas mengambil bagasi kami, kami langsung turun ke lantai bawah dari Bandara, dan bersiap menaiki Metro Subway dengan tujuan Beyazit-Kapali Carsi tempat kami menginap. Oh ya, Stasiun bandara sendiri bernama Havalimani. Harga tiket atau disini disebut token untuk sekali jalan adalah 2 TL.

Kami menginap di Istanbul Port Hotel di daerah Beyazit, daerah ini sangat dekat dengan Pasar Grand Bazaar yang terkenal. Kami memesan hotel ini melalui Booking.com, layanan dari website ini sangat mudah dan menyenangkan, tidak perlu ada deposit ini itu saat melalukan reservasi.

Rona Awal Istanbul

Tubuh lelah tak bisa dibohongi, hehe, setiba di hotel kami langsung terkapar hingga pukul 7 malam. Dan akhirnya setelah itu kami jalan jalan kecil dari Hotel ke arah Marmara Sea, lalu beranjak menikmati indahnya Blue Mosque dan Hagia Sofia di malam hari.

Karena belum mengenal masalah biaya, malam itu menjadi santapan makan malam kami yang mahal dan kurang sesuai dengan ekspektasi hehe. Kami makan sejenis kebab dan nasi goreng bernama Adana Kebab. Yah tak banyak yang bisa kami ceritakan di perjalanan malam pertama kami di Istanbul selain kata ‘subhanallah’. Sangat hebat ini kota yang mampu menyatukan sejarah peradaban dengan modernisasi kehidupan.

Kami akan citrakan rona yang kami rasakan melalui foto foto saja, tampaknya akan bisa lebih menjawab rasa penasaran

 

Advertisements

5 comments on “Hari Pertama, Fly us to Istanbul

  1. suryasnotes
    June 12, 2012

    Wah Bang, kpn2 kl maen ke Turki lg sy siap jd guideny….

    • amelia
      September 19, 2013

      wah masih bisa jadi guide di turki ngga..hehehe

    • Vergoustine N
      February 27, 2015

      Boleh tuh tawarannya, kebetulan saya ada rencana travelling ke turkey ne bulan june or july. saya bisa contact by apa ne bang…
      wa saya +6281258880004

  2. evi
    June 21, 2012

    subhanallah,,keren sekali…

  3. reni
    April 1, 2013

    Saya ada rencana ke istanbul dengan putri saya (5 tahun) bulan Mei 2013 ini. Rencananya pengen naik Qatar, karena pertimbangan harga dan waktu terbang pas dengan jam tidur anak saya. Selain itu waktu tiba di istanbul pukul 12.20 waktu setempat, sehingga begitu nyampe lgsg bisa check in di hotel. Yang ingin saya tanyakan, ketika transit di Doha, kita ditanya tentang visa untuk masuk ke turki ga? Mengingat kita baru akan beli visa on arrival di bandara ataturk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2012 by in Perjalanan, Turki.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,204,292 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,320 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: