Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Hari Ketiga, belajar sejarah Islambol


Hari ini kami bangun siang, bukan karena sengaja, tetapi memang kelelahan. Tampaknya terlalu bersemangat di hari hari awal tidak baik untuk backpacker. Kami bangun sekitar pukul 8 pagi (setelah sholat shubuh tentunya) hehe, setelah sarapan dan lainnya kita baru meninggalkan hotel sekitar pukul 10.00.

Pasar Buah dan Hippodrome

Perjalanan kami pagi itu dimulai dengan berkunjung ke pasar buah dan sayur lokal, kami mendengar bahwa buah dan sayur di Turki sangat segar dan murah. Ternyata memang benar adanya, kami buah Cherry seharga 1 TL dengan jumlah yang sangat banyak untuk kita makan berdua sembari berjalan ke Topkapi Palace.

Pagi itu kami memang berencana tidak terlalu memaksa perjalanan, mengingat rute kami yang masih panjang dan pasti butuh energi yang tidak sedikit.

Kami memulai kunjungan kami pagi itu dengan bersantai di Hippodrome, sebuah monumen yang menandakan dulu tempat perlombaan/teater pada zaman Byzantium. Sembari kami belajar untuk foto 360 derajat dengan Galaxy Tablet, maklum masih gagap hehe.

Topkapi Palace

Setelah kembali berfoto-foto di sekitar Blue Mosque dan Hagia Sophia, kami berjalan ke arah Topkape Palace. Istana Sultan ini buka setiap hari kecuali hari Selasa dengan harga tiket masuk sebesar 25 TL satu orangnya.

Topkapi Palace adalah Istana para Sultan, terdiri dari berbagai bangunan dan taman yang sangat indah. Kini Topkapi digunakan sebagai Museum yang berisikan barang barang milik sultan sultan terdahulu, dan catatan sejarah Sultan Islam sejak pertama kali Konstantinopel di taklukan.

Yang sangat menarik dan subhanallah adalah bagian khusus peralatan/peninggalan Nabi Muhammad dan Sahabat-sahabatnya. Kamu bisa lihat Pedang Nabi, Jenggot Nabi, Gigi Nabi lalu pedang sahabat seperti Abu Bakar, Ali, Usman, Umar dan Khalid. Jubah Fatimah juga terpajang disana. Ada juga tongkat Nabi Musa, tangan Nabi Yahya, dan sorban Nabi Yusuf.

Sayangnya di bagian ini kita dilarang untuk mengambil foto, banyak sekali polisi yang mengawasi dan jika ketahuan, kamera kita akan di sita dan dikembalikan setelah keluar dari ruangan. Karena alasan ini saya mohon maaf tidak bisa menampilkan foto di dalam ruangan yang berisikan berbagai peninggalan Nabi dan Sahabat tersebut. Jadi saya tampilin foto foto yang lain aja ya hehe

Archeological Museum

Setelah menikmati sekitar 2-3 jam di Topkapi Palace (ini termasuk waktu antri yang sangat lama), kami Archeological Museum, di museum ini terdapat tiga bagian. Pertama museum arkeologi itu sendiri, museum sejarah Istanbul, dan museum sejarah Islam. Ketiga Museum ini bisa kamu nikmati dengan hanya 10 TL saja per orang. Museum ini agak sepi, atau memang sepi tampaknya, hehe. Banyak yang menduga museum ini adalah Topkapi Palace, hingga mereka memasang tulisan “this not the entry to Topkapi Palace”.

Di museum arkeologi kamu bisa belajar sejarah banget, kalau masih ingat pelajaran zaman batu mesopotamia, zaman besi, dan zaman zaman lainnya, kamu bisa belajar dengan sangat jelas disini. Tampaknya buat guru sejarah, ini bisa jadi tempat menjelaskan kepada siswa tentang sejarah peradaban manusia. Benda benda yang selama ini hanya bisa saya lihat di buku pelajaran, kini bisa saya lihat langsung. Hehe

Di museum sejarah kota Istanbul, kamu bisa pelajari perkembangan kota Istanbul dari era Byzantium, Konstantinopel hingga kini menjadi Istanbul. Di Museum Sejarah Islam isinya terdapat keramik khas Islam sejak era Sultan. Hmm. Tampaknya kalau saya jelaskan dengan kata kata akan membosankan (atau lebih tepatnya saya yang bosan menjelaskan) hehe. Kita lihat fotonya saja ya kawan

Grand Bazaar

Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Grand Bazaar, kami memilih untuk jalan kaki sembari menikmati pemandangan dan kehidupan masyarakat lokal. Di perjalanan kami kembali makan siang dengan ikan. Di turki sebenarnya cukup banyak pilihan makanan, kami makan di sebuah Lokanta, atau warteg nya orang Turki. Di Lokanta harga makanan jauh lebih murah daripada di resto.

Grand Bazaar adalah sebuah pasar sejak abad 15, dibangun oleh Fetih Sultan Mehmet. Kabarnya di Grand Bazaar terdapat 4000 kios yang menawarkan berbagai produk kebutuhan sehari-hari dan souvenir. Grand Bazaar ini memiliki 21 pintu masuk, sehingga kalau kamu masuk pastikan kamu ingat jalan. Ini tempat seperti labirin besar yang membingungkan.

Di beberapa sudut jalan terdapat peta posisi kita, hanya saja tidak semuanya, pastikan kamu tidak berpisah dari rombongan kalau berpergi dalam kelompok. Meski Grand Bazaar adalah pasar tradisional, namun mereka juga menjual produk bermerek. Setiap jenis produk di aglomerasikan di tempat tempat tertentu. Seperti bagian kain dan karpet, bagian souvenir, bagian emas, dan lain-lainnya.

Banyak pedagang disini yang bisa mengucap beberapa kata bahasa melayu seperti Selamat Siang, murah, mari datang dan sebagainya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya turis malaysia yang datang ke Turki, dan mereka menyangka kita orang malaysia. Jangan tergoda untuk membeli barang karena rayuan bahasa melayu ini, kecuali memang kamu mau beli barang tertentu.

Kami tidak membeli apa-apa di Grand Bazaar, hanya menumpang ke toilet, sedikit tersesat di labirin grand bazaar dan mencari arah menuju Suleymeniye Camii, salah satu Masjid besar di Istanbul.

Suleymeniye Camii

Perjalanan ke masjid ini cukup melelahkan, jalan menanjak dan agak sepi. Kami memang berniat kesana untuk Sholat dan melihat megahnya masjid yang dibuat sultan Suleymeniye ini. Masjid ini bisa jadi terbesar kedua setelah SultanAhmet Camii.

Setelah sholat di masjid ini, kami berjalan kembali ke arah Beyazit tempat hotel kami berada untuk mengambil bawaan sebelum harus ke Terminal bis untuk menuju goreme pukul 22.00. Kami sempat beristirahat sejenak di depan Istanbul university dan menikmati senja yang sangat indah disana.

Kami meninggalkan hotel sekitar pukul 20.00 dan naik trem dan Metro menuju Otogar dan meninggalkan Istanbul pada pukul 22.00 untuk perjalanan 10 jam ke Goreme/Nevsehir.

Saatnya tidur J

Advertisements

2 comments on “Hari Ketiga, belajar sejarah Islambol

  1. aliqfiya
    June 12, 2012

    Reblogged this on Coretan Pena.

  2. keren kang. penasaran gigi, jenggot, dan pedangnya nabi&sahabat segede apa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 12, 2012 by in Perjalanan, Turki.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: