Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Hari Kedelapan, Türkiye’nin geri göreceksiniz


Ya hari terakhir, hiks hiks hiks

Akhirnya harus meninggalkan Turki.

Kami memulai pagi dengan sarapan di lantai tertinggi Hotel, makanannya Buffet dengan berbagai pilihan, membuat kami lahap makan karena memang sudah rindu masakan yang agak rasional rasanya haha.

Pagi itu kami langsung packing dan siap mengemas semua perlengkapan kami agar bisa dititipkan di Hotel. Pesawat kami sekitar pukul 6 malam. Jadi yah kita haru menuju ke bandara sekitar pukul 2 siang dari hotel. Karena akan memakan waktu sekitar 1 jam untuk ke bandara, dan sesuai dengan standar penerbangan internasional kita disarankan untuk check in 3 jam sebelum keberangkatan.

Kami memulai perjalanan dengan menaiki trem ke arah Karakoy, di stasiun terakhir ini kami menaiki sebuah short subway ke arah Taksim. Di Taksim, kita bisa melihat Lapangan Taksim yang terkenal itu dan mengarahkan kita menuju Istiklal Street, pusat perbelanjaan di Istanbul.

Berhubung uang kita terbatas, dan tas kita juga terbatas kapasitasnya, maka kita cuma membeli beberapa tempelan kulkas dan satu buah Pajangan Blue Mosque sebagai koleksi saya, hehe.

Istiklal Street memang sangat cocok buat kamu yang suka belanja, dan berduit tentunya. Banyak pilihan makanan juga disini. Kami sebenarnya mencari Film Fetih 1453 tetapi ternyata belum keluar di pasaran, karena memang itu film baru di bioskop lokal.

Pada bagian ujung dari Istiklal Street ini terdapat Galata Tower, sebuah menara penjaga pada zamannya dan sekarang berfungsi sebagai tempat wisata. Kami pun setelahnya menuju ke Missir Carsisi untuk membeli Applet Tea dan Love Tea hehe, Apple Tea buat kami, Love Tea buat sepupu yang baru menikah hehe.

Waktu sudah menunjukkan pukul 1 lewat dan kami pun sadar kalau kami harus segera ke Hotel untuk mengejar tiba jam 3 di Bandara. Perjalanan kami dari halte Karakoy ke Havalimani bisa dikatakan sebagai perjalanan dari ujung ke ujung dengan Trem dan Metro. Kami ganti kereta di stasiun Zeytinburnu dari Trem ke Metro.

Tiba di At Taturk Internasional Airport, kami langsung Check In, dan ternyata bangku di samping kami kosong, dan kami bisa menggunakan 3 bangku untuk berdua J.

Kami sempat berkeliling Bandara Internasional turki ini, melihat-lihat, dan menikmatinya. Saya termasuk penikmat bandara, jadi mengelilingi bandara adalah sebuah kepuasan sendiri.

Kami akhirnya meninggalkan Turki sore itu dengan maskapai Qatar Airways, dan tampaknya banyak sekali orang Indonesia dalam rombongan pesawat kami. Dari beberapa travel saya rasa J

—-

Kami tiba di Doha sekitar pukul 22.00. Malam itu kami langsung masuk terminal transit Doha, dan mencari tempat untuk tidur. Alhamdulillah kami menemukan sebuah tempat khusus, namanya sleeping spot malahan. Kita cukup tunjukkan Boarding Pass kita dan kita langsung dikasih selimut dan terdapat puluhan tempat kursi tidur yang nyaman, dan akhirnya kita terlelap.

Bangun pagi kami langsung Subuh dan mencari sedikit sarapan di Bandara sembari menghabiskan uang receh kami, sekitar 10 koin Euro habiskan untuk sarapan. Karena uang ini kan gak bisa ditukarkan lagi kalau sudah di Indonesia.

Nah cerita serunya justru di bagian paling akhir.

Saat kami mau boarding dan menunjukkan boarding pass kami ke petugas Qatar Airways, kami berdua di tahan dan diminta menunggu sebentar. Lah kan saya bingung, saya sangat yakin kita tidak punya masalah apapun, lalu kenapa boarding pass kami juga tidak bisa terbaca scanner mereka.

Ternyataaaaa, karena alasan pesawat penuh maka kami di UpGrade secara gratis ke Bisnis Class. Wow wow wow wow. Yang tadinya kami duduk di urutan 34 jadi pindah ke 5A dan 5B.

Business Class maskapai bintang lima J Seumur-umur naik pesawat pertama kali naik Bisnis class. Kami yah kampungan lah, kita dikasih piyama, dikasih menu mau makan apa. Dilayanin terus mau apa atau butuh apa. Kursi yang bisa di buat jadi Flat atau seperti kasur gitu. Bantal yang besar, selimut yang empuk, toilet yang lebih lega dan nyaman. Semua kenyamanan pesawat baru saya rasakan saat naik Business Class Qatar Airways kemarin. Yah rejeki Istri tampaknya hehe

Saya bilang ke Istri, “kalau punya uangpun kayaknya abang juga gak akan tega beli tiket Bisnis Class, tapi yah setidaknya ade udah pernah naik sekali” hehe. Harga tiket Business Class Doha-Jakarta adalah USD 1700 satu orangnya, yah dikali dua jadi USD 3400. Hampir dua kali lipat dari total perjalanan kami di turki hehe.

Dan,Ya! Akhirnya kami tiba di Jakarta, dan langsung tancap ke Bandung. Rumah kami berada.

Begitulah kisah perjalanan kami kawan, semoga catatan ini bisa bermanfaat buat sahabat semua yang berencana ke Turki.

Advertisements

6 comments on “Hari Kedelapan, Türkiye’nin geri göreceksiniz

  1. ilham
    June 16, 2012

    wow, nice story, cup! jadi minat gw jalan2 Turki. izin share yo ke calon bini. 😛
    kali-kali ada kesempatan.

  2. Ahmad Faizal
    July 31, 2012

    mengamati cerita mas yusuf jadi ingin memasukkan “Jalan-jalan ke Turki” ke life plan. hehehe.. salam kenal mas. 🙂

  3. andra
    November 27, 2012

    senang sekali rasanya sedang capek2nya malah diupgrade ke business class. Saya sedang mempelajari bedanya rute yang bisa dilakukan backpacking dengan tour travel. Thanks infonya.

    renandrai.blogspot.com

  4. rflxi
    May 16, 2013

    kalo boleh tau dulu dapet tiket pp indonesia-turki berapa duit? wah, senangnya yg bisa jalan2 ke turki bersama istri tercinta. salam. rflxi.blogspot.com

  5. mawarjinggashop
    October 14, 2013

    Mas yusuf, tengks info2 di blognya, very usefeul. btw, utk yg mau kesana, sekarang sedang ada promo dari http://www.etihad.com lho… sampai travel Nov 2013 aja. hanya $600 PP !! jd pengen jugak deh #nunggudarilangit 😀 🙂

  6. anita fajri
    August 15, 2014

    nice story mas, mdh2n suatu saat sy dan suami bs ke turkey, amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 15, 2012 by in Perjalanan, Turki.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,227,326 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: