Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Pembangunan untuk Kebebasan


Den Haag, 14 September 2012

 

Ceritanya seminggu ini saya rajin belajar. Belasan artikel udah di lahap, beberapa chapter buku udah coba dipahami. Dan utk pertama kalinya dalam sejarah hidup, saya bisa bertahan lbh dr dua jam di perpustakaan hanya utk membaca buku.

Itu sesuatu yg keren menurut saya.

Ah gini. Kata si amartya sen, yg katanya peraih noble ekonomi. Development itu endingnya freedom. Singkatnya, pembangunan yg berhasil akan menghasilkan manusia yg bebas dlm banyak ha (ada lima poin, detailnya baca sendiri)

Saya jd berpikir? Apakah development for freedom atau freedom for development?

Gimana kita mau berkembang jika kita gak dikasih kebebasan utk menentukan arah hidup negara ini?

Negara barat yg mengagungkan neo keynesian, yg kini bertransformasi dgn label neolib tampaknya berhasil meyakinkan negara berkembang kalau pemerintah ga boleh intervensi pasar.

Dengan sedikit modeling, rumus matematika dll. Mereka berhasil yakinkan banyak orang bahwa rumus mereka bener dan terbukti. Ah menurut saya ngitung ngitung angka angka itu biar tampak keren dan sangar aja.

Tapi kalau sbh rumus dan model ga bisa menghasilkan uang (sejahtera) buat apa?

Yah setidaknya biar dibilang keren

Teringat vietnam yg di rekomendasikan tanam kopi. Mereka nanam kopi. Emang sih sukses kopinya, tp negara gak akan adidaya jika cuma nanam kopi.

Korsel direkomendasikan imf dan bank dunia buat nutup samsung. Tapi korsel ga mau. Akhirnya skrg samsung bersaing sama apple.

Yah pastinya konsultan imf dan world bank juga adalah orang orang apple juga.

Indonesia ? Yah negara ini ga jelas juga. Jual jualin perusahaan negara, perusahaan strategis, dan industri kebutuhan pokok.

Pengen sok free trade tp polos.

Teorinya pemerintah tdk intervensi pasar. Itu ilmu neo keynes lah.

Faktanya, cina maju krn pemerintahnya aktif promosi eksport dan proteksi thd import.

Amerika gimana?
Itu negara ngasih bailout ke bbrp perusahaan dlm negerinya ? Itu apa donk namanya?

Itu negara melakukan proteksionisme produk dgn label standard. Kita dipaksa ikutin standar yg mereka buat utk masuk pasar amerika. Itu tujuannya supaya produk yg bagus dan murah ga masuk ke negara mereka?

Kadang saya jd berpikir knp orang orang msh menganggap kapitalis itu baik padahal mereka jg mdh berdebat apa definisi dr kapital.

Ah sudahlah. Ekonomi itu instrumen aja. Bisa di kotak katik dgn perhitungan dan modeling. Tp memang yg paling penting adalah pertimbangan politik pemimpin berkuasa yg beridealisme.

Semoga Tuhan anugrahkan negeri ini pemimpin yg bisa menjadikan ekonomi sbg alat wujudkan kesejahteraan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,227,333 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: