Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Kapitalisme, Masih Berlaku kah ?


Den Haag, 18 September 2012

 

Ceritanya setelah sekian sesi kuliah di kampus ini. Saya jd menyegarkan lagi idealisme saya. Kok bisa ? Ya hebatnya di kampus ini, cukup banyak dosen yg ga suka kapitalisme dan demokrasi.

Mereka selalu berkata, you must understand this but you must not agree with it.

Refleksi bodoh saya mengatakan bahwa ilmu ekonomi itu sengaja dibuat abtstrak dan ga jelas. Tidak ada yg pasti. Dan biar dikata keren, hebat, dan canggih. Mala negara barat membuat model dan hitungan hitungan utk membodohi negara berkembang spt indonesia.

Yah kita banyak lah alumnus harvard, cambridge, dan yale yang pulang pulang bawa seabrek rumus ekonomi dan meyakinkan pemerintah bahwa itulah yg terbaru di dunia. Tapi mereka lupa akan yg namanya local knowledge. Dan tak sadar mereka di cuci otak dgn label modernisasi dan modernity.

Demokrasi ? Yakin kah one man one vote itu terjadi. Ataukah demokrasi hanyalah btk lobi dr pemodal dan pebisnis. Mereka mau keluarkan uang miliaran agar menguntungkan bisnis mereka. Atau negara asing yg gelondongin uang dalam jumlah besar agar trans national corporation mereka ttp bisa mengkolonisasi negara kita dalam skema investasi asing.

Agensi internasional spt UN IMF dan world bank jg bodohi negeri kita dgn milenium development goals. Yg salah satu poinnya adalah pengentasan kemismkinan. Padahal dlm teori kapitalisme. Orang miskin harus dipelihara. Karena mereka adalah kelompok yg mau bekerja dgn upah yg sangat tidak layak. Orang miskin adalah tulang punggung kapitalisme.

Itu makanya dalam kapitalisme. Entreupreneurship tdk dikenal istilahnya. Krn mereka mendidik negara berkembang agar jd pekerja. Yah dr buruh sampe tenaga profesional. Bahas inggrisnya ya labor. Dan labor adalah faktor produksi. Artinya manusi tidak ada bedanya dgn faktor produksi lan spt bahan baku dan uang.

Jadi ? Menurut mu indonesia harus bagaimana?

#refleksimahasiswaesdua

Advertisements

One comment on “Kapitalisme, Masih Berlaku kah ?

  1. Salim
    September 22, 2012

    Galakkan Sociopreneurship ka!! atau lebih tepatnya Localpreneurship… agar daerah semarak berkembang!! karena saya sadari negeri ini kekuatan ekonomi daerahnya sangat minim .. urbanisasi meningkat tiap tahun!, hanya sekedar ingin mencari krja, karena di daerah tidak bisa kerja.

    sy memang benar2 belum faham dgn ke-ekonomian… tapi yg sy fahami, kapitalisme itu menuntut yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap dalam kemiskinan..

    kalau negeri indonesia menginginkan perkembangan secara menjalar.. ya harus ada pengembangan dari masing2 elemen daerah! untuk menggapainya perlu pemimpin2 yg cerdaaas menentukan kebijakan!

    mudah-mudahan beberapa tahun ke depan, Allah hadirkan mereka utk tampil di negeri… amiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,217,120 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: