Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Asumsi oh Asumsi Ekonomi


Den Haag, 20 September 2012

Ceritanya ada tiga orang ilmuwan yang terjebak di sebuah kapal di tengah laut; fisikawan, ilmuwan kimia, dan ekonom.

Mereka terjebak dalam keadaan kelaparan dan hanya memiliki satu buah kaleng kacang. Kemudian mereka berdebat tentang bagaimana membuka kaleng yang berisi kacang tersebut.

Sang Fisikawan mengatakan; ‘kita cari dua buah kayu dan kita gesekkan keduanya dengan cepat sehingga melahirkan api, ketika api sudah ada kita tambahkan mesiu dan kemudian kita taruh kaleng ini, sehingga kaleng bisa meledak, dan kacang bisa kita ambil’

Ide ini langsung di tolak oleh yang lain karena kacang akan kebakar bersama dengan kalengnya.

si Ilmuwan Kimia tak mau kalah dengan gagasan briliannya; ‘garam bisa menggerus metal (kaleng), bagaimana jika kita rendam kaleng ini di laut dan nanti perlahan kaleng ini akan tergerus dan terbuka’

Gagasan ini juga di tolak, karena akan memakan waktu tahunan sampai kaleng ini terbuka karena gerusan air asin.

Terakhir sang Ekonom menyampaikan pendapatnya dengan percaya diri; ‘saudara semua, bagaimana jika kita asumsikan saja kita punya alat pembuka kaleng’

yah begitulah ekonomi, penuh asumsi. dan ekonom barat selalu meyakinkan negara berkembang bila mereka percaya akan asumsi dan mengikuti solusi yang mereka berikan maka ekonomi akan maju.

Hebatnya, ekonom barat ini meyakinkan negeri kita dengan rumus dan model untuk menutupi asumsi. mereka juga meyakinkan kalau ahli ekonom haruslah pandai matematika.

menarik kata dosen saya di kampus; ‘math worsening economic’.

negara barat terus meyakinkan ke negara berkembang kalau ekonomi neo-klasikal adalah yang terbaik utk semua negara.

benarkah ?

Ada seorang pakar ekonomi dari amriki namanya paul krugman, peraih nobel di bidang ekonomi karena thesisnya yang mengatakan bahwa pasar bebas penuh adalah yang terbaik, dan intervensi pemerintah dalam pasar akan menganggu sistem ekonomi, atau istilah kerennya moral hazard.

Menariknya, ketika tahun 2008 amriki krisis, si krugman ini paling aktif mengatakan bahwa krisis 2008 disebabkan pemerintah kurang intervensi terhadap ekonomi dalam negeri.

hehe… harusnya hadiah nobelnya dibalikin aja tuh 🙂

“economist never die, they mutate”

Bila asumsi yang mereka terapkan gagal, mereka selalu berkilah dengan berbagai hal menggelikan seperti; ‘itu karena kurang kemampuan manajerial, itu karena masih ada intervensi di bidang ini, itu karena masyarakat kurang terdidik dalam hal ini itu. . bla bla bla bla’

itulah kerjaan IMF, World Bank, dan sekarang ditambah dengan agensi yang ada imbuhan -AID nya.

Indonesia bagaimana ? Indonesia terkadang atau mungkin selalu telat belajar. ketika banyak negara dunia tidak lagi mengikuti neo-klasikal dan beralih ke heterodox ekonomi. Indonesia baru heboh-heboh neo-liberal.

kemudian, kenapa kita selalu harus mengikuti konsep ekonomi eropa dan amerika ? padahal negara yang selama 20 tahun ekonominya maju adalah Cina. atau negara macan lain di Asia seperti Jepang, Korea, dan Taiwan.

Sehingga, refleksi bodoh saya mengatakan; ‘kalau Indonesia mau maju maka terapkan kebijakan ekonomi 100% kebalikan dari apa yang negara barat lakukan saat ini’

ekonomi dunia terus berubah, sehingga Indonesia juga harus berubah.

bagaimana pendapat anda ?

#refleksibodohmahasiswaesdua

Advertisements

One comment on “Asumsi oh Asumsi Ekonomi

  1. zenstrive
    September 20, 2012

    Benar, benar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 20, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,690 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: