Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Eropa-sentris, kemarukan bangsa kolonial


Den Haag, 21 September 2012

Ceritanya saya sedang dalam sebuah workshop di kelas. bersama dgn seorang dosen yang sepertinya proyeknya ke World Bank tidak berhasil menang tender. Jadi sedang sangat kecewa dengan yang ia sebut “dunia barat dan kapitalisme”

Sampai pada diskusi kita tentang apakah perkembangan ilmu pengetahuan terlalu barat-sentris atau eropa-sentris ?

bagaimana menurut mu ?

Coba kita refleksi bersama, sejak

 berakhirnya era kolonialisme pada sekitar 1945 yang ditandai dengan berakhirnya perang dunia kedua. Negara-negara eropa dan amerika menjadi kehilangan wilayah jajahannya.Dasar negara udah lama berkuasa dan menjajah, semangat maruknya tentu gak bisa selesai begitu saja. Sehingga mereka mengganti model kolonialisme nya dengan istilah globalisasi.”kita hidup di dunia tanpa batas, perdagangan tidak boleh dibatasi oleh negara, dunia semakin datar, teknologi semakin berkembang…”dan kalimat-kalimat indah lainnya

prinsip globalisasi sangat dekat dengan kolonialisme. ada negara utama dan negara tidak utama, ada negara maju dan negara berkembang, ada negara mapan dan negara yang ketergantungan, ada negara utara dan negara selatan, ada negara dunia pertama dan negara dunia ketiga.

dunia barat yang mengangungkan kesetaraan dan anti terhadap kasta. ternyata justru membuat kasta dalam konteks global dengan cara yang sangat manis.

negara seperti Indonesia dipaksa mengikuti standar yang banyak gak sesuai dan atau belum bisa di ikuti oleh negeri ini. Sehingga seakan-akan negara kita selalu salah dan tidak becus dalam membangun negara sendiri.

menarik membaca berita ttg Pak SBY mau ke NY buat bahas standar pembangunan pasca MDGs. Di pertemuan tersebut, Pak SBY akan satu forum sama Direktur Ford Foundation. Bisa jadi lebih banyak lagi agensi internasional yang hadir se-forum dengan Pak SBY.

pertanyaan saya ? buat apa Direktur Ford Foundation hadir ? apakah buat sesuaikan rencana pembangunan dengan skema donor yang akan mereka berikan sebagai bentuk social-capitalism yang akan dilakukan ?

kembali ke diskusi tentang apakah perkembangan ilmu pengetahuan terlalu barat sentris ?

kita ambil contoh kapitalisme, saya perlu mengakui bahwa Cina, dan Jepang telah berhasil membentuk pola kapitalisme yang sangat sesuai dengan kearifan lokal mereka. Hasilnya ? mereka jadi negara maju. Sedangkan dalam waktu yang sama, negara Eropa dan Amriki semakin terpuruk.

Bukankah ini artinya Cina dan Jepang lebih pantas bicara ttg kapitalisme ketimbang dunia barat yang jelas jelas udah gagal ?

Negara barat justru mengatakan, asal muasal kapitalisme dari eropa; Cina dan Jepang hanya membuat bentuk turunannya. hehe

padahal salah satu bentuk kapitalisme pertama ya ketika Cina membuat Jalur Sutra untuk dukung perdagangan mereka ? bukankah itu btk sederhana dan awal dari kapitalisme ?

Refleksi bodoh saya mengatakan, emang ini negara barat ga bisa lepas dari kekuasaan. mereka masih maruk berkuasa. tapi itu lumrah sih. seorang yg sudah berkuasa tentu ingin pertahankan kekuasaannya dengan cara apapun.

Salah satunya dengan mengganti label kolonialisme dengan globalisasi.

Bagaimana pendapatmu kawan ?

#refleksimahasiswaesdua

Advertisements

One comment on “Eropa-sentris, kemarukan bangsa kolonial

  1. zenstrive
    September 23, 2012

    Mantap memang pengawasannya.
    Sayangnya china dan jepang kurang ganas dalam menarik kapital. USA masih jadi pusat kapital dunia. China dan Jepang malah memarkir kapital mereka di sana, jadinya USA semena2…

    Jepang sendiri saya pikir dipaksa menjadi bemper USA dalam menghadapi China. Okinawa, ingat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 22, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,223,582 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: