Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Pembangunan dan Akhir dari Kapitalisme


Den Haag, 25 September 2012

 

Ceritanya di kuliah ini saya selalu bertemu dgn kata “development” dalam setiap kuliah. ya karena emang institusi ini adalah institusi development studies. jadi semua konteks dalam pengajarannya akan dikaitkan dengan istilah tersebut.

Refleksi bodoh saya mengatakan

“ini orang eropa sombong bener ngajarin bagaimana cara melakukan pembangunan ke orang asia, afrika dan amerika latin. Padahal mereka bisa dikatakan tidak mengalami pembangunan setelah perang dunia kedua. Negara barat yang mengalami pembangunan setelah perang dunia kedua hanya amerika, eropa cuma penonton aja”

tapi kata dosen saya yang sangat bangga dengan ke eropa an nya, dan juga pecinta marxist.

“Eropa lah pusat sejarah pembangunan dunia, pembangunan berasal dari eropa. dan faktanya, dunia belajar pembangunan ke eropa, dan dosen-dosen di berbagai negara juga belajar ke eropa”

menariknya, berbagai studi kasus yg saya baca dalam materi kuliah saya berasal dari negara berkembang yang kebetulan ditulis oleh orang eropa.

refleksi bodoh saya mengatakan kembali,

“ini orang eropa sombong bener, masa sampai mereka aja lebih mengakui tulisan mereka ttg negara berkembang ketimbang tulisan seorang ahli di negara berkembang tsb ttg negaranya”

pakar pembangunan dunia menyebutkan istilah north and south. north utk negara maju, south utk negara berkembang. Meski Cina dan Jepang udah maju, tapi dalam konteks mereka ya masih south.

mungkin tantangan para social-scientist dari Indonesia kedepan adalah bagaimana agar mampu menuliskan penelitian tentang negara kita oleh kita sendiri.

“be south writer who describe the southern development”

ya saatnya ilmu pengetahuan bergeser, sebagaimana sejarah juga berulang.

kata si Franchis Fukuyama “the end of the history”.

lebih tepatnya, ini adalah akhir dari kapitalisme. kapitalisme udah di ujung tanduk. apa yang kita rasakan sekarang (punya mobil, mesin cuci, dan telepon, dll) adalah bentuk akhir dari kapitalisme. dan kapitalisme sudah mentok dan tak bisa beradaptasi atau bertransformasi lagi.

jadi bagaimana konsep “development” selanjutnya ?

tanggung jawab kita sebagai peneliti sosial dari “selatan” utk bisa menemukannya 🙂

#refleksimahasiswaesdua

Advertisements

2 comments on “Pembangunan dan Akhir dari Kapitalisme

  1. zenstrive
    September 25, 2012

    di peta dunia pun mereka juga sembarangan. North hemisphere dibikin lebih gede dari seharusnya.

  2. dindaahoy
    September 25, 2012

    kak, dosenku di Milan juga sangat membanggakan ke-itali-an dan ke-eropa-annya dan sedikit menurunkan derajat desain dan manufaktur asia. Bikin semangat belajar supaya bisa berguna pas pulang kampung ntar! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,226,671 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: