Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Privatisasi Pendidikan dan Agenda Ekonom Barat


Den Haag, 26 September 2012

 

Ceritanya ketika saya SMA, saya selalu dikenalkan dengan jargon “pendidikan untuk semua”, dan cara terbaik utk mewujudkan jargon tersebut adalah mensubsidi total biaya pendidikan dasar dan menengah. Maka munculah program bernama Bantuan operasional Sekolah.

Belakangan, ketika saya kuliah, mulai marak diskusi tentang privatisasi pendidikan. Apa pula ini? banyak yg menolak, tapi para sekrup kapitalis mendukungnya.

Kemarin saya kuliah sesi, “pendidikan dan pembangunan”. Salah satu pendekatan yg digunakan si dosen dr Amriki yang anti kebijakan negaranya sendiri adalah logika ekonom neo-klasikal.

Para neoklasik ini selalu punya anggapan bila ada yg salah dengan sistem dan model yg mereka kembangkan adalah karena adanya pengaruh atau intervensi pemerintah.

Harga naik, karena pemerintah masih subsidi bbrp komoditi.
itu salah satu contohnya, sampai si dosen bilang, bisa jadi apel jatuh ke tanah aja dianggap sama para neo klasik karena salah pemerintah hehehe

Salah satu istilah yg sering digunakan oleh para ekonom adalah diminishing marginal productivity. Turunnya produktivitas dari para tenaga kerja disebabkan oleh pendidikan yang tidak berkualitas.

dan tau apa yang ekonom itu katakan ?

“pendidikan tidak berkualitas, karena pemerintah tidak mampu menyediakan pendidikan berkualitas. apapun yang masih dikelola pemerintah pasti kualitasnya buruk. Pemerintah itu tidak inovatif, korup, dan rigid”

lalu kalau kita tanya, lalu solusi agar pendidikan berkualitas apa ?

“privatisasi lah pendidikan”

semangat privatisasi pendidikan ini udah di usung oleh World Bank selama 30 tahun terakhir, lalu di kuatkan lagi tahun 1995 dalam perjanjian GATS, dan tahun 2000 di mantabkan lagi dengan MDGs yg salah satu poinnya “education for all”

Lantas, apa untungnya kaum neoklasik kapitalis ini dgn memprivatisasi pendidikan?

sederhananya saja, pendidikan akan menjadi bisnis, atau setidaknya akan mirip dengan bisnis. lalu bagaimana dengan orang miskin yg tidak mampu ?

mereka menawarkan teori yg dua duanya ngaco menurut saya,

pertama, bebaskan pasar dr intervensi pemerintah. sehingga pasar bekerja, dan persaingan sempurna (equilibrium) pada pada supply demand tenaga kerja akan terbentuk. dan semua orang akan bahagia. ini adalah mantera yg sangat dahsyat dari mereka.

kedua, sediakan beasiswa bagi yg membutuhkan? helloooo, beasiswa itu tidak akan bisa berguna banyak utk negara sebesar Indonesia. berapa banyak sih yg bisa menyumbangkan utk beasiswa. sehingga ide ini juga tidak solutif.

Lalu ? gw harus bilang wow gitu ?

hehe . . .

sahabat, semua itu tadi refleksi bodoh saya ttg privatisasi pendidikan. sikap saya ? saya menolaknya, karena konsep ini justru akan membuat negara kita semakin terpuruk.

mari kita kuatkan sekolah negeri, kuatkan subsidi pendidikan utk semua. berikan penghargaan utk mereka yg berprestasi.

dan bila bicara pendidikan, kini bukan saatnya kita mengikuti standar barat utk pendidikan di negeri kita. Indonesia bisa membuat standar yg bisa jadi role model pendidikan dunia.

#refleksibodohmahasiswaesdua

 

Advertisements

One comment on “Privatisasi Pendidikan dan Agenda Ekonom Barat

  1. Triyoga Adi perdana
    September 26, 2012

    Betul, setuju ini mas.
    Sistem itu bekerja menyesuaikan kultur pendidikan dan masyarakat Indonesia. Ketika dihadapkan dengan sistem barat yang merancang pendidikan, mungkin saja malah jadi sampah ketika itu diterapkan di Indonesia. Kayaknya penguatan pendidikan di akar-akar [daerah], bisa menjadi satu solusi deh. Pendidikan sekarang “sempurna” di ujung paling atas, tapi jadi satu momok yang biasa-biasa saja di akar-akar. Bayangkan saja, hingga sekarang wajib belajar 9 tahun masih menjadi masalah baik dengan faktor external atau internal individu dalam masyarakat. Ada yang memang tidak di dukung untuk bersekolah, ada yang musim SD lulus langsung nikah, sangat beragam permasalahannya. Seandainya dari akar-akar ini sudah dikuatkan tentang pendidikan, saya kira dari akar ini menjadi satu penguatan untuk pendidikan di Indonesia secara luas.

    #just opini mas 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 26, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: