Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Modus hidup hemat mahasiswa Indonesia di Belanda


Den Haag, 27 September 2012

 

Ceritanya setelah sebulan di Belanda, saya menemukan berbagai modus dan strategi jitu untuk menghemat pengeluaran. Buat saya, karena hidup hanya bergantung dari uang beasiswa (artinya sulit meningkatkan income), maka satu-satunya cara untuk bisa menabung adalah dengan berhemat (menurunkan spending).

Savings = Income – Spending

karena saving bentuknya adalah uang, dan uang itu kapital, dalam era kapitalisme seperti sekarang uang menjadi sangat penting <<– Dalam kapitalisme = materialistik.

oke kita mulai sesi berbaginya,

pertama, ubah kebiasaan penggunaan berbagai produk dan takaran penggunanannya. ini prinsip pertama

kedua, bila kamu beli teh sedu (kantong), itu bisa digunakan 2-3 kali. mengaduknya tidak perlu kencang-kencang, langsung ambil teh nya begitu warna air agak sedikit menconklat

ketiga, bila kamu suka bikin nasi goreng pakai bumbu instan. itu juga bisa di digunakan 2-3 kali satu bungkusnya. kamu cukup latihan cara mengaduknya saja. agar dgn sedikit bumbu, nasi bisa jadi “tergoreng” semua.

keempat, kalau kamu suka ikut pengajian. maka ikutilah. di sini setiap ikut pengajian pasti di kasih makan yg banyak. lumayan buat stok 2 kali makan.

kelima, air panas di keran gratis. jadi kalau cuci piring, gak perlu pakai sabun. rendem aja tuh piring dll di air panas. nanti juga bersih sendiri dan kuman mati

keenam, kalau mesin cuci dan pengering pakaian bayar. maka kamu jangan gunakan pengeringnya. selain merusak baju, kamu bisa menggunakan penghangat ruangan utk mengeringkan pakaian. ini lebih murah dan tidak merusak baju

ketujuh, gunakan modus “eh enaknya ya lauknya keliatannya, jago masak deh”, di yg punya pasti akan tersentuh dan memberikan lauk itu dengan cuma-cuma

kedepalan, kalau ada pertemuan, welcoming party, dateng aja sebentar, disana ada makanan yg disediakan. datang buat makan, dan langsung balik aja kalau gak suka berlama-lama

kesembilan, cari kesempatan kerja sambilan bila ada dan waktu memungkinkan. kalau kerja di restoran kabarnya kamu bisa dikasih makan gratis sebelum bekerja, dan diberikan sisa lauk bila ada.

kesepuluh, bila belanja gunakan logika “uang saya ada berapa”. sebutlah uang kamu 2 euro. kamu bilang aja ke penjual, saya mau beli ayam 2 euro. terserah lo deh mau kasih berapa (sesuai standar harganya tentunya). Sehingga kita bisa mengatur diri kalau belanja

kesebelas, kalau beli sayur di pasar, datangnya sore aja menjelang tutup. harga sangat murah dan kadang gratis.

artinya, kalau kita kombinasikan;

1. beli roti selalu gratis karena dpt bonus beli diatas jam 4/5
2. beli sayur gratis karena toko mau tutup
3. kerja part time di resto dpt lauk dan dikasih makan

kita bisa tidak mengeluarkan uang sepeser pun utk makan selama kuliah.

silahkan di coba.

hidup ini berat kawan. kita harus berpikir cerdas utk bisa bertahan.

itu pengalaman dan pengamatanku, bagaimana denganmu ?

#refleksibodohmahasiswesdua

Advertisements

2 comments on “Modus hidup hemat mahasiswa Indonesia di Belanda

  1. elfaakir
    September 27, 2012

    hemat apa “hemat” nih, kang?

  2. Titis
    October 5, 2012

    Astaga ucuupppp….ternyata ini modusmu..ckckckck.. dah dipraktekin blm klo beli sayur n roti sore2 biar gratis? gw diajakin doonkk :-p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 27, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,216,507 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,319 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: