Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

China dan Bank Pembangunan


Den Haag, 28 September 2012

 

Ceritanya ada tiga orang yang dipanggil wawancara sebuah perusahaan konsultan terkemuka dunia. Tiga orang ini adalah ahli matematika, akuntan, dan ekonom.

satu per satu mereka dipanggil masuk ke ruang wawancara.

Pertama masuk adalah ahli matematika, ia ditanya 2 tambah dua sama dengan berapa ?

lalu di matematikawan berpikir “berapa ya? 4 kah ? ah ini pasti pertanyaan menjebak, saya harus berpikir lagi. hmm. tapi kita coba saja jawaban pasti”. Lalu ia menjawab “empat”. Dan wawancarapun selesai

Kedua sang akuntan pun masuk, dan ternyata ia diberikan pertanyaan yang sama; “dua tambah dua berapa?”

Akuntan pun menjawab; “hmmm jawabannya sih empat pak, tapi harus dipotong pajak dulu 10% dan kita juga perlu hitung bagi hasil dan beban bunga dan lainnya bla bla bla bla… ”
Terakhir sang ekonom dipanggil masuk, dan diberikan pertanyaan yg sama?

Langsung saja ia sigap mengunci pintu, menutup jendela, memastikan tidak ada siapapun yang mendengar pembicaraan ini dan ia langsung mendekat ke pewawancara sambil mengatakan;

“anda mau jawaban berapa ? saya bisa kasih jawaban itu”

hehehe ya begitulah ekonomi; “wani piro? nanti saya bikin justifikasi dan model matematik yang indah untuk meyakinkannya”

Tapi bagaimanapun canggihnya rumus ekonomi, kalau untuk urusan dagang dan kelihaian dalam negosiasi, maka Cina lah yang paling canggih.

Cina berkembang sejak 30 tahun terakhir tak lepas dari pengaruh kuat dan dominan dari Bank of China, Bank of China ini adalah Bank Pembangunan, bukan bank biasa. mereka bisa berikan cicilan untuk usaha dengan bunga sangat rendah, dan bahkan jika dalam jangka waktu tertentu keuntungan dari perusahaan berlimpah, bunga bisa dihapuskan.

Sebuah kebijakan yang sangat hebat tentunya.

Di sisi lainnya, para ekonom barat tidak suka kalau uang itu di investasikan untuk sektor nyata. Mereka lebih suka menginvestasikan uang ke para bankir dan memberikannya ke perusahaan besar yang kemudian di spekulasikan di bursa saham.
Kekuatan Bank of China ini sangat dahsyat, bahkan kabarnya perusahaan besar Jepang pun juga meminjam uang ke bank ini. Tentu donk si barat ini ketar-ketir dengan Bank of China.

Hingga pada awal 2000an, Cina mau mencoba masuk WTO setelah sekian tahun berkembang. tetapi si barat canggih, mereka menjadikan “ditutupnya bank pembangunan di cina (bank of china) sebagai syarat agar Cina bisa masuk WTO.

Cina pun bingung, tetapi kemudian cina setuju dan akhirnya Bank Of China bukan lagi bank pembangunan. si barat makin tertawa terbahak-bahak karena merasa menang atas cina.

tapi ya tadi, cina ini canggih. mereka memang menutup bank pembangunan skala nasional. namun mereka langsung mendirikan 10 bank pembangunan skala regional sebagai penggantinya 🙂

Canggih ya hehe

Tapi ya namanya barat yang biasa jilat ludah sendiri yang udah di jilat-jilat ga jelas. Akibat krisis 2008 ini, mereka membuat berapa kebijakan “baru” yang bertujuan untuk “menstabilkan ekonomi”, taukah apa itu ?

Amerika sejak 2011 membuat bank pembangunan untuk infrastruktur. Inggris (UK) mendirikan bank pembangunan untuk mendorong firma kecil dan mikro mereka. Jerman pun berbuat demikian, dan kabarnya si Kanselir Merkel (jerman) mengusulkan agar setiap negara di Uni Eropa membuat minimal satu Bank Pembangunan untuk mendukung perekonomian mereka.

Lucu ga ?

Ketawa donk hhahahaha

lalu saya berefleksi , hmmm

Indonesia gimana ? Bagaimana kabar Bank Pembangunan Daerah atau Bank Pembangunan Skala Nasional di negeri kita ?

Indonesia ini lagi bagus ekonominya, kalau ada ekonom negeri ini mampu menulis dengan kritis, lalu menjadi tokoh kunci pembangunan Indonesia. curiga saya, tahun 2025-2035 kita bisa punya peraih nobel ekonomi dari Indonesia.

who knows ?

#refleksibodohmahasiswaesdia

Advertisements

6 comments on “China dan Bank Pembangunan

  1. teguhn
    September 28, 2012

    Reblogged this on Dokumentasi @teguhn and commented:
    Tidak salah jika Cina disebut sebagai “The Next Superpower”
    bagaimana dengan Indonesia?? let’s move!!

  2. Gusti 'ajo' Ramli
    September 28, 2012

    lucu…lucu… lucu cerita tiga orang yang wawancara itu….. hehehehe
    memang sekarang ekonomi cina menjadi ancaman tersendiri bagi dunia barat ya… 🙂

  3. zenstrive
    September 28, 2012

    Jadi, masih mau berguru ke barat?

  4. mulki
    September 29, 2012

    pgn cepet2 suami sy s3, biar ada kesempatan bljr dan nulis.. skrg terlalu sibuk ama kerjaan di kantornya. huff. smgt, bang ridwan. feel free to visit back 🙂

  5. faruq naga
    September 30, 2012

    Uthlubul ‘ilmi walau bishhin : Tuntutlah imu sampai ke negeri cina

  6. Alfisyahrin
    October 27, 2012

    Nice story uda! Emg belajar di luar negeri tuh bikin wawasan kita melompat yah dan dgn mindset yg tepat jg bisa menghapus perasaan inferioritas atas bangsa sendiri, Lanjutkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 28, 2012 by in Refleksi Mahasiswa S2.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,220,124 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,318 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
%d bloggers like this: